Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

4 Alasan Kenapa Serie A Tidak Menarik untuk Ditonton

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
12 Juli 2020
A A
serie A mojok

serie A mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Tentu saja kalau ada yang menanyakan tentang mana liga Eropa mana yang paling terbaik dan tiada banding, saya sendiri dan boleh jadi kebanyakan orang-orang akan mengucapkan pendapat yang sama: English Premier League alias Liga Inggris! Liga-liga lain di tanah Eropa mungkin memang punya fans, dan tentu klub-klub dengan taji tinggi. Tapi satu kata, bro, liga lain membosankan. Apalagi Serie A.

Dulu pada awal periode 2000-an saat saya masih ikutan nonton bola bareng saudara atau abang teman saya, mereka sering menonton Serie A yang menarik perhatian. Apalagi dulu saat masih jaman main Winning Eleven di rental PS1, saya sering menggunakan klub Serie A dengan pemainnya yang sangat-sangat hebat. Mulai dari Dida, Luís Figo, Adriano, Nesta, Maldini, Pirlo, Clarence Seedorf dan pemain apik lainnya yang tidak bisa saya sebutkan karena banyak yang lupa wqwqwq.

Dulu taji Liga Italia memang sangat memukau, bertabur bintang emas seperti yang saya sebutkan di atas lalu dengan taktik-taktik cantik yang memuaskan. Pokoknya komplit. Sayangnya, itu dulu puluhan tahun yang lalu. Sekarang Serie A tidak lebih dari sekadar omong kosong yang isinya cuman klub bola yang tidak bisa menyaingi Juventus.

Nih, saya sebutkan kenapa Serie A hari ini kian tidak menarik hati untuk ditonton, siapa tahu kalian berpikir hal yang sama.

Juventus-sentris

Itu Serie A isinya cuman Juventus saja atau gimana? Masa dari tahun 2012 juaranya Juventus terus-menerus, kaya nggak ada klub lain. Di Inggris saja, hasilnya masih tidak bisa tertebak. Di Serie A, bagi Juventus scudetto udah kaya lebaran, tiap tahun ada dan dirayakan. Kocak banget asli, La Liga yang tidak menarik pun kadang-kadang masih ada ‘perlawanan’ dan dominasi pun dari dua klub, bukan satu klub kaya Serie A.

Isinya cuman pemain tua

Percayalah, Serie A itu kebanyakan isinya cuman pemain tua. Contohnya Juventus yang pemainnya bagus-bagus itu, sadar nggak sih kalian kalau kebanyakan pemainnya udah tua. Lihat saja dari kiper sampai stiker, itu nafasnya udah kaya motor Astrea belum diservis. Lihat Ronaldo? Itu jago-jago begitu dia tua, tandanya memang Liga Italia cuman buat tempat pensiun. Nggak menarik mata.

Ada sih yang muda, banyak juga yang potensial tapi kok rasa-rasanya tetap saja ketutupan sama yang tua-tua. Nggak cuman Juventus, klub lain juga gitu. Itu lihat AC Milan ada Zlatan yang juga tua. Kalau Liga Inggris? Tentu saja banyak pemain muda yang potensial, tidak seperti Liga Italia yang doyan beli pemain tua karena tidak mau rugi, chuaksss~

Nggak punya mental juara

Di Liga Inggris, semua klub bola punya kans untuk meraih juara. Meraih trofi liga, meraih gelar tertinggi dalam kasta pertandingan domestik. Terlihat, Leicester yang underdog saja bisa juara di tahun 2015 dan sangat tidak bisa diprediksi. Sebab, klub bola Liga Inggris punya mental juara. Bandingkan dengan Serie A, sangat lucu jika kita membicarakan mental. Ujug-ujug paling bahas dulu, tapi kan Inter sama Milan dulu nyaingin Juventus. Tapi, Bos, yang ditanyakan hari ini woyyy.

Baca Juga:

One Stop Football, Acara Sepak Bola di Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

Napoli Hanya Butuh Konsistensi

Apalagi setelah saya baca berita berjudul “Target Lazio Lolos ke Liga Champions, Bukan Scudetto”  dan “Kalah Lagi, Lazio Menyerah Kejar Scudetto?” ketahuan jelas, masa iya cuman sekadar mentok di masuk zona Champions Eropa saja? Hadehhh, mental macam apa itu. Pantas saja, yang scudetto terus aja nggak pernah juara Champions, wong klub di bawahnya mentalnya bukan juara. Pffft.

Liga paling rasis

Liga yang paling banyak penghinaan ras, baik dari suporter atau pemain itu ya di Serie A. Dari tahun jebot sampai sekarang orang-orang pada #BlackLivesMatter di Italia mah bodo amatan liganya. Itu lihat, terakhir kali Balottelli dapat perlakuan rasis dan dia emang langganan terus.

Balotelli kembali mendapatkan perlakuan rasis pada laga antara Brescia vs Lazio yang berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Lazio. Usai pertandingan, Balotelli lewat akun Instagram pribadinya mengecam aksi tidak patut yang dilakukan sebagian Laziale di Stadion Mario Rigamonti. Ini bukan pertama kalinya buat dia, dan juga buat pemain lain. Gimana mau maju, wong masalah rasis aja masih banyak gitu.

Itulah beberapa alasan kenapa Serie A adalah liga yang jauh dari kata menyenangkan untuk ditonton. Kalau memang ngefans, ya udah itu urusan kalian. Tapi kalau disuruh objektif sih, ya mendingan liga yang lain lah.

Eh emang ini daritadi objektif ya? Nggak po? Bodo amat~

BACA JUGA Percampuran Budaya Sunda dan Betawi di Pernikahan Orang Bekasi dan tulisan Nasrulloh Alif Suherman lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 Juli 2020 oleh

Tags: juventusLiga Italiaserie A
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

juventini

Bukan Kopites Tipikal Pacar Idaman, Tapi Juventini

7 Agustus 2019
ole pemain underrated fans bola fans Manchester United MU jesse lingard manchester united liverpool Real Madrid #GlazersOut Gini doang nih grup neraka? MOJOK.CO

Fans Bola yang Berdalih Mengalah demi Rival Adalah Seburuk-buruknya Fans

16 Februari 2021
Wawancara dengan Presiden Lazio Indonesia_ Tentang Loyalitas Laziale dan Optimis Dominasi Juventus Bakal Runtuh MOJOK.CO

Wawancara dengan Presiden Lazio Indonesia: Tentang Loyalitas Laziale dan Optimis Dominasi Juventus Bakal Runtuh

11 Agustus 2020
Susahnya Jadi Juventini: Selama Masih Ada Allegri, Trofi Hanyalah Mimpi juventus

Susahnya Jadi Juventini: Selama Masih Ada Allegri, Trofi Hanyalah Mimpi

17 September 2022
milanisti

Seni Menitikkan Air Mata ala Milanisti

15 Agustus 2019
Akun Twitter Fikayo Tomori

Fikayo Menuju Maestro

2 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok (Wikimedia Commons)

4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok

11 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.