Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

3 Modifikasi Makanan yang Nggak Masuk Akal di Bandung

Nuriel Shiami Indiraphasa oleh Nuriel Shiami Indiraphasa
9 September 2020
A A
3 Modifikasi Makanan yang Nggak Masuk Akal di Bandung batagor bandros lotek jajanan bandung terminal mojok.co

3 Modifikasi Makanan yang Nggak Masuk Akal di Bandung batagor bandros lotek jajanan bandung terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Selama lima tahun ini saya tinggal di Bandung, selain dengan beragam bentuk kerupawanan visual penduduknya, saya juga menemukan beragam modifikasi makanan yang aneh dan baru saya temukan hanya di Bandung.

Buat saya yang merantau sejak lulus SD dan sudah keliling ke beberapa daerah lain, referensi jenis-jenis makanan yang saya temukan rasanya sudah terbilang lumayan banyak. Makanya, waktu saya menemukan tiga makanan ini di Bandung, saya merasa agak aneh. 

Modifikasi makanan Bandung #1 Kue bandros disaosin

Udah nggak asing kan sama kue bandros? Dari waktu masih piyik saya udah jajan bandros. Cuma kalau di Bekasi, sebutannya adalah kue pancong. Tapi pas saya cari tahu lagi, ternyata kue pancong sama bandros itu sebenernya beda. 

Masalahnya di Bekasi kue bandros biasanya dikasih topping gula pasir. Saya nanya ke teman yang orang Jawa pun, katanya dia makan bandros juga ditaburi gula.

Pas awal-awal saya datang ke Bandung dan mau beli bandros di abang-abang, saya kaget kenapa dikasih dua pilihan topping: saos atau gula pasir. Dalam hati mikir, “Dih, seriusan, ada yang makan bandros pake saos?”

Soalnya gini, lho. Menurut lidah saya yang dari kecil dijejali bandros pake gula, adonan bandros itu memang gurih, tapi gurihnya cocok dikategorikan sebagai makanan manis. Terus saya juga mikirnya gini, kalau emang nasib bandros disaosin kayak makan bakwan alias bala-bala, apakah ia bisa dimakan pake cabe? Layaknya orang makan bakwan kalo nggak disaosin, ya dicabein? Emm… asa kumaha kitu.

Tapi ternyata soal enakan mana antara disaosin atau digulain itu relatif. Beberapa teman saya yang lainnya malah merasa modifikasi makanan bandro pakai gula itu aneh. Kebalikan banget.

“Lha, urang malah heran naha bandros digulaan. Enak, kitu?”

Baca Juga:

Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep

Saya Setuju Teras Cihampelas Dirobohkan, dan Tata Lagi Jalan Cihampelas agar Jadi Lebih Menarik

Modifikasi makanan Bandung #2 Lotek dicampur ubi

Lotek di Bandung juga ngagetin buat saya. Pasalnya, si bumbu kacangnya itu dicampur sama ubi. Ubi, iya ubi….

Beberapa kali saya beli lotek di ibu-ibu sekitar tempat tinggal, tiap ngulek bumbunya pasti dikasih ubi. Kasusnya bisa kebalikan gitu ama bandros. Si bandros yang menurut saya masuk kategori makanan manis, malah dikasih saos. Lah, lotek yang emang makanan asin malah dikasih ubi yang rasanya dominan manis. Ya Robbi, lieur sugan.

Meskipun memang nggak begitu mengubah rasanya jadi manis banget, tapi buat saya tetep aja kayak agak gimana… gitu. Kata teman saya, “Emang bumbu lotek mah dicampur ubi. Biar kentel.”

Masuk akal sih, mungkin, supaya bisa menginisiatif penggunaan kacang yang berlebihan. Tapi tetap saja lebih baik nggak kental daripada bumbu kacangnya harus dicampur ubi.

Modifikasi makanan Bandung #3 Batagor kuah

Saya baru tahu varian batagor kuah pas tinggal di Bandung. Selama ini, batagor yang saya makan itu bumbunya kacang dan kering. Nggak ada batagor yang dikuahin. Jadi, kalau kalian ke Bandung, kalian bisa menemukan dua varian batagor ini. Tinggal pilih, yang kuah atau kering.

Beda dari kue bandros dan lotek ubi, batagor kuah lumayan enak dan bisa diterima lidah saya. Masih masuk akal dan lumayan nggak bikin lidah kaget.

Apalagi kalau dimakan waktu hujan, uhhh, batagor kuah oke banget. Kuah batagornya yang hangat, bisa menenangkan dirimu tiap kali habis dengar suara petir menyambar.

Foto oleh Gunawan Kartapranata via Wikimedia Commons

BACA JUGA Doa Masuk Pasar Itu Harus Dibaca Sebelum Buka Situs Belanja Online dan tulisan Nuriel Shiami Indiraphasa lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 September 2020 oleh

Tags: BandungKuliner
Nuriel Shiami Indiraphasa

Nuriel Shiami Indiraphasa

Jangan terlalu ngambis, nanti malah nangis.

ArtikelTerkait

Kuliner Palembang Memang Sedap, tapi Nggak Semua Lidah Orang Cocok Mojok.co

Kuliner Palembang Memang Sedap, tapi Nggak Semua Lidah Orang Cocok

16 November 2024
Kiaracondong Titik Kawasan Paling Bermasalah di Bandung (Unsplash)

Kiaracondong, Perlintasan Kereta Api yang Tidak Punya Harga Diri dan Paling Bermasalah di Bandung

9 Mei 2024
Plus Minus Acara Jejak Si Gundul buat Pemula yang Lagi Belajar Masak terminal mojok.co

Plus Minus Acara Jejak Si Gundul buat Pemula yang Lagi Belajar Masak

20 Agustus 2021
3 Tempat Makan di Bandung yang Buka Dini Hari Terminal Mojok

3 Tempat Makan di Bandung yang Buka Dini Hari

26 Januari 2022
3 Kuliner di Tegal yang Tak Biasa dan Wajib Dicoba Bagian 2 terminal mojok.co

3 Kuliner di Tegal yang Tak Biasa dan Wajib Dicoba Bagian 2

5 Januari 2022
Bandros, Bus Wisata yang Perlu Dicoba Saat Berkunjung ke Bandung

Bandros, Bus Wisata yang Perlu Dicoba Saat Berkunjung ke Bandung

12 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
Sisi Gelap Budaya Rewang di Hajatan Desa yang Nggak Banyak Orang Tahu Mojok.co

Saya Tidak Antisosial, Saya Cuma Takut Ikut Rewang dan Pulang Dicap Nggak Bisa Apa-apa

29 Januari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Mengecewakan Pembeli (Danangtrihartanto - Wikimedia Commons)

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Sering Disepelekan Penjual dan Mengecewakan Pembeli

30 Januari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja
  • Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan
  • Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana
  • Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan
  • Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik
  • Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.