Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Hal Aneh tentang Wakatobi yang Harus Kamu Ketahui

Taufik oleh Taufik
26 Januari 2022
A A
5 Hal Aneh tentang Wakatobi yang Harus Kamu Ketahui Terminal mojok.co

5 Hal Aneh tentang Wakatobi yang Harus Kamu Ketahui (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sering kali saat saya sedang mengobrol dengan ibu saya via telepon dan kebetulan ada teman dari Jawa mendengarkan, mereka akan langsung bilang kalau bahasa saya aneh. Seperti bahasa orang Spanyol, Italia, Filipina. Tidak sedikit juga yang komentar kalau bahasa yang saya gunakan ini lebih mirip bunyi-bunyian dibandingkan bahasa pada umumnya. Untuk teman-teman saya yang sering ngeledek soal bahasa (Wakatobi) saya yang aneh, mari saya ceritakan beberapa hal aneh lainnya yang mungkin saja bikin Anda kaget ketika ke Wakatobi suatu saat nanti.

#1 Asal nama

Orang yang tidak pernah mendengar nama Wakatobi, biasanya akan mengira tempat ini ada di Jepang. Padahal, Wakatobi ini ada di Sulawesi, Sulawesi Tenggara lebih tepatnya. Ia di bagian tenggaranya Sulawesi Tenggara dan berhadapan langsung dengan Laut Aru.

Selain itu, Wakatobi ini adalah kabupaten kepulauan. Ia terdiri dari empat pulau besar yaitu, Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko, dan beberapa pulau kecil lainnya. Nama Wakatobi sendiri adalah akronim dari nama empat pulau besar yang diambil huruf depannya saja (WAngi-wangi, KAledupa, TOmia, BInongko).

#2 Pasang surut aneh

Sejak SD kita mengenal konsep pasang surut air laut sebagai kejadian periodik naik turunnya air laut yang disebabkan oleh gaya gravitasi bumi. Di Wakatobi, juga terjadi pasang surut secara periodik. Namun, pasang surut di Wakatobi cukup berbeda. Pasalnya, jarak pasang dan surut akan terjadi dengan sangat jauh. Biasanya, bisa sampai ratusan meter bahkan beberapa kilometer.

Kalau ini terjadi saat kita tengah berada di kapal, ini membuat kapal tidak dapat mendekat ke pantai atau dermaga sehingga kita harus turun dan berjalan kaki. Ya, kita betul-betul harus berjalan kaki di area yang pada kondisi pasang tinggi airnya bisa mencapai dua meter.

#3 Pohon mangrove tumbuh di batu

Di Wakatobi, mangrovenya tidak hanya tumbuh di pasir atau lumpur seperti magrove pada umumnya. Di sini, ada jenis magrove yang justru hidup di batu. Jenis mangrove ini punya batang dan daun yang cukup kecil-kecil. Terkadang, banyak yang mengira bahwa si magrove ini sedang meranggas. Padahal, kondisinya dari kecil sampai tua ya memang segitu-segitu aja.

#4 Bahasa dan nama tempat yang akan bikin orang ketawa

Seperti yang saya jelaskan di awal tulisan ini, kemungkinan orang tertawa mendengar saya ngomong dalam bahasa Wakatobi lebih tinggi dibandingkan mereka yang merasa kebingungan. Pertama, tentu saja bahasa saya yang mirip bunyi-bunyian itu. Kedua, soal rumitnya berbahasa Wakatobi ini. Saya pernah membahas soal rumitnya bahasa Wakatobi tersebut di sini, di sini, dan di sini.

Selain bahasa, nama tempat di wakatobi berpotensi membikin orang luar Wakatobi yang mendengarnya akan tertawa. Mari saya perkenalkan beberapa di antaranya.

Baca Juga:

KKN di Luar Jawa Tidak Melulu ke Wakatobi dan Raja Ampat, Indonesia Itu Luas, Bolo!

Wakatobi Menawarkan Kejutan yang Menyenangkan bagi Orang Jawa

Ada nama Kompo nu One, yang berarti Perut Pasir. Saya sarankan untuk membaca “Kompo Nu One” versi Indonesia aja. Jangan membaca “One” dalam bahasa Inggris, ya. Ada pula “Mola” yang merupakan kawasan Suku Bajo terbesar yang ada di Wakatobi.

Selain itu, ada beberapa nama berikut yang tampaknya bisa bikin Anda keseleo lidah. Misalnya, Sampela, Lente’a, Mantigola, Papalia, Rukuwa, Bante, Waha, Runduma, Ambeua, dan Dunia Baru.

#5 Lampu merah baru ada sejak 2019

Bagaimana mungkin sebuah daerah yang “merdeka” dan berotonomi daerah sendiri sejak 2003, baru punya lampu merah pada 2019? Itu pun cuma di satu lokasi dari empat pulau besar yang jadi bagian dari Wakatobi.

Hal ini dikarenakan, pemukiman belum cukup padat di sini. Namun, alasan lainnya karena jalanan di Wakatobi identik dengan jalanan panjang dari selatan ke utara dan sebaliknya ataupun dari timur ke barat dan sebaliknya. Bisa dibilang, justru akan jadi aneh ketika ada lampu merah karena nggak ada urgensinya juga.

Untuk saat ini, pulau-pulau di sini biasanya akan macet saat kampanye. Entah itu untuk Pilkada, Pileg, Pilgub, ataupun Pilpres.

Penulis: Taufik
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Januari 2022 oleh

Tags: sulawesi tenggaraWakatobi
Taufik

Taufik

Ide adalah ledakan!

ArtikelTerkait

baubau buton sulawesi mojok

Meluruskan Salah Kaprah tentang Baubau, Kota yang Sering Dikira Daerah Papua oleh Orang Jawa

3 Agustus 2021
Jika Pengamen dan Peminta-minta Ada di Perempatan Lampu Merah Wakatobi terminal mojok.co

Jika Pengamen dan Peminta-minta Ada di Perempatan Lampu Merah Wakatobi

22 Januari 2021
Bulan Ramadan Adalah Saat Pisang Ijo Menguasai Segala Jenis Takjil di Wakatobi. #TakjilanTerminal01 terminal mojok.co

Bulan Ramadan Adalah Saat Pisang Ijo Menguasai Segala Jenis Takjil di Wakatobi. #TakjilanTerminal01

13 April 2021
KKN di Luar Jawa Tidak Melulu ke Wakatobi dan Raja Ampat, Indonesia Itu Luas, Bolo!

KKN di Luar Jawa Tidak Melulu ke Wakatobi dan Raja Ampat, Indonesia Itu Luas, Bolo!

5 Januari 2024
bahasa di wakatobi pelestarian lingkungan sepak bola bajo club wakatobi poasa-asa pohamba-hamba mojok

Poasa-asa Pohamba-hamba, Semangat Gotong Royong ala Masyarakat Wakatobi

9 November 2020
spider-man orang wakatobi mojok

Andai Spider-Man Adalah Orang Wakatobi

7 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.