Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

4 Hal yang Bisa Dilakukan agar PKK Lebih Bermanfaat dan Nggak Jadi Ajang Ngerumpi doang

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
16 Februari 2023
A A
4 Hal yang Bisa Dilakukan agar PKK Lebih Bermanfaat dan Nggak Jadi Ajang Ngerumpi doang

4 Hal yang Bisa Dilakukan agar PKK Lebih Bermanfaat dan Nggak Jadi Ajang Ngerumpi doang (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tidak bisa dimungkiri, PKK begitu lekat dengan kehidupan saya. Sampai usia 7 tahun saya masih sering diajak ibu menghadiri PKK. Sebab ibu saya adalah pemegang iuran gotong royong yang nggak bisa absen sekaligus nggak bisa meninggalkan saya yang masih kecil sendirian di rumah. Mars PKK masih saja terngiang-ngiang di kepala saya. Saya merasa cukup akrab dengan kegiatan PKK sehingga saya merasa perlu menulis artikel ini.

PKK adalah singkatan dari Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga. Ide mengenai gerakan ini sudah digodok sejak tahun 50-an, tapi baru resmi diberlakukan secara nasional sejak 27 Desember 1972. Misinya sungguh mulia, yaitu menyejahterakan masyarakat dari lingkup terkecil, rumah tangga. Terlepas dari tujuan terselubungnya untuk menjinakkan gerakan perempuan dan mengembalikan peranan perempuan ke ranah domestik.

Kegiatan PKK yang monoton dan kurang produktif

Sepengamatan saya, sejak dulu hingga sekarang PKK punya template kegiatan yang tak jauh berbeda di setiap daerah. Yaitu kegiatan arisan bergilir di rumah-rumah warga. Sangat jarang kegiatan PKK yang melakukan kerja produktif, meskipun ada. Biasanya yang dikerjakan nggak jauh-jauh dari memperindah lingkungan, rangkap tugas sebagai kader posyandu, pengurus PAUD, atau latihan wirausaha. Itu pun produknya hanya dipamerkan pada lokakarya yang diadakan pemerintah atau bazar kampung, jarang yang dipasarkan skala besar.

PKK juga lekat dengan stigma tempat ngrumpi. Bagi sebagian orang, kegiatan PKK menjadi wahana rekreasi dari penatnya kehidupan berumah tangga. Tapi, bagi sebagian lainnya terutama kaum introvert, kegiatan PKK tak ubahnya ujian kesabaran. Masih banyak yang meniatkan menghadiri PKK demi menghindari pengucilan. Biar nggak dirasani warga lain gitu.

Dilihat dari situasi di atas, sebenarnya PKK nggak sepenuhnya buruk sebab bisa menjaga kampung tetap guyub. Hanya saja PKK perlu dimanfaatkan untuk kegiatan yang berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Sehingga 10 program pokok PKK bisa terimplementasikan dengan baik. Misalnya saja melalui kegiatan berikut:

Pencegahan politik uang dan penangkal hoax

Seharusnya PKK nggak cuma dimanfaatkan untuk panggung kampanye. Bisa juga menjadi media untuk mewujudkan demokrasi yang sehat, bebas politik uang dan bebas hoax. Sebab, praktik politik praktis semacam ini sangatlah berbahaya dan terbukti cuma bikin rakyat susah. Ujung-ujungnya korupsi tetap langgeng untuk balik modal biaya kampanye.

Jika benar-benar serius mau memberantas politik uang dan menangkal hoax, pemerintah melalui Bawaslu bisa memanfaatkan PKK untuk membentuk pola pikir masyarakat. Tak tanggung-tanggung, pendidikan ini bisa ditanamkan hingga ke akar rumput. Sosialisasinya tidak cukup dengan sekali atau dua kali pertemuan. Perlu upaya berkelanjutan untuk memastikan pola pikir masyarakat benar-benar terbentuk.

Menjadikan ibu-ibu sebagai sarana pendidikan politik adalah pilihan yang tepat. Mengingat perempuan sering dieksploitasi dengan iming-iming materi untuk menjual suaranya. Selain itu ibu adalah sekolah pertama untuk anak-anaknya. Sehingga jika pola pikir ibu sudah terbentuk baik, akan sangat mudah mewariskan kebiasaan baik ini pada keturunannya.

Baca Juga:

Orang Indonesia Suka Banget Rapat, tapi Nggak Suka Ambil Keputusan, Akhirnya ya, Rapat Lagi!

Singapura Negara Kaya, tapi Rapat Pejabatnya Terlalu Pelit dan Sederhana

Bisa dibayangkan betapa luar biasa dampaknya jika para ibu punya kesadaran berpolitik yang sehat? Dijamin politik uang dan hoax nggak akan punya tempat di negeri ini. Kenyataannya, masyarakat yang buta politik dan mudah disogok memang sengaja dipelihara. Oleh karena inilah cara instan untuk menang bagi wakil rakyat kita yang malas mikir dan nggak mau berusaha. Angel, wes angel.

Menggali aspirasi perempuan

PKK seharusnya bisa menjadi tempat yang tepat untuk menggali aspirasi perempuan. Agar semakin banyak suara perempuan yang terwakilkan dalam konstitusi kita. Seharusnya PKK bisa menjadi tempat untuk sosialisasi berbagai regulasi yang berkaitan dengan perempuan. Misalnya tentang UUPPA, UU perkawinan, dan sebagainya. Terutama untuk masyarakat pelosok yang masih minim akses informasi.

Contoh simpelnya, perempuan bisa mengetahui bagaimana cara membuat laporan saat menjadi korban KDRT sekaligus minta perlindungan ke pihak yang berwenang. Soalnya banyak banget regulasi di negeri ini yang kurang transparan. Sosialisasi cuma berhenti di pemangku jabatan. Nah, Komnas Perempuan bisa lo blusukan ke kampung-kampung melalui PKK untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak-hak perempuan.

Literasi finansial

Literasi finansial sangat penting untuk kaum ibu yang sebagian besar bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan keluarga. Sebenarnya bukan cuma kaum ibu yang perlu melainkan semua orang. Agar kita nggak cuma jago nyari uang, tapi juga mampu menggunakan uang secara bijak. Sebab selama ini masyarakat masih ragu-ragu untuk memiliki aset. Entah karena takut tidak aman atau merasa susah menyisihkan uang.

Jadi tak cukup mengajari ibu-ibu keterampilan berwirausaha. Barangkali bisa juga diperkenalkan dengan berbagai produk investasi, bagaimana cara berinvestasi yang aman, dan lain sebagainya. Contoh sederhananya tabungan emas yang lebih mudah dipahami lintas generasi dan cenderung stabil keamanannya karena menggunakan emas. Tabung emas sudah banyak tersedia di berbagai perusahaan investasi, bahkan Pegadaian.

Berhubung menyampaikan informasi ini nggak bisa sembarangan, kegiatan ini bisa bekerja sama dengan ahlinya. Bisa orang Pegadaian, koperasi, hingga bank ternama. Atau bisa juga akademisi sebagai program pengabdian masyarakat.

Kampanye ketahanan pangan dalam kegiatan PKK

Kegiatan ini bisa banget buat seru-seruan bareng. Nggak perlu nunggu ada demo masak dari perusahaan alat-alat dapur. Ibu-ibu bisa mengadakan kegiatan demo memasak menggunakan bahan pangan lokal. Barangkali banyak ibu-ibu muda yang kesulitan mengolah bahan-bahan makanan tradisional yang jarang dijual di supermarket. Nah, ibu-ibu senior yang kebetulan jago masak bisa tuh berbagi tips dan trik. Selain bisa sharing ilmu, kegiatan ini sekaligus menjadi kampanye ketahanan pangan lo.

Barangkali kegiatan di atas terdengar terlalu idealis dan ribet untuk dilaksanakan. Apalagi sifat dasar ibu-ibu PKK yang masih suka ngobrol sendiri kalau ada yang sosialisasi. Tapi percaya deh, pasti ada saja kok satu dua orang yang menyimak dengan seksama. Yang penting kan niat baiknya dulu, ygy.

Jika saran-saran di atas bisa dilaksanakan, bukan tidak mungkin keluarga dan masyarakat akan semakin sejahtera. Sesuai dengan nama dan cita-cita PKK itu sendiri. Memang sulit, tapi nggak buruk juga untuk dicoba kan?

Penulis: Erma Kumala Dewi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Dharma Wanita, Kumpulan Ibu-ibu Super di Dunia Birokrat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Februari 2023 oleh

Tags: gibahibu-ibu PKKkegiatanrapat
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

4 Hal Nggak Menyenangkan yang Dirasakan PNS Saat Naik Jabatan

5 Peringkat Teratas Topik Gibah PNS di Kantor Instansi Pemerintah

26 Maret 2022
Mengupas 5 Jenis Soft Skill di Balik Aktivitas Gibah terminal mojok

Mengupas 5 Macam Soft Skill di Balik Aktivitas Gibah

29 Juli 2021
Rapat Organisasi yang Lama, apalagi sampai Tengah Malam Jelas Bukan Rapat yang Bermutu

Rapat Organisasi yang Lama, apalagi sampai Tengah Malam Jelas Bukan Rapat yang Bermutu

4 September 2023
agen perubahan

3 Sisi Positif Ngomongin Dosen yang para Mahasiswa Perlu Tahu

31 Mei 2021
Singapura Negara Kaya, tapi Rapat Pejabatnya Terlalu Pelit dan Sederhana

Singapura Negara Kaya, tapi Rapat Pejabatnya Terlalu Pelit dan Sederhana

18 Mei 2024
Skema Kedekatan Pertemanan Berdasarkan Banyaknya Grup WhatsApp Turunan terminal mojok.co

Skema Kedekatan Pertemanan Berdasarkan Banyaknya Grup WhatsApp Turunan

17 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

14 Mei 2026
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.