Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Mengenali Tanda-tanda Inflasi secara Sederhana

Andri Saleh oleh Andri Saleh
7 Februari 2022
A A
Mengenali Tanda-tanda Inflasi secara Sederhana

Mengenali Tanda-tanda Inflasi secara Sederhana (pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pada Januari 2022, terjadi inflasi sebesar 0,56 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,53 persen dan terendah terjadi di Kabupaten Manokwari sebesar 0,02 persen. Hal ini terjadi karena naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,17 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,43 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,51 persen, dan seterusnya.

Uraian tadi menjelaskan angka inflasi di Indonesia yang baru saja dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) awal bulan lalu. Apakah kamu paham dengan uraian tentang angka tadi? Kalau belum, nggak usah khawatir. Saya saja yang notabene pegawai BPS nggak banyak tahu, kok. Entah karena materinya yang rumit atau memang IQ saya yang jongkok.

ADVERTISEMENT

Sependek pengetahuan saya, inflasi adalah naiknya harga barang/jasa secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Penyebab naiknya harga bisa macam-macam. Bisa karena adanya panic buying, musim paceklik, tradisi menjelang hari raya, bencana alam, konflik, kebijakan pemerintah, perubahan nilai tukar mata uang, dan sebagainya. Intinya sih, nggak seimbang antara supply dan demand, makanya terjadi inflasi.

Itulah yang saya pahami tentang inflasi. Selebihnya yang berupa angka-angka persentase tadi, saya ora mudeng. Tapi, ya saya nggak mau dipusingkan dengan angka-angka tadi. Saya cukup melihat tanda-tanda alam yang sederhana untuk melihat terjadinya inflasi. Ini adalah beberapa di antaranya.

Pertama, nilai mata uang turun secara konsisten. Apa yang bisa kamu beli dengan uang Rp150 ribu? Kalau zaman sekarang, uang segitu mungkin cuma bisa beli empat bungkus minyak goreng kemasan dua liter. Tapi kalau zaman dulu, misalnya tahun 70-an, uang segitu bisa dibelikan satu unit sepeda motor bebek merek Honda C50. Serius. Ini menunjukkan adanya inflasi yang menyebabkan nilai mata uang turun terus secara konsisten.

Kedua, harga barang selalu naik. Seingat saya, harga telur zaman dulu itu Rp1.200 per kilogram. Tapi sekarang, harga telur kurang lebih Rp24 ribu per kilogram. Belum lagi kalau menjelang hari raya, harganya bisa mencapai Rp33 ribu per kilogram. Perubahan harga yang terus-menerus cenderung naik ini menunjukkan adanya inflasi.

Ketiga, ukuran barang menyusut. Ketika minyak goreng langka dan harganya melambung tinggi tempo hari, beberapa tukang gorengan otomatis melakukan penyesuaian. Ada yang menaikkan harga gorengannya, ada juga yang harganya tetap tapi menyusutkan ukuran gorengannya. Nah, kalau kamu mengamati ukuran gorengan semakin hari semakin mengecil, yakinlah itu adalah tanda-tanda inflasi.

Keempat, membesarnya nominal mata uang terkecil. Waktu saya kecil dulu, nominal mata uang terkecil adalah Rp5. Iya, lima perak. Uang segitu sudah bisa dibelikan jajanan warung. Kalau sekarang mana ada? Nominal uang terkecil sekarang kan Rp100. Itu pun bingung mau dibelikan apa. Untuk bayar parkir saja sudah Rp2.000, Bos. Membesarnya nominal mata uang terkecil juga menandakan adanya inflasi.

Baca Juga:

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

Kelima, istri ngomel-ngomel sepulang dari pasar. Sebetulnya ada banyak alasan istri suka ngomel-ngomel. Entah itu karena suami pulang telat, uang belanja kurang, atau kebiasaan suami naruh handuk basah di atas kasur. Tapiii, kalau istri ngomel-ngomel sepulang dari pasar karena harga belanjaan naik semua, nah itulah tanda-tanda nyata adanya inflasi.

Itulah kelima tanda yang bisa kamu kenali. Kalau dipikir-pikir, hal ini dampaknya cenderung negatif, sih. Tapi sayangnya, inflasi ini nggak bisa dihilangkan, cuma bisa dikendalikan. Makanya pemerintah bikin Tim Pengendalian Inflasi Daerah alias TPID untuk mengendalikan inflasi di tiap daerah.

Kalau ditanya seberapa efektif kerja TPID ini, ya lihat saja tanda-tanda tadi. Selama istri saya ngomel-ngomel sepulang dari pasar karena harga belanjaan naik, berarti kinerja TPID belum maksimal. Ehm.

Penulis: Andri Saleh
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Februari 2022 oleh

Tags: inflasipilihan redaksi
Andri Saleh

Andri Saleh

Humas di salah satu instansi pemerintah. Tukang liput kegiatan pimpinan, tukang bikin konten medsos, desain baliho dan flyer, serta kegiatan lainnya yang bikin kelihatan sebagai orang paling sibuk di kantor.

ArtikelTerkait

Juwana Pati Bukan Tempat yang Tepat untuk Mencari Ketenangan, Jangan Pensiun di Sini

Juwana Pati Bukan Tempat yang Tepat untuk Mencari Ketenangan, Jangan Pensiun di Sini!

3 Mei 2024
3 Kuliner Autentik Gresik yang Kurang Cocok di Lidah Wisatawan

3 Kuliner Autentik Gresik yang Kurang Cocok di Lidah Wisatawan

15 Desember 2024
4 Hal Salah Kaprah tentang UNNES yang Bikin Geleng-geleng

4 Hal Salah Kaprah tentang UNNES yang Bikin Geleng-geleng

21 Juni 2023
Kapolda DIY Benar, Fight Club Memang Bukan Solusi Pemberantasan Klitih di Jogja

Kapolda DIY Benar, Fight Club Memang Bukan Solusi Pemberantasan Klitih di Jogja

20 Agustus 2024
Tersiksa dari Bali ke Jepang Bersama Maskapai LCC Terbaik di Dunia Bernama AirAsia

Tersiksa dari Bali ke Jepang Bersama Maskapai LCC Terbaik di Dunia Bernama AirAsia

19 Maret 2023
Lupakan Google, Mencari Rekomendasi Tempat Liburan dan Kulineran Memang Lebih Enak di TikTok  

Lupakan Google, Mencari Rekomendasi Tempat Liburan dan Kulineran Memang Lebih Enak di TikTok  

30 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Kuliner Legendaris di Solo yang Sering Disebut dan Beneran Enak  Mojok.co

8 Kuliner Legendaris di Solo yang Sering Disebut dan Beneran Enak 

28 Juni 2026
Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri Terminal

Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri

24 Juni 2026
4 Kuliner Ayam Panggang Favorit di Klaten: Enak, Murah, dan Bikin Nagih!

4 Kuliner Ayam Panggang Favorit di Klaten: Enak, Murah, dan Bikin Nagih!

26 Juni 2026
Cara Licik Mahasiswa Mengerjakan Skripsi Full Pakai ChatGPT, Dosen Pembimbing Wajib Tahu Ciri-cirinya biar Nggak Sampai Dibohongi!

Skripsi Memang Nggak Layak Jadi Satu-satunya Syarat Lulus untuk S1

22 Juni 2026
Como 1907 Memang Tempat yang Pas untuk Nico Paz  

Como 1907 Memang Tempat yang Pas untuk Nico Paz  

27 Juni 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan jakarta

Jangan Salahkan Orang Jakarta kalau Harga Makanan di Jogja Tak Ramah Warlok: Sebuah Pembelaan untuk Kaum Plat B

26 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.