Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

5 Hal yang Bikin Pelanggan Kesal Saat Beli Nasi Padang

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
10 Maret 2023
A A
5 Hal yang Bikin Pelanggan Kesal Saat Beli Nasi Padang

5 Hal yang Bikin Pelanggan Kesal Saat Beli Nasi Padang (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

#3 Kemasan bocor

Konon katanya, porsi nasi padang yang dibungkus lebih banyak daripada makan di tempat. Tentu saja hal ini bak angin surga bagi perut-perut yang meronta-ronta kelaparan. Sayangnya, nasi padang yang dibungkus kerap menimbulkan masalah lain, yaitu kuahnya tembus hingga ke kertas pembungkus nasi. Kertasnya jadi lecek, deh. Akibatnya ketika dibuka, tak jarang si kertas jadi hancur. Bikin nafsu makan hilang seketika.

Mungkin masalah kemasan bocor ini bisa disiasati dengan mengubah kemasan pembungkus dari yang semula kertas minyak menjadi daun pisang. Namun, di daerah saya sekarang masih jarang ditemui RM Padang yang menggunakan daun pisang sebagai pembungkus. Di daerah kalian gimana, Gaes?

ADVERTISEMENT

#4 Lauk nggak komplet

Seporsi nasi padang lezat adalah nasi yang tersaji bersama sayur nangka, kol, kacang panjang, rebusan daun singkong serta sambal hijau dan merah. Kehilangan salah satunya, sungguh mencederai kenikmatan menyantap kuliner satu ini. Apalagi, kalau yang nggak ada sayur nangka. Oh, tidak! Jangan sayur nangka! Plis~

Dalam beberapa kesempatan, saat membeli di RM Padang langganan, saya diberi tahu pelayannya kalau sayur nangkanya habis. Daripada nggak bisa menikmati sayur nangka, saya memilih gas ke RM Padang lainnya dan mencari sampai dapat yang menjual sayur nangka. Tapi, tak jarang pelayannya nggak ngasih tahu ke saya bahwa sayur nangkanya habis. Kan kayak di-PHP begitu buka bungkusan nasi di rumah tapi nggak ada sayur nangkanya~

#5 Daun singkong keras

Poin terakhir yang bikin saya sebagai pelanggan kesal saat membeli nasi padang adalah daun singkong yang masih keras. Rebusan daun singkong sebagai pelengkap ini memang nggak bisa dipandang sebelah mata.

Pertama, dari segi warnanya. Saat lauk dan pelengkap nasi padnag didominasi warna cokelat keoranye-oranyean, daun singkong hadir menyegarkan mata dengan warna hijaunya yang cantik.

Kedua, dari segi rasa. Daun singkong yang cenderung nggak ada rasanya alias tawar ini seolah jadi penyeimbang dari segala macam printilan di nasi padang yang kaya rasa. Dengan kata lain, kehadiran daun singkong ini sangat penting dalam sebungkus nasi padang.

Sayangnya, pengolahan daun singkong ini kadang sembarangan. Mentang-mentang si daun nggak dibumbui macam-macam seperti lauk-pauk lainnya, dia disepelekan. Dia direbus cuma asal cemplung. Hasil akhirnya, si daun singkong masih keras, nggak empuk sama sekali. Kan bikin kesel pembeli.

Baca Juga:

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

Sebagai pelanggan, itulah lima hal yang bikin saya kesel saat beli nasi padang. Herannya, meskipun sudah berkali-kali dibikin kesel sama kuliner satu ini, hati saya tetap nggak bisa berpaling. Tetap aja saya beli. Hidup nasi padang!

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Alasan Nasi Padang Jadi Lebih Murah Dibanding Nasi Warteg.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 10 Maret 2023 oleh

Tags: Nasi Padangpilihan redaksiRM Padang
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

6 Mie Ayam Jogja yang Unik untuk Perkaya Petualangan Rasamu Terminal Mojok.co

6 Mie Ayam Jogja yang Unik untuk Perkaya Petualangan Rasamu

6 April 2022
Pantjoran Tea House Glodok, Menjaga Tradisi Minum Teh Kapitan Cina di Bangunan yang Berusia Lebih dari 120 tahun

Pantjoran Tea House Glodok, Menjaga Tradisi Minum Teh Kapitan Cina di Bangunan yang Berusia Lebih dari 120 tahun

8 Januari 2024
12 Tempat Wisata Klaten yang Seru untuk Liburan Lebaran

12 Hal yang Wajib Kalian Lakukan di Kabupaten Klaten Minimal Sekali Seumur Hidup. Gas buat Libur Lebaran!

6 April 2024
Panduan Pahami Perbedaan Roti Gembong Gedhe, Gembul, dan Golden terminal mojok.co

Panduan Pahami Perbedaan Roti Gembong Gedhe, Gembul, dan Golden

11 Januari 2022
5 Varian Rasa Terbaik Mie Sedaap yang Layak Jadi Idola Terminal Mojok.co

5 Varian Rasa Terbaik Mie Sedaap yang Layak Jadi Idola

5 April 2022
MPKT, Mata Kuliah Paling Nggak Jelas dan Bikin Mahasiswa UI Mengelus Dada

MPKT Adalah Mata Kuliah Paling Nggak Jelas yang Bikin Mahasiswa UI Mengelus Dada

3 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sekolah Negeri yang Seharusnya Gratis Ternyata Menyimpan Biaya Tersembunyi yang Perlu Ditanggung Ortu Mojok.co

Sekolah Negeri yang Seharusnya Gratis Ternyata Menyimpan Biaya Tersembunyi yang Perlu Ditanggung Ortu

3 Juli 2026
Alasan Desa Karanganom Layak Jadi Tempat Tinggal Paling Ideal di Klaten Mojok.co

Alasan Desa Karanganom Layak Jadi Tempat Tinggal Paling Ideal di Klaten

30 Juni 2026
Jogja Sudah Terlalu Banyak Coffee Shop, yang Kita Butuhkan Sekarang Adalah Ruang Terbuka Hijau

Jogja Sudah Terlalu Banyak Coffee Shop, yang Kita Butuhkan Sekarang Adalah Ruang Terbuka Hijau

4 Juli 2026
Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

Larangan Bawa Tumbler di Perpustakaan Daerah Itu Aneh, Minum Saja Dipersulit, Gimana Orang Mau ke Perpustakaan?

4 Juli 2026
Dapat Harta Warisan Itu Justru Menyebalkan, Lebih Banyak Dramanya!

Dapat Harta Warisan Itu Justru Menyebalkan, Lebih Banyak Dramanya!

2 Juli 2026
Pejaten Park: Mall yang Kurang Dilirik Anak Jaksel, padahal Paling Nyaman

Pejaten Park: Mall yang Kurang Dilirik Anak Jaksel, padahal Paling Nyaman

30 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.