Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

5 Hal Keliru tentang Ekonomi Syariah yang Dipercaya Banyak Orang

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
2 Juli 2022
A A
5 Hal Nggak Enaknya Jadi Lulusan Ekonomi Syariah

5 Hal Nggak Enaknya Jadi Lulusan Ekonomi Syariah (Ijp2726 via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ekonomi syariah masih jadi hal asing buat rakyat Indonesia, yang ironinya, adalah salah satu negara dengan jumlah musilm terbanyak di dunia

Tahun lalu, media ramai membahas perseteruan salah satu sosok pengusaha muslim terkenal, Jusuf Hamka dengan Bank Syariah. Perseturuan itu bermula dari permasalahan proses pelunasan pembiayaan salah satu perusahaan milik Jusuf Hamka di beberapa Bank Syariah. Perseturuan ini semakin memanas setelah Jusuf Hamka membahas permasalahan ini di podcast om-om berotot.

Lucunya, hal tersebut bikin orang-orang jadi tertarik membahas ekonomi syariah. Gara-gara itu juga, masih saya temukan beberapa anggapan terkait ekonomi syariah yang keliru.

Meskipun Indonesia adalah salah satu negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, masih banyak terjadi kesalahpahaman masyarakat terkait ekonomi dan keuangan syariah di sini. Sebagai seorang lulusan jurusan Ekonomi Syariah, saya merasa punya tanggung jawab moral untuk meluruskan beberapa kesalahpahaman tersebut. Apa saja kesalahpahaman tersebut?

#1 Hanya tentang keuangan saja

Kebanyakan orang yang saya kenal taunya bahwa ekonomi syariah cuma sekadar industri keuangan syariah, saja terutama perbankan syariah. Hal itu diperkuat dengan berita merger Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yaitu Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah, dan BRI Syariah menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) ramai diperbincangkan banyak orang. Padahal industri keuangan syariah cuma salah satu bagian dari ekonomi syariah saja.

Aslinya? Banyak cabangnya! Seperti pariwisata halal, industri halal, dan sebagainya. Jadi kalau kalian pikir ini cuman perkara duit saja, kalian keliru. Yang dibahas nggak cuman perkara riba nggaknya, tapi lebih dari itu.

#2 Eksklusif untuk Muslim

Berbeda dengan lembaga zakat yang menghimpun dana zakat dari umat Muslim saja, sistem ekonomi syariah bersifat lebih universal. Jadi kalau non-muslim mau jadi nasabah perbankan syariah bisa atau mau plesir ke tempat-tempat wisata syariah juga boleh. Maka kurang tepat kalau ada yang beropini bahwa sistem ekonomi syariah hanya terkhusus bagi umat Muslim saja.

#3 Hanya berkembang di negara Muslim saja

Sejujurnya perkembangan ekonomi syariah bukan hanya terjadi di Indonesia atau negara mayoritas muslim seperti Malaysia dan Brunei saja. Dalam lingkup Asia Tenggara, sudah sejak tahun 2014 perkembangan produk halal telah ada di Thailand.

Baca Juga:

Pulang dari Jepang Bikin Sadar Betapa Bobrok Daerah Asal Saya

5 Pekerjaan yang Bertebaran di Indonesia, tapi Sulit Ditemukan di Turki

Sedangkan di lingkup lebih luas lagi yaitu dunia, konon Inggris ingin menjadi pusat keuangan syariah untuk negara non-muslim. Bahkan sejak 2014, Inggris telah menerbitkan sukuk (obligasi syariah) di negaranya. Bahkan saat saya masih kuliah, Inggris kerap dianggap lebih progresif perihal perkembangan keuangan syariah ketimbang beberapa negara yang penduduknya mayoritas menganut agama Islam.

#4 Pengetahuan yang sudah memadai

Sejarah perkembangan ekonomi syariah di Indonesia begitu lekat dengan perbankan syariah. Hal itu disebabkan pendirian bank syariah pertama di Indonesia yaitu Bank Muamalat pada tahun 1991. Yang menjadi titik awal perkembangan ekonomi syariah yang ada di Indonesia.

Meskipun masyarakat Indonesia mayoritas memeluk agama Islam dengan pengetahuan yang cukup baik, akan tetapi perihal pengetahuan keuangan syariah masih cukup minim. Hal itu terbukti dari hasil Survei Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional tahun 2019 yang dilakukan OJK menunjukan bahwa tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia hanya 8,93 persen saja.

Artinya dari seratus orang di Indonesia hanya ada sekitar delapan orang yang paham betul keuangan syariah. Angka tersebut juga sangat jauh jika dibandingkan dengan tingkat literasi keuangan konvensional yang mencapai 37,72 persen.

#5 Pengguna yang banyak

Selain pengetahun tentang keuangan syariah masyarakat Indonesia yang jauh dari kata baik. Tingkat penggunaan jasa keuangan syariah di Indonesia juga masih kurang banyak. Padahal Indonesia adalah negara yang penduduknya adalah mayoritas muslim. Sudah sewajarnya menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam hal ekonomi juga. Idealnya loh, ya.

Sedikitnya jumlah pengguna jasa keuangan syariah di Indonesia bisa dibuktikan dengan hasil survei literasi dan inklusi keuangan nasional tahun 2019 yang dilakukan OJK. Hasil tersebut menunjukan tingkat inklusi atau penggunaan jasa perbankan syariah hanya 9,1 persen saja. Saya sengaja nggak mencantumkan industri jasa keuangan syariah lain karena hasilnya lebih memilukan.

Begitu sekiranya kesalahpahaman yang terjadi perihal ekonomi syariah di mata masyarakat Indonesia. Semoga bisa meluruskan beberapa pemahaman yang keliru selama ini.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sarjana Perbankan Syariah yang Sama Ngenesnya Kayak Sarjana Pendidikan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 Juli 2022 oleh

Tags: ekonomi syariahIndonesiaindustrikepercayaanmuslimperbankan
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Harga Telur Hari Ini Bikin Nasib Mahasiswa Jogja Makin Mengenaskan!

Kenaikan Harga Telur Memang Harus Kita Ributkan, kalau Perlu Baku Hantam

27 Agustus 2022
Membayangkan Jika Kabupaten Bekasi Tidak Pernah Menjadi Kawasan Industri

Membayangkan Jika Kabupaten Bekasi Tidak Pernah Menjadi Kawasan Industri

15 Agustus 2023
lamalera

Lamalera dan Rindu yang Tak Kunjung Selesai

14 Juli 2019
5 Hal yang Bikin Orang Korea Selatan Bingung kalau ke Indonesia terminal mojok.co

5 Hal yang Bikin Orang Korea Selatan Bingung kalau ke Indonesia

15 Februari 2022
Tolong, Indonesia’s Next Top Model Jangan Kebanyakan Drama! terminal mojok.co

Tolong, Indonesia’s Next Top Model Jangan Kebanyakan Drama!

24 Desember 2020
4 Perbedaan Wisuda di Jepang dan Indonesia Terminal Mojok

4 Perbedaan Wisuda di Jepang dan Indonesia

20 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki Satria Pro Aib Terbesar Suzuki yang Tak Perlu Lahir (Wikimedia Commons)

Suzuki Satria Pro: Aib Terbesar Suzuki yang Seharusnya Tak Perlu Lahir

18 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Pahit (Unsplash)

Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Lebih Pahit dari Obat Puyer

12 Maret 2026
Embek-Embek Makanan Khas Tegal Paling Mencurigakan, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba Mojok.co

Embek-Embek Makanan Khas Tegal yang Nama dan Rasanya Sama-sama Aneh, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba

12 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
9 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Terbaik untuk Pemula Berkantong Cekak

Cari Mobil Bekas Murah buat Lebaran? Ini Motuba di Bawah 60 Juta yang Terbukti Nggak Rewel

14 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman
  • Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.