Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

4 Cara Halus Pemilik Kolam Pemancingan Memeras para Pemancing

Marselinus Eligius Kurniawan Dua oleh Marselinus Eligius Kurniawan Dua
8 September 2025
A A
4 Cara Halus Pengelola Kolam Pemancingan Memeras Duit Pemancing Mojok.co

4 Cara Halus Pengelola Kolam Pemancingan Memeras Duit Pemancing (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kolam pemancingan seharusnya bisa jadi surga kecil bagi mereka yang hobi mancing. Tempat ini bisa jadi pilihan ketika seseorang suntuk dengan rutinitas sehari-hari. Bisa juga jadi tempat kabur sementara ketika persoalan datang bertubi-tubi. Dengan kata lain, untuk segelintir orang, kolam pemancingan adalah tempat healing yang memainkan peran penting dalam hidup. 

Sayangnya, tidak semua tempat pemancingan cocok jadi tempat melarikan diri. Banyak pengelola pemancingan yang menerapkan berbagai siasat licik demi meraup cuan sebanyak-banyaknya. Mereka “memeras” secara halus yang tidak disadari oleh para pemancing. Alih-alih membuat pemancing betah, dosa-dosa itu justru bikin kapok dan tidak ingin balik lagi. 

#1 Harga tiket masuk kolam pemancingan yang tidak pasti 

Di tempat yang sering saya datangi, harga tiket masuk kolam pemancingan kerap naik dari harga normal. Tidak jelas apa alasannya. Bahkan, kadang beda harga tiket antara pelanggan lama dan orang baru. Pokoknya suka-suka sendiri.

Beberapa orang sempat mempertanyakan alasan di balik penetapan harga tiket masuk yang tidak jelas itu. Pengelola berdalih, harga pakan ikan sedang naik. Padahal, kami tahu betul, hal itu tidak benar. 

Sudah harga tiketnya suka naik sesuka hati, fasilitas di sana tidak ada perbaikan. Air masih masih saja bau dan kolamnya kotor. Lama-lama lebih cocok disebut comberan daripada kolam pemancingan. Belum lagi, saung-saung di kolam pemancingan sudah reyot, kursi patah, hingga toilet yang menjijikan. Benar-benar bikin kapok. 

#2 Mengakali timbangan ikan 

Cara licik ini kerap dilakukan ketika ada lomba di kolam pemancingan. Petugas biasanya mengakali timbangan agar tidak mencerminkan kondisi nyatanya. Di saat lomba, timbangan disiasati sebisa mungkin agar ikan-ikan yang ditimbang semakin ringan. Sebab, kalau pemancing berhasil menyentuh berat tertentu, mereka bisa mendapatkan hadiah tertentu dari pengelola. 

Apabila tidak sedang ada perlombaan, pengelola mengakali dengan cara sebaliknya. Sebisa mungkin timbangan semakin berat. Sebab, pemancing akan membayar sejumlah berat ikan yang dibawa pulang. 

Curang kan? 

Baca Juga:

15 Dosa Pemancing di Kolam Pemancingan yang Meresahkan, Bikin Rusak Suasana

Gagal Paham dengan Orang-orang yang Benci Hobi Mancing

#3 Ada pengaturan spot di kolam pemancingan

Beberapa kolam pemancingan punya trik kotor. Mereka melakukan rekayasa sehingga ada spot yang banyak ikan dan ada spot yang cenderung sepi ikan. Spot-spot “emas” biasanya disiapkan untuk orang dalam atau pelanggan khusus. Pemancing umum cuma dapat bagian sisa. 

Jengkelnya, ada pegawai kolam ikan yang memanfaatkan informasi ini untuk dapat tambahan pendapatan. Pemancing umum harus mengeluarkan “uang rokok” kalau mau dapat spot bagus. Rasa-rasanya seperti dipalak secara halus. 

#4 Pengelola kolam pemancingan pelit tebar ikan

Kecurangan yang satu ini sulit dimaafkan. Pengelola atau pemilik pemancingan secara sadar dan sengaja pelit menebar ikan di kolam. Alasannya, mereka tidak ingin stok ikan yang dimiliki cepat habis. Pemancing yang paling dirugikan dengan praktik ini. Mereka sudah bayar tiket masuk untuk memancing, eh malah ikan yang tersedia dikit. 

Para pemancing pulang tangan kosong. Niat cari peruntungan, justru dibuat seolah buntu dan buntung. Para pemancing pun pergi dengan rasa kesal, cerita, dan kutukan. Bahkan, ada yang sampai bersumpah tak akan pernah kembali ke tempat tersebut saking kecewa dan marah.

Itulah dosa-dosa pengelola kolam pemancingan berdasar pengalaman saya. Dosa-dosa yang sengaja dilakukan demi mempertebal keuntungan. Menuliskan ulang pengalaman ini, sebagai seseorang yang hobi mancing di kolam pemancingan, saya jadi merasa seperti “diperas” secara halus ya. Semoga hal ini tidak terjadi pada para pembaca semua. 

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 4 Akal-akalan Penjual Sate Ayam “Mempermainkan” Harga demi Untung Besar dan Bikin Pembeli Kapok. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 September 2025 oleh

Tags: hobi mancingkolam pemancinganlomba mancingmancingpemancingpemancingan
Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

ArtikelTerkait

Gagal Paham dengan Orang-orang yang Benci Hobi Mancing Mojok.co

Gagal Paham dengan Orang-orang yang Benci Hobi Mancing

4 Juni 2025
15 Dosa Pemancing di Kolam Pemancingan yang Meresahkan, Bikin Rusak Suasana

15 Dosa Pemancing di Kolam Pemancingan yang Meresahkan, Bikin Rusak Suasana

7 September 2025
Memahami Alasan Mengapa Mancing Menjadi Primadona Masyarakat Rural terminal mojok

Memahami Alasan Mengapa Mancing Jadi Primadona Masyarakat Rural

27 Mei 2021
Orang-orang Di Desa Saya Nggak Butuh Kelas Fitness agar Badannya Terbentuk terminal mojok.co

Acara Mancing di TV Sungguh Bikin Gusar Nelayan di Kampung Saya

17 Januari 2021
Di Balik Hobi Memancing yang Terlihat Sia-sia Mojok.co

Di Balik Hobi Memancing yang Terlihat Sia-Sia

22 November 2024
Mancing Waderan, Alternatif Healing Murah Meriah ala Anak Sleman Barat

Mancing Waderan, Alternatif Healing Murah Meriah ala Anak Sleman Barat

8 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kopi Klotok Jogja Tidak Buka Cabang (Foto milik Hammam Izzudin)

Kopi Klotok Jogja Tidak Buka Cabang karena Fenomena Ndeso Itu Mewah Tidak Bisa Ditiru

26 Januari 2026
UT, Kampus yang Paling Mengerti Mahasiswa. Nggak Perlu Panggung untuk Bisa Berprestasi

UT, Kampus yang Paling Mengerti Mahasiswa. Nggak Perlu Panggung untuk Bisa Berprestasi

27 Januari 2026
Pronosutan Kulon Progo, Tujuan Baru para Pelari dan Pencari Ketenangan

Pronosutan Kulon Progo, Tujuan Baru para Pelari dan Pencari Ketenangan

26 Januari 2026
3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

27 Januari 2026
Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

26 Januari 2026
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.