Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

4 Makanan Khas Jawa Timur Hasil Kawin Paksa yang Ternyata Harmonis di Lidah

Pradipto Bhagaskoro oleh Pradipto Bhagaskoro
21 Oktober 2021
A A
4 Makanan Khas Jawa Timur Hasil Kawin Paksa yang Ternyata Harmonis di Lidah terminal mojok (1)

4 Makanan Khas Jawa Timur Hasil Kawin Paksa yang Ternyata Harmonis di Lidah terminal mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Makanan khas Jawa Timur hasil kawin paksa? Emang ada?

Meski berada dalam satu pulau, masing-masing daerah di Jawa punya cara sendiri untuk mengolah dan menikmati makanannya. Hal tersebut membuat kuliner kita amat beragam. Keragaman kuliner ini rupanya bukan sekadar masalah selera, sebuah pendapat bahkan mengatakan bahwa kuliner di suatu daerah punya kesinambungan pada pola hidup dan watak masyarakatnya. Meski masih bisa diperdebatkan, saya termasuk orang yang mempercayai pendapat ini.

Saya percaya, orang-orang Jawa Timur punya jiwa petualang yang lebih tinggi dari penghuni Jawa lainnya, khususnya dalam hal kuliner. Hal ini tercermin dari kegemaran mereka bereksperimen mengawinkan berbagai olahan menjadi produk kuliner baru, yang nggak sekadar viral sebentar kemudian sepi, melainkan mampu bertahan menjadi tradisi.

Saking ugal-ugalannya dalam bereksperimen, beberapa makanan khas Jawa Timur disebut sebagai hasil kawin paksa dari bahan-bahan yang menurut bayangan masyarakat awam semestinya nggak berjodoh. Padahal ini masalah cita rasa, lho, bukan masalah jodoh. Masalah jodoh biarlah menjadi urusan para jomblo.

Bagi sebagian orang yang belum pernah mencoba, makanan khas Jawa Timur hasil kawin paksa ini pasti terdengar aneh bin ajaib. Nggak percaya? Yuk, kita langsung saja membahasnya.

#1 Rujak cingur

Rujak umumnya dikenal sebagai makanan yang memanfaatkan buah-buahan dan sayur-mayur dengan bumbu manis atau asam yang menyegarkan. Sementara itu, rujak cingur dirancang dengan paradigma yang berbeda.

Rujak cingur nggak hanya menawarkan rasa segar yang diwakili oleh kehadiran aneka buah-buahan dan sayur-mayur, tapi juga menghadirkan karbohidrat lewat lontong dan mi kuning. Jangan lupakan juga kandungan protein dalam tahu, tempe, dan tentu saja bintang utamanya, yakni cingur. Bagi kalian yang belum tahu, cingur adalah potongan mulut sapi.

Banyak orang sulit membayangkan kehadiran unsur sapi dalam hidangan yang disebut sebagai rujak. Apalagi yang digunakan di sini adalah bibirnya sapi. Orang-orang yang belum pernah mencoba dan mudah tersugesti biasanya akan membayangkan bibir sapi yang sedang mengunyah-ngunyah rumput ketika melihat rujak cingur.

Baca Juga:

Lontong Kupang Makanan Jawa Timur Paling Red, tapi Anehnya Banyak yang Suka

Stasiun Indro yang Menyedihkan Membuat Kota Industri Gresik Jadi Terlihat Payah

Namun jangan khawatir, paduan bahan-bahan yang terkesan bukan jodohnya ini ternyata bisa bersanding harmonis satu sama lain, menghadirkan kekayaan tekstur di bawah guyuran bumbu yang berbahan dasar kacang dan petis udang. Oh ya, jangan lupa kerupuknya, ya.

#2 Rujak soto

Masih dalam khazanah rujak-rujakan, rujak soto mengambil jalur ekstrem yang berbeda dari rujak cingur. Rujak dalam kuliner khas Banyuwangi ini sebenarnya punya unsur-unsur yang mirip dengan rujak cingur, terdiri dari kangkung, kacang panjang, taoge, tahu, tempe, timun, dan lontong.

Rujak kemudian disiram dengan bumbu kacang yang terbuat dari kacang goreng, gula merah, asam, petis, dan pisang batu muda. Kehadiran pisang batu muda dalam campuran bumbu kacang ini tentu dianggap aneh dan ngaco oleh mereka yang belum pernah mencoba. Namun, justru kehadiran jenis pisang inilah yang membuat rujak soto punya rasa yang begitu khas.

Ini masih belum selesai, rujak berbumbu kacang kemudian disiram lagi dengan kuah soto kaya rempah-rempah yang berisi babat, usus, dan tetelan daging sapi. Jika daging sapi sedang mahal, ternyata ada juga yang berkreasi menggunakan soto ceker ayam sebagai kuahnya. Masih kurang? Kalian bisa menambahkan telur asin dan kerupuk di atasnya.

Jika sebelumnya kalian berpikir bahan-bahan ini nggak masuk akal untuk digabungkan, segera enyahkan pikiran itu. Makanan khas Jawa Timur hasil kawin paksa ini justru akan membuatmu ingin nambah terus.

#3 Gulai kacang hijau

Kuliner yang satu ini sesungguhnya bernuansa Timur Tengah, namun banyak ditemukan di Surabaya, khususnya di kawasan Kampung Arab, Ampel. Racikan turun-temurun warga keturunan Arab yang sudah ratusan tahun bermukim di sana membuat hidangan ini punya kekhasan cita rasanya sendiri.

Ketika banyak orang membayangkan kacang hijau hanya cocok dibuat bubur, dicampur santan, yang terkadang ditemani ketan hitam dan roti, di sini kacang hijau bisa menjadi bahan untuk membuat gulai. Kacang hijau ternyata bisa berdampingan dengan daging kambing dalam satu piring.

Seperti halnya makanan Timur Tengah pada umumnya, gulai kacang hijau dibuat dengan beraneka macam rempah-rempah yang membuat kuahnya pekat. Rasa rempah-rempah yang kaya pada kuah gulai ternyata bisa serasi dan manunggal dengan rasa dan tekstur kacang hijau yang juga khas.

Gulai kacang hijau biasanya juga dihidangkan berpasangan dengan roti maryam. Perpaduan keduanya bukan saja bikin ketagihan, tapi juga ngangeni.

#4 Nasi pecel rawon

Tak jelas daerah mana yang memulai kreasi kuliner ini. Beberapa daerah mengklaim hidangan ini sebagai kuliner khas mereka. Kemungkinan besar, pecel rawon digagas oleh warung makan yang menjual pecel dan rawon sekaligus. Padahal, kedua makanan ini jelas berbeda konsep.

Seperti namanya, nasi dihidangkan dengan pecel, yang pada umumnya berisi sayuran yang disiram dengan bumbu kacang. Nasi pecel yang dihidangkan dengan rempeyek kacang dan telur asin, kemudian diguyur lagi dengan kuah rawon beserta potongan-potongan daging sapinya.

Ketika kuliner ini mulai dikenal di kawasan Pasar Pucang Surabaya pada tengah awal dekade 2000-an, nggak banyak yang mengira bahwa bumbu kacang dan kuah kluwak yang hitam pekat ternyata bisa berkolaborasi dengan baik. Rempeyek kacang yang setengah lumer diterjang kuah rawon juga menambah keseruan memakan hidangan yang sebenarnya sederhana ini.

Keempat makanan khas Jawa Timur di atas setidaknya membuktikan bahwa kenikmatan bisa dicapai dengan menerobos batas-batas kemapanan. Makanan-makanan ini memang hanya untuk mereka yang berani mencoba. Dan siapa pun yang sudah pernah mencoba mestinya sepakat bahwa biarpun dikawinkan paksa, semua bahan ternyata bisa rukun dan harmonis sebagai makanan yang layak dinikmati.

Tapi, cukup makanan saja ya yang dikawinkan paksa, orangnya jangan. Hehehe.

Sumber Gambar: YouTube CahLuwe

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Oktober 2021 oleh

Tags: jawa timurkawin paksamakanan khaspilihan redaksi
Pradipto Bhagaskoro

Pradipto Bhagaskoro

Penulis dan seniman bunyi-bunyian.

ArtikelTerkait

Kasta Merek Sepatu Lari yang Paling Banyak Dipakai Pelari di CFD Sudirman Jakarta Mojok.co

Kasta Merek Sepatu Lari yang Paling Banyak Dipakai Pelari di CFD Sudirman Jakarta

19 Agustus 2024
Wisuda TK Hanyalah Pembelokan Sejarah dan Pemborosan

Wisuda TK Hanyalah Pembelokan Sejarah dan Pemborosan

16 Juni 2023
Trenggalek Tidak Lebih Baik Dibandingkan Ponorogo, tapi Cukup Nyaman Ditinggali kok Mojok.co

Ponorogo Lebih Nyaman Ditinggali daripada Trenggalek, Fasilitasnya Lebih Lengkap dan Mumpuni

8 Januari 2024
3 Kuliner di Tegal yang Tak Biasa dan Wajib Dicoba Bagian 2 terminal mojok.co

3 Kuliner di Tegal yang Tak Biasa dan Wajib Dicoba Bagian 2

5 Januari 2022
Surat Terbuka untuk Pemerintah Kabupaten Malang: Jalanan di Jalur Ngantang dan Payung Minim Cahaya dan Tambalan Tidak Rata, Gimana Ini?!

Surat Terbuka untuk Pemerintah Kabupaten Malang: Jalanan di Jalur Ngantang dan Payung Minim Cahaya dan Tambalan Tidak Rata, Gimana Ini?!

29 Agustus 2023
10 Lagu tentang Selingkuh yang Pernah Populer di Indonesia Terminal Mojok

10 Lagu Bertema Selingkuh yang Pernah Populer di Indonesia

23 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Embek-Embek Makanan Khas Tegal Paling Mencurigakan, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba Mojok.co

Embek-Embek Makanan Khas Tegal yang Nama dan Rasanya Sama-sama Aneh, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba

12 Maret 2026
7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik Mojok.co

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik

17 Maret 2026
Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026
Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Mempercepat Antrean di Psikiater

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Menambah Antrean di Psikiater

14 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa, Jangan Dibeli daripada Kamu Kecewa dan Menderita

13 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman
  • Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.