Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

3 Profesi yang Bisa Dicoba Valentino Rossi setelah Pensiun

Tiara Uci oleh Tiara Uci
8 Agustus 2021
A A
3 Profesi yang Bisa Dicoba Valentino Rossi setelah Pensiun terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Perpisahan, dilakukan dengan cara sebaik apa pun tetap akan menimbulkan kesedihan. Itulah yang sedang dirasakan penggemar Valentino Rossi sekarang. Pasalnya, pembalap berusia empat puluh tahun tersebut resmi mengumumkan jika tahun ini adalah musim terakhirnya mengikuti gelaran MotoGP.

Secara pribadi, sih, saya merasa keputusan Vale (panggilan akrab Valentino Rossi) sudah tepat, mengingat beberapa tahun terakhir prestasinya terus menurun. Puncaknya terjadi pada musim ini, dia gagal finis sebanyak tiga kali dan hanya mengantongi tujuh belas poin. Hal itu membuatnya berada di urutan ke-19 dari 26 pembalap yang bertarung di kelas utama MotoGP tahun ini. Prestasi yang buruk dan tidak bisa dibanggakan sama sekali.

Akan tetapi, saya memaklumi kesedihan para penggemar karena Rossi tetaplah legenda hidup MotoGP. Selama kariernya, The Doctors (julukan Rossi) berhasil meraih sembilan gelar dunia. Satu gelar diperoleh dari kelas 125cc tahun 1997, satu lagi dari kelas 250cc tahun 1999 dan tujuh gelar didapatkannya dari kelas utama pada tahun 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008, dan 2009. Rossi menempati posisi kedua sebagai pembalap dengan juara motogp terbanyak setelah Giacomo Agostini.

Selama dua dekade kariernya di MotoGP, Rossi adalah pembalap yang memiliki fanbase terbanyak di dunia. Sampai ada tribun khusus penggemar Rossi, seperti yang ada di sirkuit Sepang Malaysia. Sekedar informasi, tidak semua pembalap memiliki tribun khusus fans, loh. Di Sepang sendiri, hanya Marc Marquez dan Valentino Rossi yang memiliki tribun fans di sirkuit. Keberadaan tribun khusus adalah parameter tingkat kepopuleran pembalap tersebut.

Jika dilihat dari media sosial seperti Instagram, Valentino Rossi juga memiliki jumlah follower terbanyak di antara pembalap lain. Pengikut Rossi 10.9M, Marc Marquez 5.5M, Jorge Lorenzo 1.9M, dan Andrea Dovizioso 1.4M. Jumlah ketiga follower pembalap dijadikan satu sekalipun belum bisa menyamai jumlah penggemar Rossi. Saking populernya, sampai ada ungkapan, MotoGP tanpa Valentino Rossi bagaikan makan tanpa sambal, kurang nikmat.

Namun, keputusan sudah final. Tidak ada yang bisa dilakukan penggemar selain menerima keputusan idolanya dengan lapang dada. Daripada bersedih, mari kita coba memberikan saran kepada Rossi terkait profesi yang bisa dia coba setelah memutuskan pensiun. Menurut saya, sih, ketiga profesi berikut cocok dengan karakter Valentino Rossi.

Pertama, menjadi kreator konten. Kepopuleran Rossi di ajang MotoGP tidak hanya karena dia sering memenangkan balapan, melainkan juga kreatif mengelola penggemar. Asal tahu saja, Tavullia—kampung halaman Valentino Rossi—sampai disakralkan oleh para penggemarnya. Lebih dari 20.000 orang datang ke sana setiap tahunnya hanya untuk melihat tempat Rossi tumbuh dan berlatih balap.

Rossi sangat tahu bagimana caranya menyenangkan penggemar. Dia sering sekali melakukan selebrasi kemenangan dengan cara yang unik, kadang malah nyeleneh. Contoh selebrasi uniknya adalah berpakain Robin Hood di podium, berpura-pura menjadi narapidana, berdiri di atas motor sambil bergaya seperti sedang memainkan biola dan membonceng ayam. Rossi bahkan juga pernah selebrasi dengan adegan ditilang polisi usai finis terdepan di sirkuit Mugello pada tahun 2002.

Baca Juga:

Kalau Mau Menua dengan Tenang Jangan Nekat ke Malang, Menetaplah di Pasuruan!

Banyumas Makin Sesak dan Mahal, Berhenti Mendambakan Slow Living di Sini!

Kepiawaian Rossi menarik simpati penggemar tentu saja modal yang menjanjikan bagi seorang kreator konten. Saya yakin, Rossi akan sukses jika menjadi kreator konten, bisa jadi mengungguli Atta Halilintar. Hehehe.

Kedua, wasit sepak bola. Valentino Rossi adalah orang Italia. Negara yang baru saja memboyong Euro 2020. Rossi juga menggemari Inter Milan dan berteman dekat dengan Materazzi. Sepak bola adalah olahraga yang dia gemari. Untuk menjadi pesepak bola profesional tentu saja tidak mungkin, selain dia tidak pintar bermain bola, usianya juga tidak lagi muda. Hehehe.

Akan tetapi, menjadi wasit patut dicoba. Meskipun kita melihat Rossi sebagai pembalap yang ceria, bagi sesama pembalap, Rossi adalah manusia temperamen yang suka menciptakan rivalitas. Dalam salah satu wawancaranya, Site Gibernau pernah berkata jika Rossi adalah pembalap yang suka menumbuhkan kebencian pribadi untuk mendapatka gelar juara dunia MotoGP.

Jadi, jangan heran jika Rossi memiliki banyak sekali rival, mulai dari Max Biaggi, Casey Stoner, Sate Giberneu, Jorge Lorenzo, sampai Marc Marquez. Menjadi wasit bisa digunakan Rossi sebagai terapi agar jiwa pemarahnya padam lantaran wasit dituntut untuk selalu tenang.

Menjadi wasit sepakbola memungkinkan Rossi banyak melihat rivalitas antar pemain di lapangan bola. Ada pemain yang pura-pura dijatuhkan lawan, ada yang saling lempar umpatan, bahkan ada juga yang sampai menggigit telinga lawan. Namun, semua itu hanya terjadi saat pertandingan dan dilupakan saat sudah di luar lapangan.

Semoga pengalaman menjadi wasit, bisa membuat Rossi menyadari kalau memiliki rival memang bisa membuatnya bersemangat, namun membiarkan rivalitas terus terjadi sampai di luar lintasan adalah kabar buruk. Jika sudah sadar, saya berharap Rossi menyampaikan pengalamannya kepada anak didiknya di akademi balap miliknya. Agar para pembalap di masa depan tidak memiliki hobi mancing kemarahan rider lain. Hehehe.

Ketiga, musisi. Mengapa musisi? Karena Rossi memang suka bermain musik terutama DJ. Dia sendiri mengakui, seandainya tidak menjadi pembalap dia ingin menjadi pemain musik di acara nikahan. Tapi, saya sarankan Rossi tidak menyanyi, sih, apalagi lagu berbahasa Inggris. Karena suara Rossi kurang sedap dan bahasa Inggrisnya—seperti yang kita tahu—buruk. Hehehe.

Meskipun tahun depan sudah pensiun, saya berharap Rossi tetap datang ke sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Ya minimal jumpa fans gitu, lho, hitung-hitung perpisahan secara langsung dengan penggemarnya di Indonesia. Bukannya sombong, gelaran MotoGP di Sepang Malaysia setiap tahunnya banyak diisi oleh penggemar Rossi dari negara kita, lho.

Ya kali, giliran Indonesia punya sirkuit sendiri, eh, Pakde Rossi pensiun. Kan nggaplei sekali~

Sumber Gambar: YouTube GoPro

BACA JUGA Tuan Rumah MotoGP dan Kekhawatiran Rossi Sakit Perut dan artikel Tiara Uci lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2021 oleh

Tags: Gaya Hidup Terminalmotogppensiunvalentino rossi
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

Cilacap Masih Banyak Kekurangan sebagai Kota Pensiunan, Lebih Mending Purwokerto Mojok.co

Cilacap Masih Banyak Kekurangan sebagai Kota Pensiunan, Lebih Mending Purwokerto

18 Desember 2023

Alasan Fans Musisi Indonesia Jarang Beli Album Fisik Karya Idolanya

20 Juni 2021
Alasan Paling Mashok yang Perlu Dipertimbangkan untuk Nggak Beli Barang Branded dan Mahal terminal mojok

Alasan Paling Mashok yang Perlu Dipertimbangkan untuk Nggak Beli Barang Branded dan Mahal

9 Juni 2021
faq seputar donor darah tidak sakit pmi tidak jual darah harga darah pmi mojok.co

6 Kudapan yang Sering Didapat setelah Donor Darah

28 Juni 2021
penyintas covid-19 pandemi menanyakan kabar mojok

Ketika Menanyakan Kabar Bukan Lagi Sekadar Basa-basi di Masa Pandemi

28 Juli 2021
Hal-hal yang Bisa Saja Terjadi ketika Para Pembalap MotoGP Pakai Provider Indonesia Terminal Mojok

3 Hal yang Bakal Terjadi ketika Para Pembalap MotoGP Pakai Provider Seluler Indonesia

11 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak (Wikimedia Commons)

Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak: Sebuah Usaha Menghapus Cap Makanan Nggak Jelas dari Jidat Sate Taichan

7 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.