Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
12 Mei 2026
A A
4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu Mojok.co

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mana taman Semarang favorit kalian?

Melamun di kursi besi depan Indomaret sudah menjadi ajang pelarian paling instan bagi masyarakat urban yang sedang dihantam beban hidup. Begitu pula bagi warga Kota Semarang. Namun, jujur saja, duduk di sana sembari menatap deretan motor yang parkir dan mendengarkan bunyi klakson meraung-raung bukanlah cara yang tepat untuk menjernihkan pikiran.

Alih-alih mendapatkan pencerahan, yang ada justru punggung terasa kaku akibat sandaran kursi besi yang dingin. Maka, sekarang saatnya menaikkan standar kenyamanan dalam urusan kontemplasi dengan melipir ke sudut-sudut Kota Atlas yang jauh lebih ramah bagi kesehatan mental dan tulang ekor. Toh, Semarang sebenarnya menyimpan deretan taman asri yang menyediakan bangku-bangku lebih manusiawi untuk sekadar duduk termenung sambil membiarkan pikiran berkelana tanpa arah.

Baca juga 4 Kebiasaan yang Umum Dilakukan di Semarang, tapi Aneh saat Saya Lakukan di Jogja.

#1 Taman Wilis, tempat yang pas buat menatap atap kota sambil menangis

Taman ini adalah tribun terbaik untuk melihat Semarang dari ketinggian tanpa perlu reservasi di kafe mahal. Pemandangan city light yang magis saat senja mulai turun, sangat pas untuk melamunkan masa depan yang masih abu-abu. Untungnya, udaranya tak sekeruh masa depan. Sebab, tak tercemar kepulan asap knalpot seperti kalau duduk melamun di depan Indomaret.

Identitas taman ini makin kuat dengan adanya patung tiga gunungan wayang berwarna merah yang ikonik. Meski aksesnya tergolong gampang karena cuma berjarak belasan menit dari Tugu Muda, pengunjung harus siap mental menghadapi jalanan menanjak dan area parkir yang agak sempit. Uniknya, tempat ini juga menjadi markas bagi banyak kucing liar yang menggemaskan. Jelas, ini adalah spot pelarian sempurna bagi para pecinta anabul buat menikmati semilir angin kota.

#2 Nostalgia menikmati kemegahan Semarang tempo dulu di Taman Srigunting

Duduk di sini terasa seperti sedang dibawa ke masa lampau. Pasalnya, letaknya berada di tengah-tengah Kota Lama Semarang, samping Gereja Blenduk. Suasana Kota Lama yang kental dengan estetika kolonial dan pohon raksasa yang sangat rindang, membuat suhu Semarang yang bengis jadi sedikit lebih bisa dikompromikan.

Taman Srigunting adalah spot melamun paling berkelas bagi penyuka arsitektur dan keramaian yang syahdu. Sayangnya, karena lokasinya berada di pusat wisata, jangan harap mendapatkan kesunyian total. Sebab, lantunan musisi jalanan dan lalu lalang wisatawan bisa jadi distraksi bagi yang butuh ketenangan maksimal. Namun tentu saja, pilihan ini jauh lebih mending ketimbang suara deru mobil.

Baca Juga:

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup

Karet Gas, Barang Paling Murah di Indomaret yang Jadi Penyelamat Banyak Orang

#3 Healing merakyat di sudut asri Taman Gajahmungkur yang ada di pemukiman elit

Taman Semarang satu ini adalah potret sebenarnya dari healing merakyat di tengah kepungan kemewahan. Kelebihannya terletak pada kontur tanah yang berundak dan pepohonan yang sangat teduh. Kondisi demikian menciptakan privasi alami yang sulit didapatkan di kursi Indomaret.

Lantaran berada di kawasan perumahan borjuis, Taman Gajahmungkur cukup terawat. Namun, sebaiknya hindari datang di saat akhir pekan. Soalnya, taman ini bakal disulap menjadi arena bermain anak-anak yang cukup ramai. Praktis, agenda merenung jadi urung.

Baca juga Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan Semarang.

#4 Taman Piere Tendean Signature Park, definisi estetika modern di tengah jalan protokol

Kalau mencari tempat melamun yang tampilannya lebih kekinian dan rapi, inilah jawabannya. Desain tamannya punya sentuhan modern dengan trotoar lebar dan bangku-bangku yang tertata apik. Bahkan, fasilitasnya terbilang mumpuni dengan adanya toilet difabel dan Wi-Fi gratis.

Meski letaknya tepat di seberang hiruk-pikuk Paragon Mall, taman ini menawarkan atmosfer yang sangat kontras. Selain keberadaan patung pahlawan nasional sebagai ikon utama, kehadiran rumah-rumah burung merpati di beberapa sudut memberikan kesan puitis. Alhasil, duduk diam di sini memberikan sensasi seolah sedang berada di taman-taman kota luar negeri yang sering muncul di layar film.

Berhenti sejenak dari keruwetan hidup memang butuh ruang yang sedikit lebih layak daripada sekadar kursi besi di teras Indomaret. Menghabiskan waktu di taman-taman ini bukan sekadar urusan duduk diam, melainkan cara sederhana untuk menjaga kewarasan tanpa harus merasa terintimidasi peluit tukang parkir liar. Sebab, setiap orang berhak atas momen melamun yang berkualitas, di mana satu-satunya gangguan hanyalah guguran daun atau semilir angin sore yang lewat dalam diam.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Mei 2026 oleh

Tags: indomaretkursi besi indomaretkursi IndomaretmerenungSemarangtamantaman semarang
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

6 Hal yang Bikin Salatiga Jadi Kota yang Sebenarnya Red Flag untuk Slow Living

13 April 2026
Lupakan Kursi Besi Indomaret, Orang Jogja Punya Ringroad untuk Meratapi Nasib Mojok.co

Lupakan Kursi Besi Indomaret, Orang Jogja Punya Ringroad untuk Meratapi Nasib

30 September 2025
Motor Honda Vario Merah Pemkot Semarang dan Hal-hal yang Perlu Diluruskan biar Nggak Salah Paham

Motor Honda Vario Merah Pemkot Semarang dan Hal-hal yang Perlu Diluruskan biar Nggak Salah Paham

7 Desember 2023
Kursi Indomaret Memang Nyaman, tapi Tidak Bisa Menggantikan Peran Psikolog Mojok.co

Kursi Indomaret Memang Nyaman, tapi Tidak Bisa Menggantikan Peran Psikolog

22 September 2024
Selamat Tinggal Bekasi, Ternyata Semarang Lebih Indah untuk Ditinggali dialek semarang

Maaf-maaf Saja, Semarang Jauh Lebih Superior ketimbang Cikarang, apalagi dalam 6 Hal Ini

16 Juli 2023
Tentrem Mall Semarang, Mall Elite yang Selalu Sepi Pengunjung

Tentrem Mall Semarang, Mall Elite yang Selalu Sepi Pengunjung

3 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bundaran Jombor, Salah Satu Titik Meresahkan di Jalan Magelang Mojok.co

Jalan Magelang: Surganya Depo Pasir dan Nerakanya Pengendara Cupu

8 Mei 2026
Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

9 Mei 2026
Jangan (Pernah) Percaya Kabar Kylian Mbappe (Akhirnya) Pindah ke Real Madrid, Pokoknya Jangan

Ketika 30 Juta Orang Ingin Kylian Mbappe Angkat Kaki dari Real Madrid

8 Mei 2026
Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan Terminal

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan

9 Mei 2026
Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso (Unsplash)

Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso: Sebuah Tutorial Merusak Mood Pecinta Bakso Daging Sapi

10 Mei 2026
Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.