Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

5 Acara Kuis Paling Dikenang Tahun 90-an dan 2000-an

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
21 Maret 2022
A A
acara kuis mojok.co

ilustrasi shooting acara tv. (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Acara televisi Indonesia tahun 90-an dan 2000-an menyimpan banyak kenangan. Nggak cuma sinetron dan soundtracknya saja,  tapi juga ragam acara kuis yang menghibur sekaligus menambah wawasan para penonton ada pada masa itu. Saat itu berbagai stasiun televisi berlomba-lomba bikin acara kuis, dari mulai pagi hingga malam hari. Buat kamu yang kangen acara kuis di masa itu, berikut ini deretan kuis yang membekas di ingatan.

#1 Who Wants to Be a Milionaire?

acara kuis mojok.co
Ilustrasi kuis Who Wants To Be A Millionaire. (Shutterstock.com)

Menurut hemat saya, Who Wants to Be a Millionare adalah kuis yang paling ikonik sepanjang sejarah pertelevisian Indonesia. Kuis asal Inggris yang hak siarnya dibeli RCTI ini saya nobatkan sebagai kuis paling ikonik karena nominal hadiahnya mencapai 1 miliar Rupiah. Caranya pun “cukup mudah”, yakni kontestan hanya perlu menjawab 15 pertanyaan pilihan ganda yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda.

Kontestan Who Wants to Be a Millionaire tinggal duduk manis di kursi panas dan menjawab seluruh pertanyaan yang dibawakan oleh pembawa acaranya, Tantowi Yahya. Kalau peserta gak bisa jawab, ia dikasih tiga pilihan bantuan, yakni 50:50 (pembawa acara akan mengeliminiasi dua pilihan yang salah), Ask the Audience (peserta meminta bantuan voting dari penonton di studio), dan Call a Friend (peserta menelpon orang kepercayaannya untuk dimintai jawaban).

Acara ini gak cuma bikin deg-degan penontonnya, tapi juga memberikan saya ragam pengetahuan yang baru saya ketahui saat saya menonton kuis tersebut. Maklum, saat itu internet belum secanggih sekarang. Saking ikoniknya, musik tema Who Wants to Be a Millionaire masih terngiang-ngiang di kepala saya hingga saat ini. Acara ini pun turut melambungkan nama Tantowi Yahya sebagai salah satu public figure Indonesia yang multitalenta.

#2 Siapa Berani?

Kuis kedua yang paling saya ingat tentu saja Siapa Berani? yang dibawakan oleh Helmi Yahya dan Alya Rohali di pagi hari. Kuis ini nggak cuma menambah wawasan tapi juga mengasah kreativitas pesertanya. Dalam kuis ini, setiap kelompok peserta yang hadir diwajibkan menampilkan yel-yel. Dan pada akhir acara, kelompok dengan yel-yel terbaik akan mendapatkan sejumlah hadiah.

Sewaktu sekolah, saya mendapatkan banyak inspirasi untuk bikin yel-yel saat acara sekolah dari kuis Siapa Berani? Sayangnya, kuis ini ditayangkan setiap pukul 8 pagi, tepat saat saya sudah berada di sekolah. Saya hanya bisa menyaksikan kuis ini ketika liburan sekolah saja.

Baca Juga:

Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga

3 Alasan yang Bikin Saya Enggan Punya TV di Rumah

acara kuis mojok.co
ilustrasi shooting acara tv. (Shutterstock.com)

#3 Komunikata

Kuis ketiga yang paling saya ingat adalah kuis Komunikata yang dibawakan oleh Isam Surentu. Kuis ini mengadirkan dua kelompok yang masing-masing terdiri dari lima kontestan. Setiap kontestannya harus bisa dengan cepat menebak kata yang dimaksud oleh kontestan sebelumnya dengan menggunakan kata-kata tertentu. Kata-kata yang sudah diucapkan sebelumnya tidak boleh diulang. Kelihatannya gampang, tapi susah kan?

Kuis ini merupakan singkatan dari Komunikasi dan Kata. Dan hadirnya kusi ini bikin perbendaharaan saya akan Bahasa Indonesia semakin luas karena memaksa pesertanya untuk adu kemampuan dalam berkomunikasi dan berkata-kata.

#4 Indosat Galileo

Kuis keempat yang paling saya ingat adalah kuis Indosat Galileo yang disponsori oleh PT Indosat.  Nama kuis ini diambil dari nama Galileo Galilei, seorang saintis dan filsuf Italia yang dihukum pihak Gereja Katolik karena pendapatnya soal Bumi. Galileo Galilei berkesimpulan bahwa Bumi berbentuk bulat dan mengelilingi matahari sebagai pusat tata surya, pendapat tersebut bertentangan dengan pandangan Gereja saat itu.

Yang bikin acara kuis yang dibawakan oleh Ronni Waluya dan Susan Bachtiar ini memorable tentu saja boneka sarjana Galileo yang jadi maskot acara kuis tersebut. Tagline yang paling saya ingat adalah “Mari kita tanya Galileo” yang diucapkan pembawa acaranya saat peserta kuis ini tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan.

televisi mojok.co
Ilustrasi televisi. (Shutterstock.com)

#5 Ranking 1

Acara kuis terakhir yang paling saya ingat adalah kuis Ranking 1 yang dibawakan oleh Ruben Onsu dan Sarah Sechan. Dalam acara ini, 80 kontestan berkompetisi untuk menjawab semua pertanyaan yang diajukan dengan benar dan dua kontestan terkuat akan memperebutkan hadiah sebesar 50 juta Rupiah. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada kuis ini terdiri dari berbagai disiplin ilmu yang pastinya menambah pengetahuan para penontonnya.

Nah, itu tadi acara kuis di televisi yang saya kenang di medio 90-an hingga 2000-an. Sebetulnya masih banyak lagi acara kuis televisi Indonesia yang tayang dalam rentang waktu 9tersebut, tapi lima acara kuis yang saya sebutkan di atas adalah yang paling memorable menurut saya.

“Nah dari lima acara kuis tersebut, mana yang paling kamu kenang?”

“Apa? Kuis Kebangsaan?”

 

Penulis: Raden Muhammad Wisnu
Editor: Purnawan Setyo Adi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Maret 2022 oleh

Tags: acara kuisacara televisihiburankuisprogram televisi
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

televisi production mojok.co

5 Acara Komedi Televisi yang Legendaris Tahun 2000-an

21 Maret 2022
Pasar Splendid Malang Tidak Hanya untuk Pecinta Hewan dan Tumbuhan, Mahasiswa yang Butuh Hiburan Coba deh ke Sana Mojok.co

Pasar Splendid Malang Tidak Hanya untuk Pecinta Hewan dan Tumbuhan, Mahasiswa yang Butuh Hiburan Coba deh ke Sana

8 November 2023
Episode Upin & Ipin Tumbuh Rambut Lahir dari Kreativitas Netizen terminal mojok.co

Episode ‘Upin & Ipin Tumbuh Rambut’ Lahir dari Keinginan Netizen

3 Maret 2021
Kebodohan Acara Televisi Indonesia Memang Sudah Semestinya Dirayakan terminal mojok.co

Hanya Stasiun TV yang Pede Bikin Konten Edukasi tapi Dipatahin Sendiri

30 September 2021
Sinetron Kolosal Punya Level Kreativitas di Luar Nalar terminal mojok.co

Sinetron Kolosal Punya Level Kreativitas di Luar Nalar

14 November 2020
Melihat Bagaimana Sinetron Indonesia Mencekoki Kita dengan Budaya Patriarki, program keluarga

3 Keluarga yang Bisa Dibuatkan Program Spesial di TV, Selain Onsu dan Raffi Ahmad

3 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.