Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

4 Persiapan saat Memulai Bisnis Baru

Muhammad Abdul Rahman oleh Muhammad Abdul Rahman
25 Agustus 2020
A A
mental pengusaha usaha panduan memulai bisnis baru mojok.co

mental pengusaha usaha panduan memulai bisnis baru mojok.co Belajar Mental Pengusaha dari Ismail bin Mail, Anak TK Tapi Punya Banyak Ide Bisnis

Share on FacebookShare on Twitter

Sukses atau tidaknya bisnis berjalan, tidak luput dari kesiapan para pemiliknya saat memulai kegiatan operasional perusahaan. Kalau di topik sebelumnya saya membicarakan bagaimana menyelamatkan perusahaan yang terancam pailit, di topik kali ini saya membicarakan awal mula perusahaan didirikan.

Memang bukan keahlian saya mengawal proses pembentukan sebuah badan usaha, baik dalam bentuk PT (perseroan terbatas) atau CV (commanditaire vennootschap) dan bentuk badan usaha lainnya. Tapi ndilalahe saya punya pengalaman mengawal bagaimana proses perusahaan atau badan usaha tersebut berdiri.

Sebuah bisnis, didirikan atas dasar kesamaan visi para pemiliknya. Baik kepemilikan tunggal atau kepemilikan bersama. Intinya adalah kesamaan visi membangun bisnis. Terutama bagi kepemilikan bersama, apabila ada salah dua di antaranya memiliki tujuan yang berbeda, saya pastikan bisnis tersebut tidak akan bisa bertahan lama.

Sebagai seorang profesional, apabila saya diminta untuk mengawal pendirian sebuah unit bisnis, menurut saya ada 4 hal yang perlu diperhatikan.

Persiapan memulai bisnis #1 Tahu konsep bisnisnya dan konsisten

Tujuan mendirikan bisnis adalah agar usaha yang berjalan dapat bertahan lama. Sesimpel itu. Maka, dimulai dari awal para pemilik harus sepakat bagaimana konsep bisnis ini akan berjalan. Biar tidak hanya omong doang di antara mereka.

Saya ambil contoh pengalaman Tirto Utomo pendiri Aqua. Beliau konsisten menjalankan usaha di bidang industri minuman meski di masa itu rasanya menjual air mineral dalam kemasan ketika orang bisa merebus air mentah menjadi air matang di rumah masing-masing. Tapi dengan ide brilian untuk mempermudah masyarakat mendapatkan air minum bersih tanpa harus repot-repot merebus dari rumah serta produknya mudah dibeli di toko-toko kelontong, Aqua digemari masyarakat dan menjelma sebagai industri perusahaan air mineral terkemuka di Indonesia.

Konsisten adalah kunci. Jika pembaca sekalian sudah memiliki visi dan tujuan ingin mendirikan perusahaan yang modelnya dan konsepnya jelas, tekuni serta jalani. Jangan lupa banyak ikhtiar agar jalannya bisnis dipermudah Tuhan.

Pengusaha bebas menentukan bisnis apa yang akan dipilihnya, tanpa harus terkekang dari pihak mana pun. Apalagi kalau dia menjadi pemegang sahamnya, sudah pasti berkuasa. Tapi yang perlu diperhatikan adalah konsisten dengan bisnisnya. Mau bergerak di bidang industri, jasa, manufaktur, dagang, atau yang lainnya bebas.

Baca Juga:

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

Fotografer Lari, Profesi dengan Potensi Cuan yang Amat Lumayan untuk Kamu Coba, Satu Foto Seharga Seratus Ribu!

Ingat, asal konsisten.

Persiapan memulai bisnis #2 Mengontrol pengeluaran tak perlu

Banyak pengusaha pemula sudah jor-joran mengeluarkan dana hanya untuk membeli aset seperti perlengkapan atau peralatan kantor yang sebetulnya tidak perlu-perlu amat dibutuhkan. Jika Anda bukan pemilik Paris Saint-Germain atau Manchester City, tidak usahlah berlagak seperti Syekh Mansour.

Dipikir, punya segala perlengkapan dan peralatan dapat menambah daya tarik sebuah perusahaan? Nggak juga. Apalagi secara penghasilan, perusahaan belum dapat membuktikan penambahan keuntungan ekonomis yang signifikan. Itulah pentingnya menghemat pengeluaran meskipun pengusaha tersebut memiliki uang segar.

Konsekuensi bagi pengusaha apabila terlalu jor-joran dalam pembelian aset, di masa mendatang, ada biaya yang tidak sedikit atas maintenance aset tersebut. Biaya yang menurut saya tidak seharusnya sebesar saat perusahaan betul-betul telah mapan bergerak. Bila terus-menerus dilanjutkan, bukannya mendapatkan tambahan penghasilan, perusahaan malah sibuk mengeluarkan biaya sia-sia.

Seharusnya biaya tersebut bisa dialokasikan ke hal yang lebih penting ketimbang pembelian aset yang dirasa belum perlu. Contohnya, bisa dialokasikan untuk divisi riset dan/atau marketing dengan tujuan dapat memberikan order-order yang besar bagi perusahaan dan tentunya akan lebih menguntungkan.

Pembelian aset bukannya tidak diperbolehkan, namun pemilik usaha harus cermat serta bijak dalam mengambil keputusan. Apabila perusahaan belum bisa dikatakan mapan, alangkah lebih baik menghemat pengeluaran sebaik mungkin agar pengeluaran yang menjadi biaya bagi perusahaan tidak keluar secara percuma dan dapat memberikan good impact sendiri bagi perusahaan.

Persiapan memulai bisnis #3 Cermat memilih pegawai

Aset terpenting perusahaan bukanlah peralatan, perlengkapan, gedung, atau yang lainnya. Pegawailah yang menurut saya paling penting. Sebuah perusahaan mampu menjalankan unit bisnisnya sesuai dengan tugas, pokok, dan fungsinya adalah berkat kerja keras para sumber daya manusianya.

Memilih pegawai pun tidak bisa sembarangan. Kegiatan operasional perusahaan berjalan dengan baik tergantung pada kinerja pegawai. Tips memilih pegawai yang baik bisa diperhatikan lewat artikel-artikel yang ditulis Seto Wicaksono, terutama bagaimana memilih dan teknik merekrut pegawai dengan baik. Niatnya agar perusahaan tidak salah pilih aset (pegawai).

Baik buruknya perusahaan di masa mendatang tidak luput dari kebijaksanaan pemilik usaha dalam mempercayakan operasional perusahaan kepada para pegawainya. Pemilik usaha tentu tidak akan ragu menggaji dengan nominal yang besar selama pegawainya menunjukkan kinerja memuaskan.

Bagi perusahaan yang baru berdiri, memilih karyawan membutuhkan kecermatan dan insting bisnis yang tajam. Karyawan tidak perlu tampan, cantik, atau enak dipandang. Semua itu bisa diubah apabila hidup mereka mapan dan punya uang cukup. Justru yang dibutuhkan adalah bagaimana sikap, kecerdasan, kejujuran, dan loyalitas yang ditunjukkan pegawai kepada perusahaan. Saya rasa hal ini perlu betul-betul dipahami para pemilik usaha.

Persiapan memulai bisnis #4 Pahami kewajiban perusahaan

Tak lain dan tak bukan adalah kewajiban perusahaan apabila telah berdiri dan beroperasi, yaitu membayar pajak. Saat ini legalitas perusahaan seperti NIB (nomor induk berusaha), NPWP, akta, dan lainnya saling berkaitan satu sama lain. Jadi, tidak ada alasan bagi perusahaan untuk mangkir dan tidak memenuhi kewajibannya.

Perusahaan yang bergerak tentu akan mendapatkan keuntungan/tambahan ekonomi yang disebut sebagai penghasilan. Atas penghasilan tersebut, ada kewajiban yang harus dilaksanakan, yaitu membayar pajak. Dengan membayar pajak, perusahaan menjadi bagian dari masyarakat Indonesia yang taat pada peraturan perundang-undangan. Bila tidak ingin usaha bermasalah di masa depan, mending dilakuin. Toh tinggal jalanin, nggak perlu ikut mikir bikin aturannya.

BACA JUGA Bisnis dan Perkara Segmentasinya yang Susah Diterka dan tulisan Muhammad Abdul Rahman lainnya. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Mei 2021 oleh

Tags: Bisnisdagang
Muhammad Abdul Rahman

Muhammad Abdul Rahman

Dosen di Universitas Nasional, Praktisi Perpajakan dan Keuangan, serta Mahasiswa Doktoral di Universitas Brawijaya.

ArtikelTerkait

Strategi Dagang Ci Mehong, Penjual Tanah Kuburan yang Viral di TikTok

Strategi Dagang Ci Mehong, Penjual Tanah Kuburan yang Viral di TikTok

2 Juni 2023
Biaya Admin Makin Mencekik, Mending Jadi Tukang Parkir Indomaret daripada Jualan di Marketplace

Biaya Admin Makin Mencekik, Mending Jadi Tukang Parkir Indomaret daripada Jualan di Marketplace

20 Februari 2024
Minum Kopi Itu Biasa Saja, Nggak Usah Dibikin Ribet dan Diromantisasi kopi artisan kopi senja barista kasta minum kopi terminal mojok.co

Sisi Gelap Kedai Kopi Jogja: Ganti Barista Tiap 3 Bulan demi Cuan

7 Oktober 2021
Dear Pemilik Kedai Kopi, Model Kursinya Jangan Panjang Semua, dong. Nggak Semua Pelanggan Kalian Datang Rombongan, lho

Dear Pemilik Kedai Kopi, Model Kursinya Jangan Panjang Semua, dong. Nggak Semua Pelanggan Kalian Datang Rombongan, lho

3 November 2023
Cara Licik Oknum Pedagang Es Teh Jumbo Meraup Keuntungan (Unsplash)

Es Teh Jumbo, Minuman Kekinian yang (Mulai) Merangkak Menuju Kebangkrutan  

11 September 2024
Makan di Warteg Harusnya Menduduki Puncak Klasemen Rekomendasi Kuliner terminal mojok.co

5 Kelakuan Pembeli yang Bikin Kesal Pemilik Warung Makan

30 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pantai Depok Batang, Destinasi Indah yang Berdampingan dengan Krisis Lingkungan Pesisir Mojok.co

Pantai Depok Batang, Destinasi Indah yang Berdampingan dengan Krisis Lingkungan Pesisir

30 Mei 2026
Soto, Kuliner Solo Bukan Makanan, tapi Jimat Bertahan Hidup (unsplash)

Soto, Warisan Budaya di Khazanah Kuliner Solo yang Tidak Lagi Dianggap Makanan, tapi Cara Bertahan Hidup

31 Mei 2026
Di Balik Solo yang Syahdu Sehabis Hujan, Ada Ancaman yang Mengintai Pengguna Jalan Terminal

Di Balik Solo yang Syahdu Sehabis Hujan, Ada Ancaman yang Mengintai Pengguna Jalan

31 Mei 2026
Korupsi Mandala Krida Bunuh Marwah Jogja Kota Budaya (Wikimedia Commons)

Kasus Korupsi Mandala Krida Membuat Jogja Kehilangan Marwahnya Sebagai Kota Beradab

29 Mei 2026
Pengalaman Saya Menemani Anak 3 Tahun untuk Sunat (Unsplash)

Pengalaman Saya Sebagai Bapak Milenial Mengalahkan Rasa Takut untuk Menemani Anak Sunat di Usia 3 Tahun

29 Mei 2026
Profesi Quality Control: Salah Sedikit Dimaki, Benar Terus Dianggap Nggak Kerja

Profesi Quality Control: Salah Sedikit Dimaki, Benar Terus Dianggap Nggak Kerja

3 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.