Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kamus Bahasa Wakatobi: Begini Ribetnya Pakai Kata Ganti Orang di Sini

Taufik oleh Taufik
25 September 2021
A A
Kamus Bahasa Wakatobi: Begini Ribetnya Pakai Kata Ganti Orang di Sini terminal mojok.co

Kamus Bahasa Wakatobi: Begini Ribetnya Pakai Kata Ganti Orang di Sini terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam bahasa Indonesia, paling tidak kita mengenal enam jenis kata ganti orang. Kata ganti orang pertama tunggal dan jamak, kata ganti orang kedua tunggal dan jamak, kata ganti orang ketiga tunggal, dan jamak. Semua kata ganti orang ini lantas digunakan sebagai acuan untuk kebutuhan berbahasa sehari-hari.

Dalam kehidupan peradaban yang (katanya) modern, kata ganti ini bahkan berkembang menjadi aturan tidak resmi (walau ada juga yang resmi). Misalnya, njenengan atau panjenengan dalam bahasa Jawa, diterjemahkan sebagai Anda, tapi dengan pertimbangan yang lebih kompleks. Panggilan njenengan atau panjenengan ditujukan spesifik kepada mereka yang kita anggap lebih tua. Dan masih banyak lagi jenis panggilan lain dari unsur kebudayaan di tempat lain.

Dalam bahasa Wakatobi, lebih spesifik di Pulau Tomia dan sekitarnya, kata ganti orang ini juga dipakai. Gila aja semua orang dari semua kasta dipanggil dengan sebutan yang sama? Walau saya sendiri sepakat bahwa panggilan dengan kategorisasi kasta ini berasal dari politik imperial penjajahan di masa lampau, saya rasa tetap kita butuhkan saat ini dan seterusnya. Sebabnya, saya masih punya rasa hormat dan segan. Semisal saya harus memanggil ibu saya dengan “kamu”, betapa lancangnya saya.

Untuk lebih sederhana, mari kita list kata ganti orang dalam bahasa Wakatobi, wabilkhusus di Tomia berikut ini.

#1 Kata ganti orang pertama

Jadi begini, dalam bahasa Wakatobi, atau Tomia secara lebih spesifik, kata ganti orang pertama tunggal terdiri dari “aku” yang artinya “aku” dan “iyaku” yang artinya “saya”. Lha, kok, sama saja?

Begini, penggunaan “aku” biasanya dipakai saat kita berbicara dengan orang yang kita anggap lebih muda atau sepantaran. Sebaliknya, untuk “iyaku”, biasanya digunakan saat berbicara dengan orang yang lebih tua. Tapi, tidak berarti “iyaku” tidak bisa digunakan untuk orang yang lebih muda atau sepantaran. Sangat boleh, kok.

Lalu, ada kata ganti orang pertama jamak yakni “kami” dan “kita”. Kedua kata ganti ini juga diterjemahkan ke dalam bahasa Tomia dengan penambahan huruf “i” atau bisa juga “yi” di depannya. “Kami” menjadi “ikami” atau “yikami”, sementara “kita” yang diterjemahkan menjadi “ikita” dan “yikita”. Nah, selain digunakan selayaknya kata ganti orang pertama jamak, “ikami” dan “yikami” juga digunakan untuk mengganti saya atau aku.

Namun, penggunaan kata “ikami” dan “yikami” dalam hal ini lebih untuk tujuan merendah. Contohnya, pada kalimat, “Iyaku misikini ana,” (aku/saya yang miskin ini). “Iyaku” yang berarti “aku” atau “saya”, lebih sering diganti dengan, “Ikami/yimai misikini ana,” (Aku/saya/kami yang miskin ini).

Baca Juga:

Kamus Bahasa Aceh: Mengenal Kata Ganti Orang dalam Obrolan Sehari-hari

Lapangan Sepak Bola Tomia yang Buruk Adalah Berkah

Sebenarnya, bisa saja “miskin” itu spesifik kepada aku/saya atau kami secara banyak (entah keluarga, kelompok, atau apa pun subyeknya). Namun, dengan menggunakan kata ganti “ikami” atau “yikami” dalam kalimat, ini menyiratkan beberapa hal. Pertama, untuk merendah. Kedua, tentu saja menyoal bagaimana kita berusaha menutupi kondisi sebenarnya tentang seberapa kaya atau miskinnya kita.

#2 Kata ganti orang kedua

Kata ganti orang kedua tunggal dan jamak (kau, kamu, Anda dan kalian) diterjemahkan ke dalam bahasa Tomia menjadi “iko’o/yiko’o” dan “ikomiu/yikomiu”. Penggunaannya, seperti umumnya kata ganti orang kedua jamak. “Iko’o/yiko’o”, digunakan kepada orang yang sepataran atau lebih muda. Jangan pernah sekali-kali menggunakan kata ganti “iko’o/yiko’o” saat berbicara dengan orang yang lebih tua, apalagi orang-orang yang punya posisi sebagai pemangku adat. Itu bisa diartikan sama halnya dengan “tapa pepe” (dalam tradisi di tanah monarki), yakni bentuk pembangkangan adat atau pembangkangan kepada orang yang lebih tua.

Penggunaan kata ganti “ikomiu/yikomiu”, tentu saja ditujukan kepada orang yang lebih tua. Tapi ada satu hal yang juga tidak kalah menarik. Jika “ikami/yikami” bisa berarti bentuk merendah atau makna tersirat untuk mengaburkan fakta, “ikomiu/yikomiu” juga digunakan orang-orang dulu (bahkan sampai sekarang) untuk berbicara (atau meminta) kepada hal-hal gaib dan tidak kasat mata. Entah itu roh orang yang sudah meninggal, hantu dan setan, atau bahkan kepada Tuhan.

Contoh penggunaannya, “Ikomiu/yikomiu pumodimbulamo,” (Anda/kalian yang sudah lebih dulu meninggal). Dalam hal ini, “ikomiu/yikomiu” dipakai seperti halnya kata ganti kamu, Anda, atau kalian. Intinya, ikomiu/yikomiu bisa berarti penghormatan kepada yang sudah meninggal, kepada roh atau hal gaib, juga kepada Tuhan. Khusus penggunaannya menyebut Tuhan, “ikomiu/yikomiu”, biasanya dilanjutkan dengan kata Tuhan itu sendiri, yang dalam bahasa Tomia disebut “Mo’ori”. Misalnya, “Ikomiu/yikomiu Mo’orittai,” (Anda/kamu/kalian para penguasa/Tuhan yang ada di laut).

Semakin pusing? Tunggu dulu, kita lanjut ke kata ganti orang ketiga jamak dan tunggal.

#3 Kata ganti orang ketiga

Nah, untuk kata ganti orang ketiga tunggal “dia”, dalam bahasa Tomia adalah “di’iya” dan “di’ammai”. “Di’iya” ditujukan kepada orang yang lebih muda atau sepantaran. Sebaliknya, “i’ammai/yi’ammai” ditujukan kepada orang yang lebih tua. Terlihat cukup sederhana? Tunggu dulu.

Jika Anda berpikir ini sudah selesai, tunggu dulu, jangan lengah. Dalam bahasa Wakatobi, atau spesifik Pulau Tomia, punya huruf-huruf khusus. Jika ada orang bukan asli sana yang menyebutkannya, akan sangat berbeda terdengar. Huruf “d” ini salah satunya.

Nah, ada tips khusus dari saya, soal bagaimana huruf “d” ini diucapkan dengan gaya Tomia. Ucapkan huruf “d” pada kata “di’iya” (dan kata lainnya) dengan cara lidah sedikit ditahan di langit-langit mulut dan leher sedikit ditegangkan. Untuk lebih terdengar Wakatobi atau Tomia banget, usahakan huruf “d” ini muncul/berasal dari pangkal kerongkongan bagian depan. Jadi terlihat seperti tutorial bernapas yang benar, ya?

Oke, lanjut.

Untuk kata ganti ketiga jamak (mereka), diterjemahkan menjadi “i’ammai/yi’ammai”. Kata ganti ini, tidak ada tips penggunaan khusus. Cukup gunakan sebagaimana umumnya kata “mereka” digunakan.

Mengertimo na ikomiu atu?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 September 2021 oleh

Tags: Bahasa WakatobiKamus Bahasakata gantitomia
Taufik

Taufik

Ide adalah ledakan!

ArtikelTerkait

bahasa di wakatobi pelestarian lingkungan sepak bola bajo club wakatobi poasa-asa pohamba-hamba mojok

Militansi Pendukung Bajo Club, Klub Tarkam di Wakatobi

9 Desember 2020
Slangpedia 5 Kata Lain untuk Menyebut 'Friend', Biar Nggak Dibilang Kaku MOJOK.CO

Slangpedia: 5 Kata Lain untuk Menyebut ‘Friend’, Biar Nggak Dibilang Kaku

3 Agustus 2020
bahasa di wakatobi pelestarian lingkungan sepak bola bajo club wakatobi poasa-asa pohamba-hamba mojok

Lapangan Sepak Bola Tomia yang Buruk Adalah Berkah

18 Desember 2020
Kamus Bahasa Aceh: Mengenal Kata Ganti Orang dalam Obrolan Sehari-hari terminal mojok.co

Kamus Bahasa Aceh: Mengenal Kata Ganti Orang dalam Obrolan Sehari-hari

6 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

Tidak Semua Anak PNS Hidup Sejahtera Bergelimang Harta, Banyak yang Justru Hidup Sengsara

14 April 2026
4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok (Wikimedia Commons)

4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok

11 April 2026
Latihan Ujian CPNS Bikin Kena Mental karena Soal-soal TWK yang Absurd Mojok.co

Latihan Ujian CPNS Bikin Kena Mental karena Soal-soal TWK yang Absurd

14 April 2026
4 Hal yang Dibenci dan Melukai Hati Orang Madura, tapi Sering Dianggap Biasa Saja oleh Banyak Orang Mojok.co gen z

Tak Ada yang Lebih Menyedihkan ketimbang Hidup Gen Z Madura, Generasi yang Tumbuh Tanpa Peran Orang Tua tapi Harus Tetap Tahan Banting Saat Dewasa

14 April 2026
5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

6 Hal yang Bikin Salatiga Jadi Kota yang Sebenarnya Red Flag untuk Slow Living

13 April 2026
4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Wikimedia Commons)

4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Kecewa dan Nggak Nafsu Makan

11 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa S2 UGM Nggak Menjamin Mutu, Kuliahnya Malas Mikir dan Ketergantungan AI
  • Cuci Baju di Laundry Konvensional Lama-lama bikin Kapok, Bikin “Boncos” karena Baju Rusak dan Hilang Satu Persatu
  • Topik Grup WA Laki-laki “Sampah”, Isinya Info Link Menjijikan dan Validasi Si Paling Jantan
  • Nasib Perempuan di Tongkrongan dan Grup WA yang Isinya Laki-laki Mesum: Jelek Dihina, Cantik Dilecehkan
  • Repotnya Punya Mobil di Desa: Bisa Jadi “Musuh Masyarakat” Perkara Parkir dan Garasi, Masih Rawan Jadi Korban Kenakalan Bocil-bocil
  • Kabur dari Desa dan Memilih Tinggal di Kos Eksklusif Jakarta demi Ketenangan Batin, Malah Makin Kena Mental karena “Bahagia” di Kota Cuma Ilusi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.