Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

4 Alasan Kita Nggak Perlu Nyinyirin Ruang Kerja Pak Bamsoet

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
19 Juli 2021
A A
ruang kerja pak bamsoet mojok

ruang kerja pak bamsoet mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika melihat berita tentang Pak Bamsoet di salah satu media online, saya bukannya tertarik dengan isi pemberitaan, tapi justru gagal fokus dengan desain ruang kerja beliau yang emejing. Ya maap, habis judul beritanya Varian Delta Menyebar Luas, Bamsoet Minta Kemlu Larang WN India Masuk, tapi fokusnya ke kantor blio. Kan otak saya jadi berkelana ke mana-mana.

Balik soal ruang kerja Pak Bamsoet. Saking keponya, saya sampai stalking ke IG beliau. Rupa-rupanya, beliau cukup sering memposting foto dengan latar belakang ruang kerjanya. Lihatlah bagaimana mengilapnya lantai marmer di ruang kerja beliau. Sungguh membuat hati seorang emak macam saya bertanya-tanya: obat pelnya pakai merek apa, Pak? Bisa kinclong gitu.

Tengok pula berbagai macam pernak-pernik yang menghias ruang kerjanya. Ada hiasan kepala binatang yang diawetkan digantung di dinding, telepon klasik, keramik-keramik cantik, sampai mobil klasik yang harganya pasti bikin kaum tipis tercekik. Ah, iya. Yang paling emejing jangan sampai terlupakan: hiasan gading gajah yang dipasang di kiri kanan kursi megah beliau. Meski saya curiga, itu gading gajah atau mammoth, ya? Gede banget! Aslikah? Kalau asli, wah, ngeri. Kalau palsu, hmm, apa iya?

Tapi, semewah-mewahnya ruang kerja beliau, tak sepatutnya kita iri apalagi berharap punya ruang kerja yang sama dengan beliau. Ini alasannya.

Pertama, bikin gagal fokus

Bayangkan kamu duduk di kursi Pak Bamsoet yang megah itu. Lalu arahkan pandanganmu ke sekeliling. Dijamin, kamu pasti nggak  bakal tahan untuk pegang ini dan itu. Ih, ini apa? Eh, itu lucu, deh. Bla bla bla. Kalau seperti itu kapan kerjanya? Jadi, buat kita yang gampang teralihkan dengan sesuatu, sudahlah, jangan membayangkan punya ruang kerja seperti Pak Bamsoet. Kamu nggak akan sanggup. Cukup beliau saja.

Kedua, merepotkan

Dengan ruangan kerja seluas itu, tentu akan merepotkan. Merepotkan dari segi perawatan dan menjaga kebersihannya, serta merepotkan ketika kita kehilangan sesuatu. Mulai dari pulpen nyelip di mana sampai HP yang lupa tadi digletakin di mana. Bakal bingung nyarinya di mana tauk.

Itu baru soal barang. Belum kalau ada ponakan yang iseng masuk ke ruang kerja. Ya Lord, para bocil itu, dengan kelakuan mereka yang lincah nian, pasti menjadi ancaman tersendiri bagi keberadaan benda-benda klasik dan mahal yang ada di ruangan. Senggol dikit, bisa lecet bahkan pecah. Ah, sungguh merepotkan. Yakin masih mau ruang kerja seperti Pak Bamsoet?

Ketiga, nakutin

Saat harus lembur sampai lewat tengah malam, begadang di ruang kerja seperti milik Pak Bamsoet pasti nggak mudah. Bayangkan, ruangan seluas itu hanya kita sendirian! Mana interiornya sebagian besar benda klasik pula! Benda-benda klasik itu, kalau di film-film, identik dengan roh, setan, dkk. Bikin tambah horor suasana nggak, sih? Apalagi, bagaimana kalau kemudian, hiasan kepala-kepala binatang yang tergantung di dinding itu tiba-tiba hidup? Menyerang dan memenggal kepala kita untuk gantian dijadikan hiasan dinding? Alamakkk!!

Baca Juga:

Kabupaten Tangerang Melesat Meninggalkan Kota Tangerang: Kehidupan di Kabupaten Lebih Mewah dan Modern!

7 Warna Elegan yang Jarang Diketahui Orang

Terakhir, sadar diri

Alasan keempat dan yang paling penting kenapa kita tidak seharusnya punya ruang kerja seperti milik Pak Bamsoet adalah karena kita adalah kaum remah-remah. Sadarilah itu wahai kawan. Berharap ruang kerja seperti beliau? Kerja, kerja, kerja. Itupun belum tentu kesampaian.

Lagian kalau kaum tipis punya ruang kerja macem Pak Bamsoet, bukannya terlihat mewah, malah kayak penadah barang selundupan.

BACA JUGA Jangan-jangan Negara yang Sering Disindir Film India Itu Indonesia? dan artikel Dyan Arfiana Ayu Puspita lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 September 2021 oleh

Tags: gading gajahHiburan Terminalmewahpak bamsoetruang kerja
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

3 Rekomendasi Film Korea Bergenre Biografi yang Bisa Jadi Inspirasimu terminal mojok

3 Rekomendasi Film Korea Bergenre Biografi yang Bisa Jadi Inspirasimu

25 Juli 2021
dimas djay maestro iklan absurd mojok

Dimas Djay, Maestro Iklan Absurd Tiada Banding

23 Juli 2021
they call me babu mojok

They Call Me Babu: Seutas Kisah Sejarah Babu pada Masa Kolonial Belanda

27 Juli 2021
3 Pelajaran Berumah Tangga dari Sinetron Mahabharata di ANTV terminal mojok

3 Pelajaran Berumah Tangga dari Sinetron ‘Mahabharata’ di ANTV

9 Juli 2021
4 YouTuber Indonesia Underrated dengan Konten Menarik dan Nggak Banyak Drama terminal mojok

4 YouTuber Indonesia Underrated dengan Konten Menarik dan Nggak Banyak Drama

27 Juni 2021
Rurouni Kenshin: The Beginning, tentang Masa Lalu Battosai yang Kelam dan Dilematis terminal mojok.co

Rurouni Kenshin: The Beginning, tentang Masa Lalu Battosai yang Kelam dan Dilematis

31 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang Mojok.co

Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang

28 April 2026
Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

28 April 2026
Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan Mojok.co

Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan

1 Mei 2026
Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama Mojok.co

Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama

29 April 2026
Klaten Tulang Punggung dan Masa Depan Dapur Indonesia

Klaten: Bukan Sekadar Kota untuk Mampir Menikmati Sop Ayam, tapi Tulang Punggung dan “Dapur” Masa Depan Indonesia

1 Mei 2026
Kotabaru Jogja, Kawasan Pemukiman Belanda yang Punya Fasilitas Lengkap, yang Sekarang Bersolek Jadi Tempat Wisata

Hidup di Kotabaru Jogja Itu Enak, Sampai Kamu Coba Menyeberang Jalan, Ruwet!

28 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.