Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

3 Lagu Lawas Indonesia yang Liriknya Bikin Bingung (Bagian 2)

Annisa R oleh Annisa R
7 September 2022
A A
3 Lagu Lawas Indonesia yang Liriknya Bikin Bingung (Bagian 2) (Unsplash.com)

3 Lagu Lawas Indonesia yang Liriknya Bikin Bingung (Bagian 2) (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah membahas 3 lagu lawas Indonesia yang liriknya bikin bingung pada artikel sebelumnya, kini saatnya kita beranjak ke lagu-lagu lain yang tak kalah bikin pening dari masa yang berdekatan. Perasaan saya gampang bingung ya sama khazanah lagu yang gitu-gitu aja.

Yah, biarin lah ya kalau khazanah musik saya gitu-gitu saja. Tapi, semasa SD, salah 1 hobi saya adalah mendengarkan radio. Sehingga, mau tak mau, lagu lawas Indonesia yang gitu banget bisa keluar dan masuk telinga begitu saja. Mau suka atau nggak ya pokoknya masuk aja dulu.

ADVERTISEMENT

Oke, ketimbang makin absurd, mari kita mulai mendata lagu lawas Indonesia yang sama-sama absurd.

#1 Once Mekel, Kucinta Kau Apa Adanya (2007)

Kau boleh acuhkan diriku

Dan anggap ku tak ada

Tapi takkan merubah perasaanku

Kepadamu

Lagi-lagi penggunaan kata “acuh” yang sama sekali nggak tepat. Persis kayak lagu “Cinta Ini Membunuhku” dari d’Masiv. Mau dimaklumi, kok, kejauhan. Seratus delapan puluh derajat, lho, bedanya. Kayaknya lagu masa pra-KBBI daring memang acap mengalami ini, ya.

Baca Juga:

Bintang Lima, Album Terbaik Sepanjang Masa dari Dewa 19

Ahmad Dhani vs Once yang Harusnya Tak Perlu Terjadi: Semua karena EO yang Tak Patuh Royalti

Namun, bukan hanya itu saja yang membuat “Kucinta Kau Apa Adanya” masuk ke daftar lagu lawas Indonesia ini. Yang bikin saya gatel adalah pemilihan kata “merubah” alih-alih “mengubah”.

Lho, katanya nggak menyoal yang beda tipis gini karena dianggap selingkung?

Sebentar. Masalahnya, kata “merubah” ini bisa memberi makna lain lho, kalau kita ngikutin EYD. Kata itu bisa diartikan ‘menjadi rubah’.

Rubah sendiri, selain bermakna hewan, biasanya juga digunakan sebagai metafora dari sosok yang licik, penuh tipu daya, atau sebagai hewan yang memiliki kekuatan sihir. Hmm, gimana ya, perasaan Once kalau disamain sama rubah?

#2 Ungu, Para PencariMu (2007)

Mari abaikan dulu tentang ejaan di judul yang nggak sesuai EYD. Toh, kalau didengarkan terasa nggak ada bedanya juga. Kecuali jika ditulis dengan huruf kapital, jadi “Para PencariMU” gitu misalnya. Kan jadi jelas, itu lagu lawas Indonesia yang ditulis fans… Madura United.

Namun begitu, tetap ada yang mengganjal dari lirik lagu ini. Yaitu, ada di bagian refrain-nya.

“Akulah para pencari-Mu, Ya Allah”

Seperti yang sudah biasa kita gunakan sehari-hari, “para” adalah kata penyerta yang menyatakan pengacuan ke kelompok. Sehingga, kata ini digunakan untuk merujuk ke orang banyak. Sementara, “aku” hanyalah terdiri dari 1 orang. Membingungkan. Maunya gimana, sih, ini Ungu.

Akan tepat jika semisal liriknya berbunyi: “Kamilah para pencari-Mu” atau; “Akulah yang mencari-Mu”.

Namun, boleh jadi, saat sedang menyanyikan lagu ini, sebenarnya Pasha nyambi melancarkan kagebunshin no jutsu. Kita saja yang nggak bisa liat. 

#3 Vierra, Rasa Ini (2007)

Secara general, bagi saya, lagu lawas Indonesia keluaran Vierratale,utamanya saat masih membawa nama Vierra, memang sering absurd secara diksi. Lagu “Rasa Ini” adalah salah satunya.

Ku tak percaya kau ada disini

Menemaniku… di saat dia pergi

Sungguh bahagia kau ada disini

Menghapus semua…

Sakit yang kurasa

*

Mungkinkah kau merasakan

Semua yang kupasrahkan

Kenanglah kasih…

**

Kusuka dirinya mungkin

Aku sayang

Namun apakah mungkin

Kau menjadi milikku

Kau pernah menjadi

Menjadi miliknya

Namun salahkah aku

Bila kupendam rasa ini

Ngomong-ngomong, liriknya saya dapatkan dari video musik resmi yang ada di Musica Studio. Saya tulis utuh plek-ketiplek beserta tanda bacanya. Perhatikan saja pronomina yang digunakan. Kata ganti “kau” dan “dia” yang digunakan di lagu ini menimbulkan pertanyaan: “Ini nulisnya inkonsisten padahal merujuk ke satu orang atau memang mengacu 2 orang yang berbeda, sih?”

Namun, rasanya aneh banget kalau merujuk 2 orang yang berbeda. Masa gini: Anda suka sama orang yang kemudian meninggalkan Anda. Di saat seperti itu, Anda dihibur oleh seseorang yang adalah mantannya orang yang Anda sukai tadi.

Anda memang bilang senang ditemani dia, tapi nggak pernah menyatakan suka dengannya. Alih-alih, Anda malah bilang bahwa masih suka dan bahkan mungkin sayang dengan orang yang telah meninggalkan Anda. Tapi tuh Anda bertanya-tanya, “Bisa nggak, ya dia jadi milikku? Soalnya dia tu mantannya orang yang lagi aku suka eh, ya masio dee ninggal aku~~~.”

Duh, tanpa perlu menyoal gender ketiga tokoh yang disebut di lagu tadi, karena mungkin memang nggak untuk dipersoalkan, tetapi begini saja dah cukup pusing. Katanya suka C, kok malah nanyanya “Bisa nggak ya pacaran sama si B”. Hadyeh. Mbuh, lah.

Memaklumi selingkung penulis lagu

Benar, bahasa di lagu lawas Indonesia ini nggak kaku dan yang penting dapat tersampaikan. Hanya, jika memang arti sebaliknya yang dimaksud, ini agak fatal. Bagaimana mau dipahami dan pesannya dapat sampai, jika kode yang dikirim bertolak belakang. Jadi gagal emosional saat menikmati lagunya.

Mungkin, problematika seperti ini kini bisa diminimalisasi karena KBBI sudah bisa diakses daring. Namun, saran saya untuk penulis lagu, nulisnya pas malam saja. Kalau siang, KBBI daring sering ngadat.

Itu tadi 3 lagu lawas Indonesia, yang liriknya bikin bingung. Mungkin akan nambah lagi kalau saya ingat, mungkin juga nggak. Saran saya, untuk nggak lupa menadaburi EYD dan KBBI daring, ya, kakak-kakak penulis lagu. Bhy!

Penulis: Annisa Rakhmadini

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Kenapa sih Kangen Band Suka Pakai Kata Bintang pada Lirik Lagunya?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 September 2022 oleh

Tags: lagu indonesialagu lawaslagu lawas IndonesiaOnce MekelunguVierra
Annisa R

Annisa R

Belajar geografi lingkungan. Penduduk, pejalan kaki, dan pengguna transportasi umum.

ArtikelTerkait

3 Lagu Dewa 19 yang Selamanya Bakal Terkenal Melebihi Lagu Lain (Instagram @officialdewa19)

3 Lagu Dewa 19 yang Selamanya Bakal Terkenal Melebihi Lagu Lain

6 Desember 2022
4 Lagu Indonesia yang Bagus, tapi Video Klipnya Nggak Bangettt terminal mojok

4 Lagu Indonesia yang Bagus, tapi Video Klipnya Nggak Banget

15 Agustus 2021
Ungu Rekaman Album Baru Bikin Gairah Musik Pop Mainstream Indonesia Balik Lagi terminal mojok.co

Ungu Rekaman Album Baru Bikin Gairah Musik Pop Mainstream Indonesia Balik Lagi

9 Maret 2021
15 Lagu Galau Indonesia untuk Temani Hatimu yang Kacau Terminal Mojok

15 Lagu Galau Indonesia untuk Temani Hatimu yang Kacau

19 Maret 2022
3 Lagu Lawas Indonesia yang Liriknya Bikin Bingung (Unsplash.com)

3 Lagu Lawas Indonesia yang Liriknya Bikin Bingung

24 Agustus 2022
7 Lagu Luar Negeri yang Punya Vibes Mirip Lagu Indonesia Terminal Mojok

7 Lagu Luar Negeri yang Punya Vibes Mirip Lagu Indonesia

15 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 jajanan tradisional Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya jauh berbeda Mojok.co

4 kuliner Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya berbeda

16 Juli 2026
Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang  Mojok.co

Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang 

19 Juli 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co yusril fahriza

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

20 Juli 2026
Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

19 Juli 2026
Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

19 Juli 2026
Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi?

20 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.