Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

5 Hal yang Sering Ditutup-tutupi Soal Bank Syariah

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
19 Agustus 2022
A A
5 Hal yang Sering Ditutup-tutupi Soal Bank Syariah BSI

Bank Syariah Indonesia (Nyanews via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

#3 Nggak ada denda

Kalau ada marketing bank syariah mengatakan bahwa banknya tidak ada denda, itu sudah pasti gedebus. Selayaknya bank konvensional, bank syariah masih menjadikan denda sebagai senjata untuk menindak nasabah yang menurut mereka menyalahi kontrak.

Denda tersebut biasanya digunakan sebagai senjata terakhir ketika nasabah tersebut terlambat, mangkir, atau lari dari tanggung jawabnya membayar angsuran. Nominal dari dendanya pun bisa sangat mencekik. Meski begitu, sebelum menjatuhkan denda kepada nasabah, bank biasanya tetap terlebih dahulu menjalin komunikasi dan perundingan secara berkala.

ADVERTISEMENT

Masih ingat dengan kasus Jusuf Hamka? Nah beliau ini beberapa bulan lalu sempat mencak-mencak karena harus menerima denda untuk angsuran yang sebenarnya ingin dia lunasi. Kok bisa, mau melunasi angsuran tapi kok malah dikenai denda?

Nah penjelasan sederhananya karena bank syariah nggak mau potensi keuntungan pasti selama misalnya 10 tahun dari angsuran Jusuf Hamka jadi hilang. Terlebih uang yang dipakai Jusuf hamka ini kan bukan punya bank tapi milik nasabah. Jadi ketika dilunasi, nasabah deposan yang dipakai uangnya juga akan kehilang potensi bagi hasil selama 10 tahun mendatang. Semuanya soal bisnis bukan? Bukan!!

#4 Lebih murah, katanya

Mau lihat dari segi apa pun, bank syariah itu lebih mahal untuk nilai pembiayaannya. Jadi konyol jika ada yang bilang bank syariah itu murah. Akad jual beli yang menjadi skema pembiayaan yang paling sering digunakan membuat nilai marginnya ditentukan di awal, biasanya langsung mematok nilai margin yang tinggi untuk memastikan nilai angsurannya tidak lebih kecil dari tingkat inflasi.

Hal ini karena dalam keuangan, semakin panjang durasi investasi semakin tinggi risiko. Maka ekspektasi return pembiayaan jangka panjang juga akan tinggi. Karena itu, akad di bank ini terutama yang jual beli menjadi relatif lebih mahal.

Tentunya ini berbeda dengan angsuran bank konvensional yang menerapkan bunga floating sehingga bisa berubah setiap saat. Selain itu variasi transaksi kredit bank konvensional yang tidak terlalu banyak yaitu cuma pinjam meminjam membuat risiko jadi lebih kecil. Jadi, akui dan terus terang saja kalau nyatanya lebih mahal.

#5 Mengaku inklusif

Bank syariah selalu diidentikkan oleh para praktisinya sebagai lembaga keuangan yang inklusif. Menjangkau siapapun dengan latar belakang apa pun, termasuk pengusaha kecil.

Baca Juga:

Pekerja dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan 

Penyesalan Menyepelekan Petuah Rajin Menabung dari Ortu, padahal Kebiasaan Itu yang Menyelamatkan di Tengah Kondisi Ekonomi yang Bikin Cemas

Sejarah awal berdirinya sebuah bank syariah memang menempatkan individu-individu kelas bawah sebagai sasaran pembiayaan. Bukan sebagai lintah darat, tapi sebagai mitra strategis bagi mereka-mereka yang diabaikan oleh para bankir-bankir ulung.

Pionirnya adalah Bank Mith Ghamr, dipelopori Dr. Ahmad el-Najjar di Mesir. Konsepnya lebih seperti koperasi yang nasabahnya adalah para petani dan masyarakat pedesaan dengan lengkapi program pemberdayaan yang inklusif, terkontrol, dan berkala.

Tapi untuk saat ini, mereka malah sangat eksklusif. Mereka lebih memilih membiayai proyek berskala jumbo dengan imbal hasil yang lebih pasti ketimbang harus susah payah menerima pengajuan pembiayaan dari masyarakat kelas bawah yang jenis usahanya begitu receh.

Cek saja dalam setiap laporan keuangan bank syariah di Indonesia, mayoritas didominasi oleh pos-pos pembiayaan yang punya cuan besar.

Bank syariah masih takut-takut apabila harus membiayai usaha sektor riil misal UMKM, karena mereka tahu, risikonya terlalu besar. Selain itu terlalu buang tenaga apabila harus menaruh perhatian lebih untuk sebuah sektor ekonomi yang kuenya tidak manis layaknya UMKM.

Itulah lima hal yang masih sering ditutup-tutupi oleh orang-orang yang berada di ekosistem bank syariah. Sebagai sebuah sistem bank ini memang harus didukung karena punya cita-cita yang baik. Tapi dukungan itu perlu dibarengi dengan perbaikan dan evaluasi yang dilakukan secara terus menerus. Jangan sampai, sprit keadilan yang diusung malah jadi luntur, ujung-ujungnya, umat muslim hanya dianggap sebagai target pasar untuk mendulang cuan semata.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Hal Keliru tentang Ekonomi Syariah yang Dipercaya Banyak Orang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.
Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 14 Mei 2023 oleh

Tags: bank syariahekonomikebohongankeuntunganribasuku bunga
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

emas logam mulia tabungan bank ekonomi stabilitas mojok

Demam Emas Bisa Jadi Ancaman Pemulihan Ekonomi

12 Oktober 2020
Dilema Agen Elpiji Pertamina: Ambil Untung Besar Kena Masalah, Ambil Untung Kecil Bangkrut elpiji nonsubsidi regulator gas

Dilema Pangkalan Elpiji Pertamina: Ambil Untung Besar Kena Masalah, Ambil Untung Kecil Bangkrut

26 Januari 2023
panduan memahami resesi ekonomi indonesia 2020 data bps pengumuman bps survei ketenagakerjaan kuartal III 2020 mojok.co

Panduan Memahami Resesi Ekonomi Indonesia yang Baru Diumumkan

5 November 2020
Bukan Sekretaris, tapi Tugas Bendahara Adalah yang Terberat di Masa Sekolah terminal mojok.co

Tak Peduli Apa Latar Belakangmu, Literasi Keuangan Itu Penting!

3 Oktober 2020
saham coca-cola turun karena ronaldo mojok

Nggak Usah Lebay deh, Saham Coca-Cola Turun Bukan karena Ronaldo Geser Botol!

23 Juni 2021
Gara-Gara ILC Saya Jadi Tahu Simpang Siur Keberadaan Harun Masiku Itu Bukan karena Kebohongan, tetapi Kesalahan.

Gara-Gara ILC Saya Jadi Tahu Simpang Siur Keberadaan Harun Masiku Itu Bukan karena Kebohongan, tetapi Kesalahan

29 Januari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

8 Agustus 2026
GTM pada anak, drama paling menguji kesabaran dan kreativitas orang tua Mojok.co

GTM pada anak, drama paling menguji kesabaran dan kreativitas orang tua

9 Agustus 2026
Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur Mojok.co

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

8 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.