Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

3 Keapesan yang Cuma Dirasakan Orang Berkacamata. Yang Sabar, Bos!

Muhammad Ilham Sadikin oleh Muhammad Ilham Sadikin
5 November 2020
A A
3 Keapesan yang Cuma Dirasakan Orang Berkacamata. Yang Sabar, Bos! terminal mojok.co

3 Keapesan yang Cuma Dirasakan Orang Berkacamata. Yang Sabar, Bos! terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya merupakan seorang manusia yang setiap harinya merasa tidak pernah kesepian. Hal ini karena setiap saat, dimana pun, kapan pun, segala kehidupan dan aktivitas saya ditemani oleh sebuah benda ajaib yang dinamakan “kacamata”. Ya, saya orang berkacamata.

Kacamata adalah sebuah harta yang paling indah dan berharga yang pernah saya miliki, setelah keluarga. Tanpanya, saya hanyalah mas-mas yang kalau ditanya, di depan sana ada sesuatu apa, saya hanya memicing-micingkan mata serta memaki, “Nggak ada apa-apa, Cok, nggak kelihatan!” Yhaaa gimana mau lihat, ngeblurrr.

Selama delapan tahun saya menggunakan kacamata, ada banyak hal-hal menyebalkan dan nyeleneh yang pernah terjadi. Mungkin juga, kejadian-kejadian yang saya rasakan ini, dirasakan juga oleh mayoritas orang-orang berkacamata lainnya. 

#1 Sering dituduh sombong

Kejadian ini kerap kali saya rasakan. Teman-teman yang pernah berpapasan dengan saya ketika berkendara motor sering melontarkan tuduhan bahwa saya sombong karena nggak mau menyapa mereka.

Perlu diklarifikasi, sebenarnya bukan nggak ingin menyapa. Tapi, karena penglihatan saya yang agak kurang jelas untuk melihat objek yang jauh, meskipun saya sudah menggunakan kacamata. Nantinya, jika dengan lantang ingin berramah-tamah dan menyapa seseorang, bakal terjadi sesuatu yang kurang menyenangkan.

Seperti suatu ketika pada saat berkendara motor di kampung saya, saya pernah keliru dalam menyapa orang. Orang sekampung yang biasanya saya panggil dengan panggilan “kakek” karena kerabunan mata saya ini, malah saya panggil beliau dengan panggilan “abang”.

Sudah dibayangkan bagaimana perasaan si kakek bukan? Antara bingung, heran, dan mungkin ingin marah karena sedang merasa dibecandain oleh saya.

Meskipun saya orang berkacamata, tapi tetap saja penglihatan saya terbatas.

Baca Juga:

Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

Saya Lebih Percaya Dokter Tirta daripada Influencer Kesehatan Lainnya, To The Point, dan Walk The Talk!

Nah, untuk teman-teman yang pernah menuduh saya sombong, saya nggak mempunyai niat dan saya nggak sengaja sombong ya. Kalian mungkin bisa memakluminya. 

Kritik dan saran juga untuk kalian teman-teman yang menuduh saya sombong. Mengapa kalian yang melihat saya, tidak menegur saya dahulu, mengapa saya yang harus menegur kalian dahulu? Seharusnya yang layak dikatakan sombong itu kalian, bukan saya. Jangan menambah beban orang berkacamata dong. Loh malah curhat.

#2 Memiliki banyak nama panggilan

Orang berkacamata kadang memiliki banyak nama panggilan di berbagai tempat. Beda tempat, beda nama. Seperti itulah kira-kira.

Semisal sewaktu di kampung, saya biasanya dipanggil dengan sebutan “Afgan”. Mulai dari teman sejawat, para orang tua di kampung, hingga anak-anak yang lebih muda kebanyakan memanggil saya Afgan.

Terkait alasan mereka memanggil nama tersebut saya kurang tahu persis, belum pernah saya tanyakan dan saya tidak mau tahu juga. Tapi, sebenarnya saya merasa senang jika dimirip-miripkan dengan public figure yang bersuara merdu tersebut. Memang kalau dipikir-pikir, ketika bercermin di depan kaca, saya cukup tampan juga jika disandingkan dengan Afgan muehehe.

Di lingkaran pertemanan saya di sekolah dahulu, saya punya nama panggilan yang lain. Beberapa teman pernah memanggil saya dengan nama “Camara”. Camara merupakan akronim dari “Cowok Bermata Rabun”. Ada juga yang pernah memberikan nama panggilan “Boboho”.

Dua nama panggilan nyeleneh terakhir tersebut, terkadang membuat saya kesal sendiri. Gimana nggak kesel, nama asli yang diberikan orang tua saya memiliki makna yang kalau dikontemplasikan secara mendalam maknanya luar biasa keren serta memiliki kandungan doa dan harapan. Orang tua saya juga melakukan kegiatan penyembelihan dua ekor kambing untuk memberikan nama tersebut. Lha ini malah teman-teman saya, yang kalau saya mintain hotspot internet masih hitung-hitungan, sudah sesuka hatinya mengganti-ganti nama saya.

Semasa berkuliah, saya belum menerima panggilan baru yang berkaitan dengan kacamata. Biasanya ketika masuk ke lingkungan pertemanan baru, ada saja nama-nama yang diberikan untuk saya yang temanya berkaitan dengan orang berkacamata. Namun, beberapa minggu lalu, ketika saya tidak sengaja bertemu dan berkenalan dengan mahasiswi yang berbeda kampus, saya malah mendapatkan nama panggilan baru.

Orang tersebut menurut saya adalah seorang wanita yang kalau berbicara saya analogikan seperti tukang ngebut, remnya blong, dan selalu menerobos lampu merah. Sederhanya bicaranya ceplas-ceplos. Meskipun begitu orangnya asyik ternyata, dan sekarang kami malah berteman baik.

Hal yang ngeselin dengan wanita tersebut adalah ketika kami tidak sengaja pertama kali bertemu dan berkenalan, ia langsung dengan spontan memanggil saya dengan nama yang lumayan menggemaskan. Ia memanggil saya dengan panggilan “Kicimiti”, yang mana merupakan plesetan dari kata kacamata. Pasca dari pertemuan tersebut, saya segera menghafalkan dan melafalkan nama baru yang menggemaskan itu di dalam hati, Kicimiti, Kicimiti, Kicimiti.

#3 Berkendara motor pada saat hujan dan malam hari

Hal lain yang ngeselin dan cukup berbahaya adalah pada saat mengendarai motor dalam keadaan hujan. Untuk orang-orang berkacamata pasti sudah mengerti betapa ngeselinnya momen tersebut.

Kalau ditanya, “Apa yang buat ngeselin?” Jawabannya adalah, “Nggak ada yang bisa dilihat, semuanya penuh dengan ketidakjelasan. Segalanya terlihat sama saja, ngeblur.”

Hal ini dikarenakan pada saat hujan, air percikan hujan hinggap di lensa kacamata. Akibatnya penglihatan menjadi terganggu.

Ritual yang rutin dilakukan pada saat berkendara motor dalam kondisi hujan agar bisa melihat tanpa gangguan percikan air di kacamata adalah ketika jari telunjuk tangan kiri dialihfungsikan menjadi wiper kaca mobil. Setiap beberapa menit sekali jari tangan secara spontan seperti sudah diprogram untuk membersihkan percikan air yang berada di lensa.

Kejadian lain yang ngeselin adalah ketika cahaya mobil yang berpapasan membuat silau mata dan akibatnya penglihatan menjadi terganggu. Biasanya yang membuat silau adalah mobil-mobil yang menghidupkan lampu jarak jauhnya.

Untuk kejadian ini, orang yang memiliki penglihatan normal mungkin merasakan terganggu juga. Tetapi, menurut saya, damage dari lampu jarak jauh mobil tersebut lebih besar dirasakan oleh orang berkacamata. Susah diungkapkan lah intinya, susah.

Untuk hal ngeselin yang kastanya paling tinggi selama saya hidup di dunia adalah pada saat kedua kejadian di atas bergabung menjadi satu. Mengendarai motor pada saat hujan dan terjadi di malam hari.

Kalau sudah seperti itu keadannya, saya langsung berhenti cari tempat untuk berteduh. Jika berboncengan dengan teman, teman saya yang saya suruh gantian untuk mengendarai motor.

Pernah juga, saya mendapatkan kejadian sial yang paling sial-sialnya ketika berboncengan dengan teman. Waktu itu tiba-tiba hujan turun di malam hari. Segera saya meminta teman saya untuk gantian mengendarai motor. Eh saya lupa, ternyata dia juga rabun dan berkacamata. Ya Tuhannn~

BACA JUGA Alasan Kita Beli Banyak Casing Hape Hanya untuk Satu Hape

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 November 2020 oleh

Tags: kacamataKesehatan
Muhammad Ilham Sadikin

Muhammad Ilham Sadikin

Suka belajar apa saja, membaca apa saja, dan ngopi apa saja~

ArtikelTerkait

Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

8 Januari 2026
Problem Kekinian yang Menyebalkan: Masker Copot Saat Memakai Helm terminal mojok.co

Cara Menghilangkan Embun di Kacamata saat Memakai Masker

17 Agustus 2020
jus detoks

Pengalaman Mencoba Jus Detoks: Berakhir Sebelum Matahari Terbenam di Hari Pertama

5 September 2019
Googling Sebelum Bertindak Terasa Lebih Relevan Daripada Berpikir Dulu terminal mojok.co

Jika Sakit, Jangan Tanya Google, Langsung Saja ke Dokter

27 Mei 2019
Orang-orang Harus Tahu Pemeriksaan USG Bukan Cuma untuk Orang Hamil

Orang-orang Harus Tahu Pemeriksaan USG Bukan Cuma untuk Ibu Hamil

31 Agustus 2021
Promosi Kesehatan: Jurusan Underrated yang Dianggap Cuma Sales, padahal Garda Terdepan Kesehatan Rakyat

Promosi Kesehatan: Jurusan Underrated yang Dianggap Cuma Sales, padahal Garda Terdepan Kesehatan Rakyat

28 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

20 Februari 2026
Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

22 Februari 2026
Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang Mojok.co

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang

26 Februari 2026
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar

21 Februari 2026
Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

24 Februari 2026
Bakpia Kukus Tidak Layak Pakai Nama Bakpia Asli Jogja (Unsplash)

Bakpia Kukus Tidak Layak Menyandang Nama “Bakpia” karena Ia Bolu Kukus yang Mengaku sebagai Kuliner Asli Jogja

21 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.