Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

5 Film Legendaris yang Mengingatkanmu ke Masa Kecil

Maria Monasias Nataliani oleh Maria Monasias Nataliani
12 Desember 2021
A A
5 Film Legendaris yang Mengingatkanmu ke Masa Kecil terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Film sebagai medium seni dan hiburan tentu dapat dinikmati segala usia sesuai segmentasinya. Nggak jarang banyak dari kita yang punya memori spesifik tentang film favoritnya semasa kecil dulu. Pun film yang saking bikin terkesima, lalu tersimpan dalam long term memory kita.

Ada kalanya saat dewasa kini, masih terbersit film legendaris  yang dulu pernah kita tonton sewaktu masa kanak-kanak dan remaja. Ada film-film yang dulu nggak sengaja kita tonton di televisi saat masa libur sekolah lalu terkenang-kenang sampai kini. Bahkan mungkin kita masih mengingat secara jelas beberapa scene dari film itu.

Perjalanan usia terkadang nggak membatasi kita menengok kembali deretan film legendaris tersebut. Film yang nggak saja mengembalikan diri kita kembali ke masa kanak-kanak, tapi juga memberikan kenyamanan tersendiri sewaktu menonton. Sampai terkadang disetel berulang-ulang, tapi nggak pernah bosan.

Berikut 5 film yang barangkali dulu sempat mampir di masa kecilmu.

#1 Harry Potter

Siapa nggak tahu franchise film legendaris satu ini? Yap, tiga sekawan Harry-Hermione-Ron lengkap dengan petualangan mereka di dunia sihir. Adaptasi dari novel fantasi JK Rowling ini terbagi menjadi 8 film. Tentu, banyak dari kita yang membarengi perjalanan film series fenomenal ini. Film pertamanya, Harry Potter and the Philosopher’s Stone hadir pada 2001. Yang terakhir, Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2 hadir 2011 lalu.

Menonton kembali Harry Potter akan membawa kita ke sebuah petualangan dunia sihir. Dunia fantasi yang penuh kemungkinan. Kilas balik pada sifat kanak-kanak kita yang percaya keajaiban, penuh kreativitas, dan imajinatif.

#2 Charlie and The Chocolate Factory

Inilah film legendaris anak-anak favorit saya sekaligus comfort movie buat saya. Charlie and the Chocolate Factory merupakan film adaptasi kedua dari novel berjudul sama karangan Roald Dahl. Film ini mengajak kita menyaksikan perjalanan Charlie yang terpilih bersama 4 anak kecil lainnya buat jalan-jalan ke pabrik cokelatnya Willy Wonka.

Seperti gaya garapan Tim Burton lainnya, Charlie and The Chocolate Factory digarap lumayan dark, unik, dan ngeri. Saya dibawa langsung jatuh cinta pada karakter Willy Wonka yang diperankan oleh Johnny Depp dengan sangat apik. Saya terkesima pada interior pabrik dan segala isinya. Saya juga terhibur dengan jalan cerita dan pesan yang seolah mau disampaikan lewat nasib tiap 5 anak terpilih itu.

Baca Juga:

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet 

5 Tayangan Netflix yang Sebaiknya Jangan Ditonton Saat Makan, Bikin Mual!

#3 The Polar Express

Berbeda dengan dua film legendaris di atas, film satu ini adalah film animasi berbasis CGI. Ceritanya diadaptasi dari buku karangan Chris van Allsburg pada 1985. Saya ingat pernah menonton film ini saat tayang di televisi waktu masa liburan sekolah.

Penonton akan dibawa mengikuti petualangan si tokoh utama, seorang anak lelaki bernama Hero Boy yang nggak percaya tentang keberadaan Santa Claus. Hingga kemudian sebuah kereta uap menghampirinya di malam Natal dan membawanya bertualang ke kutub utara.

#4 The Chronicles of Narnia

The Chronicles of Narnia menghiasi acara TV masa kecil saya dengan kisahnya yang epik. Meskipun terdiri dari 3 film, yang saya ingat jelas hanyalah film pertamanya, The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch, and the Wardrobe. Film ini mampu menerbangkan fantasi saya mengikuti seorang gadis kecil bernama Lucy, yang menemukan jalan menuju “dunia lain” lewat lemari di rumah seorang professor, tempat ia dan 3 kakaknya tinggal.

Di dunia lain bernama Narnia itulah terjadi banyak hal baru di mata Lucy dan kakak-kakaknya. Di sana, ia bertemu dengan karakter penting lain seperti Penyihir Putih dan Aslan. Nggak hanya soal fantasi, film ini cukup banyak menonjolkan pesan tentang persaudaraan dan perjuangan bersama sesama anggota keluarga.

#5 Home Alone

Siapa yang nggak tahu Home Alone? Film legendaris yang bergenre komedi satu ini kerap nongol di televisi di masa-masa liburan terutama liburan Natal dan Tahun Baru. Dan lucunya, meskipun diputar berulang-ulang tahun demi tahun, saya tipikal yang nggak pernah bosen nontonnya.

Ya, Home Alone bakal menghibur waktu luangmu dengan kecerdikan Kevin McCalister menghalau dua perampok yang menyusup ke rumahnya. Di saat anggota keluarganya yang lain sedang berlibur, sialnya, Kevin tertinggal di rumah. Seru sih, apalagi pas disuguhi kekalahan demi kekalahan yang dialami para perampok.

Selain 5 film di atas, barangkali masih banyak film anak-anak lain yang kamu tonton nggak peduli usiamu berapa. Film yang akan bertahan dan bercokol di ingatanmu meski kamu telah menginjak usia dewasa. Film yang ketika ditonton lantas mengingatkanmu pada masa kanak-kanakmu yang seru, ringan, dan bahagia.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2026 oleh

Tags: Filmharry potterhome alonemasa kecil
Maria Monasias Nataliani

Maria Monasias Nataliani

Part-time writer. Full-time doctor. Menggemari Haruki Murakami, Park Chan Wook, dan iced-Americano.

ArtikelTerkait

Di Kampung Saya, Tidak Boleh Ada Film yang Sad Ending terminal mojok.co

Di Kampung Saya, Tidak Boleh Ada Film yang Sad Ending

9 November 2020
5 Film Soal Pernikahan yang Sebaiknya Ditonton Sebelum Menikah terminal mojok.co

5 Film Soal Pernikahan yang Sebaiknya Ditonton Sebelum Menikah

19 November 2021
The Professor and The Madman mojok

The Professor and The Madman: Menguak Sejarah Oxford English Dictionary

21 Oktober 2020
mantra sihir harry potter mojok.co

5 Mantra Sihir Harry Potter yang Sebaiknya Bisa Digunakan di Dunia Nyata

14 Juli 2020
dimas djay maestro iklan absurd mojok

Dimas Djay, Maestro Iklan Absurd Tiada Banding

23 Juli 2021
monyet kebun binatang

Mengenang Kebun Binatang

21 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi Mojok.co

Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi

21 Maret 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

18 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026
Lotek Khas Solo Bikin Pencinta Lotek Asal Jogja Culture Shock

Lotek Adalah Kuliner Favorit Warga Jogja yang Lebih Janggal dan Lebih Ganjil daripada Gudeg

20 Maret 2026
Suzuki Satria Pro Aib Terbesar Suzuki yang Tak Perlu Lahir (Wikimedia Commons)

Suzuki Satria Pro: Aib Terbesar Suzuki yang Seharusnya Tak Perlu Lahir

18 Maret 2026
7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik Mojok.co

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik

17 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.