Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

3 Sikap Aneh Sopir Angkot yang Redflag Banget dan Bisa Bikin Angkot Mereka Tambah Sepi

Wulan Maulina oleh Wulan Maulina
31 Januari 2024
A A
Ilustrasi 3 Sikap Aneh Sopir Angkot yang Redflag Banget (Unsplash)

Ilustrasi 3 Sikap Aneh Sopir Angkot yang Redflag Banget (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Sejauh pengalaman dan pengamatan saya, angkot semakin sepi. Kendaraan pribadi yang membanjiri jalanan sudah pasti menjadi alasannya. Namun, saya pikir, ada juga andil dari sopir angkot, yang membuat usahanya menjadi sepi. Iya, ada saja sikap mereka yang redflag banget dan saya rasa sangat “aneh”.

Izinkan saya bercerita

#1 Masih ada saja sopir angkot yang ketok harga

Saya tahu, eksistensi angkutan sudah nggak seeksis dulu. Dan, sayangnya, kondisi ini membuat penumpang yang masih setia naik angkot jadi makin malas.

Misalnya begini. Begitu masuk ke angkot dan penumpangnya cuma dikit, sopir angkot kerap minta ongkos lebih tinggi. Menurut saya, sikap ini nggak etis dan bikin malas padahal niat saya mencoba setia naik kendaraan umum.

Semakin aneh ketika sopir angkot malah menyindir penumpang. Misalnya dengan bilang gini, “Udah narik jauh, cuma dikasih segini.” Saat itu saya mengulungkan uang Rp7 ribu sesuai tarif biasanya. Kalimat kayak gitu membuat para penumpang kesal. Ya maklum kalau penumpang makin enggan naik angkot.

#2 Suka banget nanya hal-hal privasi

Adalah wajar kalau sopir angkot suka mengobrol dengan penumpang ketika angkutannya sepi. Saya sih nggak ada masalah dengan obrolan ringan. Namun, saya jadi agak trauma ketika si sopir sukanya nanya hal-hal privasi.

Misalnya, ada sopir angkot yang nanya rumah saya di mana, kalau di rumah sama siapa aja, pekerjaan orang tua apa, kenal nggak sama si anu, dan lain sebagainya. Terdengar “sepele”, tapi itu hal privasi dan bisa membuat penumpang, apalagi perempuan, menaruh pikiran buruk kepada si sopir.

Alangkah lebih seru kalau sopir bercerita tentang pengalaman-pengalamannya yang seru selama menjadi sopir. Menurut saya itu lebih meaningful dan bisa menghibur penumpang, daripada tanya-tanya ke ranah privasi. Itu jatuhnya nggak sopan menurut saya.

Baca Juga:

5 Aturan Tidak Tertulis Saat Mengendarai Motor di Bogor, Patuhi ketimbang Jadi Gila dan Tak Selamat di Jalan!

Jangan Tinggal di Bogor kalau Tidak Punya Kendaraan Pribadi daripada Menderita

#3 Semakin aneh ketika ngebet mengantar sampai ke rumah

Saya pikir tanya-tanya soal ranah privasi udah yang paling redflag. Ternyata, masih ada yang lebih aneh ketika sopir angkot ngebet banget mengantar sampai ke rumah.

Saya mencoba berpikir positif. Mungkin itu inovasi dari si sopir untuk memberikan layanan lebih maksimal. Dia juga mematok harga lebih, misalnya, Rp10 ribu dengan nada yang agak memaksa.

Saya, sebagai penumpang perempuan, setelah ditanya-tanya hal privasi, agak dipaksa mau diantar sampai rumah, jadi takut sendiri. Inovasi sih boleh saja, tapi jangan memaksa, lah. Saya awalnya maklum, mungkin karena angkot nggak seramai dulu. Namun, menjaga sikap itu juga penting.

Itulah dia 3 sikap sopir angkot yang redflag banget dan bikin agak trauma bagi penumpang perempuan. Sebagai penumpang, saya mencoba memahami keadaan angkutan umum yang udah nggak dilirik. 

Namun, kondisi tersebut tidak bisa menjadi alasan bagi sopir angkot untuk memaksa penumpang. Terakhir, saya berdoa supaya angkot-angkot di Indonesia, terutama para sopir tetap lancar rezekinya. Semoga selalu bisa bertahan di kerasnya zaman dan ada perubahan sikap dari oknum sopir yang “aneh banget”.

Penulis: Wulan Maulina

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Saya Rela Meninggalkan Kendaraan Pribadi demi Angkot Mikrotrans Jaklingko

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Februari 2024 oleh

Tags: Angkotkebiasaan sopir angkotsopir angkottarif angkot
Wulan Maulina

Wulan Maulina

Lulusan Bahasa Indonesia Universitas Tidar. Suka menulis tentang kearifan lokal dan punya minat besar terhadap Pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Beranggapan memelihara kata ternyata lebih aman daripada memelihara harapan.

ArtikelTerkait

angkot

Pengalaman-Pengalaman Menghebohkan di Dalam Angkot

13 Mei 2019
4 Hal Menyebalkan yang Sering Saya Rasakan Ketika Naik JakLingko

3 Hal Menyebalkan Angkot JakLingko dari Perspektif Pengendara Lain di Sekitarnya

3 September 2023
Angkot Malang yang Bikin Perantau Bingung Mojok.co

Angkot Malang yang Bikin Perantau Newbie Bingung

14 Januari 2024
Aneh tapi Nyata, Transportasi Umum Andalan di Surabaya Bayar Pakai Sampah sampai Matur Nuwun adminduk surabaya

Aneh tapi Nyata, Transportasi Umum Andalan di Surabaya Bayar Pakai Sampah sampai Matur Nuwun

6 Januari 2024
Karawang Kota Pendatang Butuh Transportasi Publik yang Mumpuni Mojok.co

Karawang, Kota Pendatang yang Butuh Transportasi Publik Mumpuni

17 Januari 2024
Bogor Tanpa Angkot bagai Sejoli yang Dipaksa Berpisah. Tapi, Tak Selamanya Perpisahan Itu Buruk, Bukan?

Bogor Tanpa Angkot bagai Sejoli yang Dipaksa Berpisah. Tapi, Tak Selamanya Perpisahan Itu Buruk, Bukan?

20 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

6 Kebiasaan Warga Solo yang Awalnya Saya Kira Aneh, tapi Lama-lama Saya Ikuti Juga

27 Januari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026
6 Tips Makan Soto Ayam Jalan Bank H. Loso Purwokerto Agar Makin Nikmat Mojok.co

6 Tips Makan Soto Ayam Jalan Bank H. Loso Purwokerto agar Makin Nikmat

26 Januari 2026
Tiga Tradisi Madura yang Melibakan Sapi Selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, Biar Obrolan Nggak Itu-Itu Aja

4 Pandangan Norak Orang Luar Madura tentang Orang Madura yang Perlu Diluruskan

29 Januari 2026
Jatuh di Rel Bengkong Purwosari Solo Bukan Kejadian Mistis, tapi Apes Aja

Jatuh di Rel Bengkong Purwosari Solo Bukan Kejadian Mistis, tapi Apes Aja

26 Januari 2026
Saya Setuju Usulan Dedi Mulyadi, Teras Cihampelas Lebih Baik Dirobohkan Saja

Saya Setuju Teras Cihampelas Dirobohkan, dan Tata Lagi Jalan Cihampelas agar Jadi Lebih Menarik

28 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah
  • Kalau Mau Bersaing di Era AI, Indonesia Butuh Investasi Energi 1 Triliun Dolar AS
  • Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.