Banyak yang mengira bahwa orang-orang Madura menganut patriarki, apa-apa pasti berpusat pada laki-laki. Padahal, tak sepenuhnya demikian. Misalnya ketika menikah, dalam banyak kasus di Madura, laki-lakilah yang pada akhirnya ikut ke rumah sang istri. Jarang ada perempuan Madura yang ikut ke rumah suaminya setelah menikah. Kondisi ini membuat istri cukup berkuasa dalam keluarga.
Salah satu contohnya adalah keluarga saya. Tiga kakak saya perempuan sudah menikah dan suaminya dibawa ke rumah. Sebaliknya, sepupu saya yang seorang laki-laki langsung diboyong istrinya setelah menikah.
Bagi laki-laki yang memang asli Madura mungkin hal ini bukan persoalan besar. Saya yakin mereka mudah beradaptasi. Namun, beda cerita ketika calon suaminya berasal dari luar Madura, pasti akan banyak culture shock-nya. Nah, supaya kalian laki-laki luar Madura tidak terkaget-kaget ketika memperistri perempuan Madura, berikut ini beberapa skill yang wajib dimiliki:
Baca juga Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep.
#1 Bisa potong ayam sesuai syari’at islam
Ya, menyembelih ayam merupakan skill dasar yang perlu dimiliki laki-laki Madura. Sebab, hampir setiap bulan, di Madura selalu ada yang namanya selamatan. Dan, ketika selamatan ini, masakan ayam selalu menjadi olahan andalan. Nah, daripada beli ayam tiap bulan, orang Madura lebih banyak yang memilih memeliharanya sendiri di rumah. Di rumah saya saja setidaknya punya lebih dari 20 ayam kampung.
Saat selamatan, penghuni rumah tinggal ambil ayam ini untuk dipotong. Siapa yang bertugas? Tentu saja laki-laki di keluarga ini. Dan ingat, memotongnya tidak sembarangan, harus sesuai dengan syariat Islam. Ada bacaannya, ada aturan bagian mana yang harus putus di lehernya, bagaimana mensucikannya, apa mitosnya, dan masih banyak lagi.
Kalau tidak sesuai aturan, daging ayam bisa haram. Jadi, haram itu bukan cuma olahan babi aja ya, Gaes! Ayam juga bisa jadi haram kalau motongnya nggak sesuai aturan.
#2 Keliling desa untuk ngundung puluhan warga
Saya tekankan, laki-laki introvert akan sulit bertahan di Madura. Sebab, hidup di Madura berarti full acara sosial. Salah satunya sudah saya sebutkan di atas, kami tiap bulan ada selamatan. Nah, tentu, karena ada selamatan, pasti ada yang perlu diundang. Maka dari itu, skill selanjutnya yang perlu dimiliki laki-laki Madura adalah percaya diri tingkat tinggi.
Bayangkan, undangan selametan di Madura itu bukan dikabarkan melalui pelantang suara di masjid, apalagi broadcast group WA, tapi real kalian perlu menyusuri satu per satu rumah warga. Tentu saja, kalian perlu menjelaskan dengan singkat, padat, tepat, dan cepat, seperti pertanyaan siapa yang punya acara, lokasinya dimana, dalam rangka apa, dan berbagai pertanyaan random lainnya dari warga.
Oiya, biasanya, selamatannya itu diadakan setelah Magrib, maka abis Ashar laki-laki yang punya acara ini sudah harus ngundang puluhan atau ratusan warga untuk ke rumahnya. Nah, kalau kalian introvert, apalagi yang introvert kronis, haduh bisa batal itu acara. Nggak kebayang kalian malu-malu ngundang warga sampe mendekati Magrib.
Baca juga 4 Pandangan Norak Orang Luar Madura tentang Orang Madura yang Perlu Diluruskan.
#3 Di Madura harys bisa baca tahlil, setidaknya hafal tawassul
Apa yang saya jelaskan di atas itu kalau selamatannya besar. Bagaimana kalau acaranya kecil-kecilan? Kalau seperti itu, maka yang wajib membacakan doa-doa yakni anggota keluarga sendiri yang laki-laki. Masih untung kalau di rumah kalian ada bapak atau kakek, kalau nggak ada ya tentu saja mantu laki-laki yang akan ambil alih. Itu mengapa, laki-laki Madura itu juga wajib bisa baca tahlil. Kalau bisa setidaknya hafal tawassul.
Ibu saya saja sebulan dua kali selalu bikin selametan. Tetangga rumah saya yang hidup sendiri juga melakukan demikian. Nah, karena kebetulan tetangga saya ini tidak punya keluarga laki-laki, maka yang diminta membacakan ya bapak saya. Itulah alasan saya mengatakan bahwa baca tahlil itu juga jadi salah satu skill wajib laki-laki Madura. Ya, kan malu Gaes, ada orang minta tolong bacakan tahlil, eh yang diharapkan malah bilang nggak hafal. Haduh!
Itulah 3 kemampuan yang perlu dikuasai laki-laki yang hendak memperistri perempuan Madura. Tulisan ini bukan bermaksud untuk manakut-nakuti ya, tapi supaya kalian lebih bersiap diri saja.
Penulis: Abdur Rohman
Editor: Kenia Intan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
