Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

4 Hal yang Cuma Ada di Kampus Indonesia, Kampus Turki Nggak Punya

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
26 Oktober 2025
A A
4 Hal yang Cuma Ada di Kampus Indonesia, Kampus Turki Nggak Punya

4 Hal yang Cuma Ada di Kampus Indonesia, Kampus Turki Nggak Punya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai alumni kampus di Indonesia yang sekarang melanjutkan kuliah di Turki, saya baru menyadari bahwa kampus di Indonesia itu unik. Ada budaya akademik hingga kebiasaan sosial budaya yang cuma ada di sana dan nggak bisa saya temukan di Turki.

Hal-hal kecil tersebut dulu saya anggap sebagai hal biasa yang selalu saya temukan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi setelah mulai kuliah di sini, perbedaan-perbedaan ini jadi menarik untuk diceritakan.

Kebetulan saya mendapatkan kesempatan untuk merasakan perbedaan keduanya. Saya merampungkan kuliah S1 saya di Indonesia dan alhamdulillah cukup beruntung untuk melanjutkannya ke jenjang S2 di Turki.

Setelah mengamati selama setahun sembari melanjutkan hidup di Turki, berikut ini beberapa hal yang cuma ada di kampus Indonesia tapi nggak ada di Turki.

#1 Jaket almamater nggak ada di Turki

Setelah resmi menjadi mahasiswa di suatu kampus di Indonesia, kita pasti akan langsung mendapatkan jaket almamater. Jaket almamater ini multifungsi sekali. Bisa dipakai saat KKN, mengikuti lomba nasional, hingga sekadar ajang pamer identitas waktu naik motor.

Saya dulu waktu S1 pun langsung mengambil jaket almamater di Gelanggang Mahasiswa yang lama beberapa waktu sebelum perkuliahan dimulai. Tapi ketika saya mulai S2 di Turki, nggak ada pengumuman dari kampus untuk mengambil jaket almamater.

Rupanya, di Turki memang nggak ada budaya jaket almamater. Biasanya organisasi mahasiswa (ormawa) yang secara mandiri bikin jaket sendiri untuk satu jurusan. Tapi itu pun jarang.

#2 Ospek kampus hanya ada di Indonesia

Orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) dengan segala bentuk dan namanya adalah acara wajib di setiap kampus di Indonesia. Ospek diperuntukkan bagi mahasiswa baru dan tujuan utamanya untuk mengenal lingkungan akademik dan sosial kampus. Di kampus-kampus dengan senior yang waras, ospek ini acara yang menyenangkan sekaligus membantu maba untuk beradaptasi.

Baca Juga:

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

Tapi di Turki nggak ada ospek. Saat saya pertama kali datang, yang membantu saya beradaptasi dan registrasi ini-itu adalah teman-teman sekamar saya yang kebetulan sama-sama mahasiswa internasional seperti saya.

Mengingat nggak adanya ospek ini, saya jadi harus mengeksplor sendiri lingkungan akademik dan sosial kampus saya. Saya harus mencari tahu sendiri bagaimana cara nge-chat dosen yang benar hingga di mana letak mushola di fakultas.

Tapi di sini tetap ada acara pengenalan ormawa dan UKM seperti di Gelanggang Expo UGM. Kampus saya di Indonesia tersebut bikin acara itu dua kali dalam setahun. Acara yang terbarunya baru diadakan pekan ini.

#3 Komunikasi dengan dospem yang kaku cuma ada di kampus Indonesia

Sebelum datang ke Turki, saya waswas dengan calon dosen pembimbing tesis saya. Saya takut kalau dospem S2 saya akan seperti dospem sewaktu saya S1.

Tapi rupanya, di sini hampir semua dosen murah hati dan mudah dihubungi, apalagi kalau kita terlihat sangat serius untuk belajar dan semangat menulis tesis. Komunikasi saya dengan dosen pembimbing sudah seperti rekan. Kalau saya pengin konsultasi terkait tugas (saat ini posisinya saya belum menulis tesis), beliau selalu available untuk diskusi.

Saya dengan dospem nggak menggunakan e-mail untuk berkomunikasi. Kami lebih sering telponan. Iya, telponan! Kalaupun terpaksa harus menulis atau berkirim dokumen, kami menggunakan media WhatsApp. Dan nge-chat-nya pun langsung to the point, tanpa harus menulis pendahuluan, isi, dan penutup sebagaimana nge-chat dosen di kampus Indonesia.

#4 Skripsi nggak wajib dilakukan di Turki

Nah, ini dia gongnya! Skripsi untuk mahasiswa S1 itu nggak wajib lho di Turki. Beberapa jurusan di sini meluluskan mahasiswanya berdasarkan jumlah SKS mata kuliah yang sudah diambil dan/atau nilai akhir. Ada pula yang mewajibkan mahasiswanya menyelesaikan tugas akhir. Tapi nggak sekaku skripsi.

Bahkan mahasiswa S2 saja boleh memilih mau yang pakai tesis atau non-tesis. Kalau memilih program non-tesis, sistemnya akan mirip seperti S1.

Apakah lantas menjadi mahasiswa di Turki bebas stres karena nggak ada skripsi? Wah, ya jelas tidak! Apalagi jika kamu adalah mahasiswa internasional yang baru belajar bahasa tapi kuliahnya pakai bahasa pengantar bahasa Turki. Itu saja sudah cukup bikin stres dan pusing.

Selain itu, mahasiswa S1 pun sudah kepalang pusing tiap ujian karena di sini sistem pemberian nilainya hanya berdasarkan ujian. Presensi dan keaktifan di kelas nggak memengaruhi nilai di transkrip. Untuk lebih lengkapnya kamu bisa membaca artikel saya yang lain, tentang hal-hal yang ada di kampus Turki tapi nggak ada di Indonesia.

Kampus di Indonesia dan Turki punya karakteristik hingga plus-minus masing-masing. Sebagai mahasiswa, yang bisa dilakukan atas semua perbedaan itu ya hanya membiasakan diri agar bisa melewatinya.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Sisi Gelap Jadi Penerima Beasiswa Luar Negeri

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2025 oleh

Tags: jaket almamaterKampuskampus indonesiakampus turkikuliah di luar negerimahasiswa indonesiamahasiswa turkiSkripsi
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

5 Benda dari Indonesia yang Bikin Takjub Orang Turki dan Negara Lain

5 Benda dari Indonesia yang Bikin Takjub Orang Turki dan Negara Lain

22 Oktober 2024
Jangan Malu Jadi Mahasiswa Jurusan Sosiologi. Hidup Kalian Nggak Akan Sesuram itu, kok

Jadi Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Sesuram Itu, kok. Masih Ada Jurusan Filsafat yang Prospek Kerjanya Lebih Dipertanyakan

5 Desember 2023
Warmindo Mengalahkan Coffee Shop Bukti Kita Masih Waras (Hammam Izzuddin:Mojok.co)

Alasan Logis dari Fenomena Anak Muda Meninggalkan Coffee Shop dan Beralih ke Warmindo kalau Mau Mengerjakan Skripsi

22 Oktober 2023
Derita Lulusan S2, Susah-susah Kuliah Ujungnya Jadi Budak Profesor dan Terjebak Pinjol Mojok.co

Derita Lulusan S2, Susah-susah Kuliah Ujungnya Jadi Budak Profesor dan Terjebak Pinjol

15 Juli 2024
Alasan Mahasiswa ITB Jatinangor Jarang Terlihat Adalah Perkara 'Kenyamanan' terminal mojok.co

Tak Ada Yang Lebih Tabah Dari Mahasiswa Skripsi

20 Juni 2019
Ada Nama Pacar di Skripsi Itu Nggak Dosa Kok Mojok.Co

Ada Nama Pacar di Skripsi Itu Wajar, kalau Putus Pikir Belakangan

23 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

1 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 
  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.