Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Ritual Suku Tengger yang Bisa Dinikmati Wisatawan

Elvin Nuril Firdaus oleh Elvin Nuril Firdaus
23 Desember 2022
A A
3 Ritual Suku Tengger yang Bisa Dinikmati Wisatawan Terminal Mojok

3 Ritual Suku Tengger yang Bisa Dinikmati Wisatawan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kita mungkin sudah terbiasa pergi liburan ke mal, berwisata alam, atau bahkan jalan-jalan ke luar negeri. Iya, liburan seperti itu adalah hal yang lumrah. Namun, apakah kamu pernah mencoba pergi liburan untuk menyaksikan ritual tertentu di suatu suku?

Suku Tengger adalah suku yang mendiami sekitaran wilayah Bromo-Tengger-Semeru. Kebanyakan dari mereka tinggal di empat kabupaten di Jawa Timur, yakni Pasuruan, Malang, Lumajang, dan Probolinggo. Kita mungkin sudah tak asing mendengar cerita bahwa wilayah Gunung Bromo-Semeru memiliki bentang alam yang indah, lebih dari itu, masyarakat Tengger ternyata punya beberapa ritual yang rutin dilaksanakan tiap tahunnya.

Bagi masyarakat yang tinggal di kota metropolitan, istilah ritual mungkin terdengar asing. Namun bagi masyarakat suku Tengger, ritual justru telah menjadi kebiasaan dan pedoman hidup mereka. Bagi mereka, ritual adalah menyeimbangkan alam dan ungkapan rasa syukur. Orang tua atau muda, laki-laki atau perempuan, semua sudah terbiasa dengan kesibukan pra-ritual seperti menyiapkan sesaji, hidangan, tempat acara, dll.

Jika kebetulan kamu tengah mencari ide liburan yang antimainstream, menyaksikan prosesi sejumlah ritual suku Tengger mungkin bisa jadi pilihan tepat. Sejumlah ritual besar di Tengger dilaksanakan di area Gunung Bromo dan dilakukan oleh masyarakat Tengger dari empat kabupaten sekaligus. Ritual-ritual ini bisa dinikmati para wisatawan yang kebetulan sedang berada di area Bromo-Tengger-Semeru. Namun, kamu harus memperhatikan momen pelaksanaan ritualnya, lho, mengingat masyarakat suku Tengger mengacu pada kalender mereka dalam menentukan pelaksanaan ritual.

#1 Pembukaan Hari Raya Karo

Ingin melihat pelaksanaan hari raya dengan vibes berbeda? Hari Raya Karo adalah salah satu pilihannya. Hari Raya Karo adalah ritual yang dilaksanakan masyarakat suku Tengger pada bulan kedua penanggalan Tengger, yaitu bulan Karo. Seperti halnya Idulfitri yang dilaksanakan umat Islam, pada Hari Raya Karo, masyarakat Tengger akan bersilaturahmi ke rumah sanak saudara mereka.

Uniknya, pembukaan upacara Karo menjadi momen yang nggak boleh dilewatkan wisatawan yang datang ke wilayah Bromo-Tengger-Semeru. Pembukaan upacara Karo yang biasanya dilaksanakan di kecamatan mempertunjukkan tarian sakral yang hanya ditampilkan ketika upacara Karo, yaitu tari Sodoran.

Tari Sodoran adalah tarian yang menyimbolkan sangkan paraning dumadi atau awal dan akhir proses kehidupan alam semesta. Tarian ini menampilkan enam pasang pengantin sodor (istilah bagi penari Sodoran), yaitu laki-laki dan perempuan pilihan di antara remaja Tengger. Dengan posisi saling berhadapan, para pengantin sodor menari dengan penuh penghayatan.

Tentu saja kamu nggak boleh melewatkan momen yang hanya dilaksanakan sekali dalam setahun ini, kan?

Baca Juga:

Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

#2 Pujan Kasanga

Suku Tengger juga memiliki upacara yang mirip dengan festival, yakni Pujan Kasanga atau biasa juga disebut dengan Pujan Mubeng. Upacara ini dilaksanakan setahun sekali atau tepatnya pada bulan kesembilan, panglung sembilan pada penanggalan Tengger dan dilaksanakan di sore hari.

Pujan Kasanga termasuk upacara bersih desa dan dilaksanakan oleh setiap desa secara terpisah. Upacara yang dipimpin oleh dukun pandita ini memiliki serangkaian tahapan pelaksanaan. Salah satu tahapan yang menarik adalah prosesi mubeng desa atau mengelilingi desa.

Masyarakat desa secara berbondong-bondong akan mengelilingi desa dengan membawa sejumlah peralatan kebersihan sebagai simbol dari “bersih desa”. Cara mengelilinginya pun perlu diperhatikan, yaitu melawan arah jarum jam. Bukan tanpa alasan, arah tersebut dipilih untuk mengusir dan menghalau bhuta kala, simbol perusak di bumi Tengger.

Uniknya lagi, upacara ini menyajikan pertunjukan seni yang berbeda di setiap desa suku Tengger. Di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan misalnya, terdapat pertunjukan bantengan di sela mubeng desa. Biasanya, masyarakat akan melanjutkan pertunjukan tersebut hingga malam hari.

#3 Hari Raya Yadnya Kasada (Pujan Kasada)

Siapa yang nggak tahu ritual suku Tengger satu ini? Pujan Kasada selalu ramai dikujungi oleh wisatawan, apalagi dilaksanakan di wilayah Gunung Bromo. Namun sayangnya, selama dua tahun pandemi kemarin, ritual ini ditutup untuk pengunjung.

Puncak upacara Pujan Kasada adalah tengah malam ketika masyarakat Tengger melarungkan sesaji di kawah Gunung Bromo. Melawan dinginnya bumi Tengger demi melangsungkan upacara, tentu menggambarkan bagaimana kecintaan masyarakat Tengger terhadap tanah kelahiran mereka.

Pujan Kasada dilaksanakan pada bulan kesepuluh pada penanggalan Tengger. Biasanya pada pelaksanaan Pujan Kasada, bumi Tengger sedang dingin-dinginnya, lho. Ritual ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat suku Tengger kepada Sang Pencipta dan leluhur atas hasil bumi Tengger yang melimpah. Oleh sebab itu, pada proses larung sesaji, masyarakat akan membawa hasil bumi mereka untuk dilarungkan.

Nah, ketiga ritual di atas hanya secuil ritual yang dilaksanakan masyarakat Tengger setiap tahunnya. Kamu bisa mengabadikan momen pelaksanaan ritual tersebut ketika berkunjung ke bumi Tengger. Tentu masyarakat yang ramah akan menyambutmu dan memperkenalkan kekayaan bumi mereka.

Penulis: Elvin Nuril Firdaus
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Destinasi Wisata Menarik di Indonesia dan Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Berkunjung ke Sana.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Desember 2022 oleh

Tags: gunung bromoritualSuku Tenggerwisatawan
Elvin Nuril Firdaus

Elvin Nuril Firdaus

Perempuan yang sibuk berkreasi lewat tulisan. Selalu ditemani secangkir matcha untuk inspirasi dan energi.

ArtikelTerkait

5 Alasan Warlok Malas Foto di Tugu Jogja Mojok.co

5 Alasan Warlok Malas Foto di Tugu Jogja

19 Oktober 2025
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

21 Desember 2025
Solo, Kota yang Hanya Ramah ke Wisatawan, tapi Tidak ke Warga Lokal Mojok.co

Solo, Kota yang Hanya Ramah ke Wisatawan, tapi Tidak ke Warga Lokal 

9 Agustus 2025
5 Aturan Tidak Tertulis di Solo, Saya Tulis supaya Kalian Tidak Kaget Saat Berkunjung ke Sini  Mojok.co daerah istimewa

5 Aturan Tidak Tertulis di Solo, Saya Tulis supaya Kalian Tidak Kaget Saat Berkunjung 

12 Desember 2024
5 Hal Menyebalkan di Madiun yang Bikin Wisatawan Pikir Dua Kali sebelum Berkunjung

5 Hal Menyebalkan di Madiun yang Bikin Wisatawan Pikir Dua Kali sebelum Berkunjung

9 November 2025
kenapa UMP Jogja rendah titik kemacetan di jogja lockdown rekomendasi cilok di Jogja Sebenarnya Tidak Romantis Jika Kamu Cuma Punya Gaji UMR dawuh dalem sabda pandita ratu tugu jogja monarki mojok

Jogja, Destinasi Wisata ‘Terbaik’ di Masa Pandemi

23 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jogja Kombinasi Bunuh Diri Upah Rendah dan Kesepian

Beratnya Merantau di Jogja karena Harus Berjuang Melawan Gaji Rendah dan Rasa Kesepian

11 Januari 2026
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang Mojok.co

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang

12 Januari 2026
Tidak Ada Nasi Padang di Kota Padang, dan Ini Serius. Adanya Nasi Ramas! angkringan

4 Alasan Makan Nasi Padang Lebih Masuk Akal daripada Makan di Angkringan  

11 Januari 2026
Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

14 Januari 2026
MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

11 Januari 2026
Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda Mojok.co

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.