Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Solo: 3 Pekerjaan Rumah yang Wajib Diselesaikan Biar Kota Solo Tetap Nyaman

Yoga Tamtama oleh Yoga Tamtama
18 Juni 2023
A A
Solo Kota yang Nyaman Banget, tapi Punya 3 Pekerjaan Rumah (Unsplash)

Solo Kota yang Nyaman Banget, tapi Punya 3 Pekerjaan Rumah (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Tepat pada 16 Juni 2023 kemarin Pemkot Solo merayakan hari jadi ke-77. Beberapa keberhasilan atas kinerja mereka sungguh luar biasa. Mulai dari perbaikan ekonomi melalui UMKM hingga pelestarian budaya lokal. Kami sebagai warga Solo tentu bangga atas perubahan yang kami rasakan.

Jika pernah mampir ke Koridor Singosaren (Gatsu) dan Ngarsopuro Night Market, nah, keduanya adalah bentuk upaya dan hasil kinerja Pemkot Solo. Khususnya dalam upaya memperbaiki ekonomi melalui UMKM. Soalnya, di situ banyak banget berbagai lapak-lapak kecil yang menjajakan kuliner sampai pernak-pernik kerajinan.

Selain itu, coba tengok beberapa agenda kebudayaan yang akhir-akhir ini terselenggara di Solo. Misalnya, pertunjukan seni tari dan ketoprak yang biasanya tampil di pendopo balaikota, Taman Sriwedari, Museum Sonobudoyo, hingga di Radya Pustaka. Keberhasilan ini patut mendapatkan apresiasi.

Solo memang sudah berhasil menjadi kota yang nyaman dan maju. Namun, masih ada 3 pekerjaan rumah. Kepada jajaran pemkot dan segenap warga Solo, termasuk saya, mohon kesadarannya untuk saling melihat kanan dan kiri.

#1 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Solo

Pekerjaan rumah yang pertama bagi Pemkot Solo adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo. TPA ini menempati sebuah wilayah di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres. 

Nyuwun pangapura sak derengipun bapak ibu sekalian. Kasihan warga dan masyarakat sekitar yang setiap hari harus nyedot bau busuk dari TPA Putri Cempo. Kami yang setiap berkendara melewati ringroad utara terus terang merasa tidak nyaman. Itu hanya lewat saja. Bisa dibayangkan bagaimana masyarakat yang tinggal lebih dekat dengan lokasi TPA tersebut.

Sudah sejak 2010 TPA Putri Cempo mengalami overload. Bahkan, tumpukan sampah yang semakin hari semakin bertambah menyebabkan tumpukan gunung setinggi 28 meter. Mungkin ada yang baru tahu kalau Solo ternyata punya gunung buatan manusia yang tingginya 28 meter? Yah, begitu nyatanya.

#2 Masalah yang timbul karena proyek pembangunan

Pekerjaan rumah yang kedua adalah ketidakmampuan menyelesaikan akibat buruk dari adanya proyek pembangunan. Sebut saja proyek rel layang Joglo, proyek viaduk Gilingan, dan proyek Jembatan Bengawan Solo Jurug. 

Baca Juga:

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

Tiga proyek tersebut berdampak buruk bagi masyarakat. Apakah dari kalian ada yang suka dengan kemacetan? Nggak ada, kan? Saya juga nggak suka. Setiap jam berangkat dan pulang kerja mesti kok macet nggak keruan.

Pemkot Solo (katanya) berjanji akan menyelesaikan proyek akbar tersebut secepatnya. Saya yakin, Mas Gibran beserta jajarannya itu amanah dan tidak plin-plan sama janji untuk rakyat. 

Proyek-proyek tadi merupakan sumbu utama lalu lintas, Mas Gibran. Bagaimana jika berlarut-larut tidak kunjung selesai? 

#3 Solo tersayang, jangan terlalu mudah memberikan izin mendirikan hotel

Pekerjaan rumah yang terakhir adalah jangan mempermudah pemberian izin mendirikan hotel. Bukannya saya ini sok merasa pintar. Saya juga masih belajar kok. Okelah, mungkin ada keuntungan yang didapatkan. Sebenarnya masyarakat juga diuntungkan. Misal, masyarakat semakin mudah jika butuh penyewaan kamar. Eh tunggu dulu, UMR Solo itu cuma Rp2.174.169, Mosok warganya setiap minggu bakal cek-in hotel. Ndak mungkin.

Masalahnya begini, semakin mudahnya perizinan hotel di Solo, semakin terancam ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Padahal, RTH di kota itu syaratnya harus 30% dari luas wilayah, sedangkan Solo itu 20% belum genap. 

Yah, memang benar, Pemkot Solo telah merancang beberapa agenda untuk meningkatkan RTH. Tetapi hasilnya? Yah, begitulah, masih jauh dari harapan. Padahal kota hijau yang rindang tentu akan membuat penghuninya nyaman.

Semua permasalahan di atas sebenarnya bukan hanya menjadi pekerjaan Pemkot Solo. Justru semua elemen masyarakat, baik pemerintah daerah, lembaga terkait beserta warga harus kompak bergandeng tangan. 

Intinya, sudah menjadi masalah bersama, yang artinya warga Solo juga harus ikut andil membantu menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Jika diselesaikan dengan gotong royong, perkara yang berat tentu akan menjadi lebih ringan toh?

Warga pasti siap membantu asal pemerintah amanah

Menurut saya, untuk soal masalah TPA Cempo, Pemko kudu segera melakukan evaluasi dan perbaikan sistem pengolahan sampah. Nah, setelah itu, mari menggandeng warga dalam bentuk sosialisasi atau pendampingan. Khususnya perihal cara mengolah sampah yang baik dan benar. Barangkali bisa membantu mengurangi sampah di TPA.

Kemudian, untuk 3 proyek besar yang belum tuntas, Pemkot harus tegas terhadap kontraktor mengenai deadline penyelesaian. Macetnya itu sudah nggak tahan. 

Tanpa adanya kemacetan, tentu perjalanan warga akan semakin lancar. Lalu RTH, bisa tuh ramai-ramai bergerak bersama mengadakan kegiatan tanam pohon di beberapa daerah yang minim lahan hijau. Saya bakalan ikut kalau ini. Nanti biar saya ajak teman-teman mahasiswa buat ikut andil menghijaukan Kota Solo.

Kami, sebagai warga Solo, hanya bisa berharap dan mencoba berusaha agar kota ini tetap harum dan bersih. Kota ini kan sudah sejuk nan asri. Sangat nyaman untuk dihuni warganya. 

Intinya, saya sampaikan kepada Mas Gibran dan jajaran Pemkot, bahwa sebagai masyarakat ya kami cuma bisa sambat. Tapi, kalau Mas Gibran mengajak warga untuk bergerak bersama ya ayo-ayo saja. Semua program demi kemajuan Kota Solo pasti akan mendapatkan dukungan. Tapi, jangan biarkan 2 pekerjaan rumah di atas membuat Kota Solo menjadi tidak nyaman.

Penulis: Yoga Tamtama

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Rekomendasi 5 Tempat di Sekitar Stasiun Solo Balapan yang Bisa Dikunjungi 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Juni 2023 oleh

Tags: Gatsugibrangibran rakabumingKoridor SingosarenKota SoloMas GibranNgarsopuro Night Marketsolo
Yoga Tamtama

Yoga Tamtama

Hamba sahaya yang bingung dengan cita-cita. Anak Singkong keturunan Jawa.

ArtikelTerkait

Selamat Ulang Tahun Kota Solo, Maaf Kabar Banjir dan Macetmu Membuatku Urung Berkunjung

Selamat Ulang Tahun Kota Solo, Maaf Kabar Banjir dan Macetmu Membuatku Urung Berkunjung

18 Februari 2023
Solo Baru: Lokasi di Sukoharjo, tapi Gaya Hidup Mirip Solo, Bikin Sukoharjo Krisis Identitas dan Hilang Arah

Solo Baru: Lokasi di Sukoharjo, tapi Gaya Hidup Mirip Solo, Bikin Sukoharjo Krisis Identitas dan Hilang Arah

21 Mei 2025
Alasan Orang Solo Lebih Hafal Jalan Tikus daripada Jalan Utama

Alasan Orang Solo Lebih Hafal Jalan Tikus daripada Jalan Utama

30 November 2025
Parkir Semrawut di Jalan Gatot Subroto Bukti Nyata Penataan Solo Masih Kacau

Parkir Semrawut di Jalan Gatot Subroto Bukti Nyata Penataan Solo Masih Kacau

13 Maret 2024
Jalan Wonosari-Pakis, Jalan Alternatif bagi Kalian yang Muak dengan Kemacetan Jalan Solo-Jogja

Jalan Wonosari-Pakis, Jalan Alternatif bagi Kalian yang Muak dengan Kemacetan Jalan Solo-Jogja

20 Oktober 2023
Purwokerto, Purwakarta, Purworejo- Dilema karena Sebuah Nama (Unsplash.com)

Purwokerto, Purwakarta, Purworejo: Dilema karena Sebuah Nama

8 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Lagu Bahasa Inggris Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia (Unsplash)

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

16 Januari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

14 Januari 2026
Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

14 Januari 2026
Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan  Mojok.co

Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan 

19 Januari 2026
Jalan Dayeuhkolot Bandung- Wujud Ruwetnya Jalanan Bandung (Unsplash)

Jalan Dayeuhkolot Bandung: Jalan Raya Paling Menyebalkan di Bandung. Kalau Hujan Banjir, kalau Kemarau Panas dan Macet

17 Januari 2026
Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.