Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

3 Jenis Sales yang Sering Datang ke Desa-desa

Durrotul Ainia oleh Durrotul Ainia
11 September 2020
A A
Pengalaman Jadi Sales: Suka, Duka, dan Tips Biar Dapat Banyak Komisi

Pengalaman Jadi Sales: Suka, Duka, dan Tips Biar Dapat Banyak Komisi

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai seseorang yang lahir dan besar di desa, rumah saya sudah sering kedatangan sales-sales yang menjajakan barang dagangannya. Mulai dari sales perpancian, alat elektronik, dan alat kesehatan, semua sales mempunyai cara yang hampir sama, yaitu dengan cara door-to-door, berjualan menawarkan produknya ke rumah-rumah warga.

Sales alat memasak misalnya, selama saya hidup cara promosi sales alat memasak yang di desa-desa selalu sama, yaitu mendatangi rumah warga yang terasnya luas untuk dijadikan tempat demo memasak. Pemilihan rumah yang terasnya luas bukan tanpa alasan. Berdasarkan observasi kecil-kecilan saya rumah yang terasnya luas akan memudahkan si sales untuk melakukan demo masak karena akan lebih leluasa dan lincah saat memasak dan juga lebih mudah terlihat oleh warga lain sehingga akan menarik banyak peminat.

Namun, tidak jarang juga saya temui sales yang tidak memilih teras luas namun memilih rumah yang besar karena si sales hendak melakukan demo masak di dalam rumah. Kemungkinan karena cuaca yang berangin sehingga berpotensi mengganggu proses memasak. Biasanya nih menu yang dimasak nggak jauh-jauh dari roti bolu, roti kukus, jus, es krim dan sebagainya yang nggak terlalu ribet. Dan enaknya kalau ada sales ini selalu dapat makanan gratis hasil demo masak, hehehe.

Sales alat memasak juga biasanya menawarkan sistem kredit. Jadi kalau ada ibu-ibu yang tertarik dengan barang yang dijualnya maka akan diberikan pilihan mau dibayar lunas atau kredit. Dan kebanyakan ibu-ibu akan memilih kredit karena ya banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi selain beli panci antigores atau alat presto yang bisa melunakkan hati yang keras. Amazing.

Sales lain yang tidak kalah saing adalah sales alat elektronik. Sales jenis ini biasanya juga beda tipis dengan sales panci. Menawarkan barang dari rumah ke rumah dengan salam hangat dan seolah membawa solusi dari segala permasalahan hidup. Ibu saya salah satu contoh ibu-ibu yang terpesona dengan omongan sales elektronik ini. Jadi waktu itu ada sales yang datang ke rumah dan memberikan brosur yang berisikan barang-barang elektronik kekinian. Ibu saya kepincut sama blender yang katanya serbaguna banget.

Blender tersebut digadang-gadang dapat digunakan untuk banyak keperluan seperti (of course) memblender entah itu jus, es batu, atau bumbu, dapat membuat santan tanpa ampas, dapat mengiris sayur jadi super tipis, menggiling daging jadi pentol, membuat es krim dan kegunaan lain yang super sekali. Namanya ibu-ibu dikasih tahu alat yang manfaatnya sangat banyak ya pasti tergiur dong buat beli padahal saat itu posisinya sudah punya blender loh meskipun cuma blender biasa.

Setelah sudah dibeli, nyoba kan akhirnya buat giling daging. Hasilnya ternyata nggak selembut penggiling daging padahal ekspektasi sudah tinggi banget. Akhirnya sekarang ya blendernya cuma buat ngejus, bikin bumbu, dan sebagainya. Dipakai kayak blender biasa.

Sales terakhir ini nih yang bikin saya sering kesel, sales alat kesehatan. Cara sales alat kesehatan menjual produknya yang sering saya temui adalah dengan mengadakan cek kesehatan gratis. Jadi ada anggota tim sales yang bagi-bagi semacam tiket cek kesehatan gratis, biasanya kertas fotokopian gitu dipotong jadi kecil-kecil terus dikasih ke Pak RT buat dibagiin ke warga biar pada percaya kalau ada cek kesehatan gratis.

Baca Juga:

Manisnya Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu yang Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Saudara

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

Biasanya yang datang ke acara cek kesehatan gratis itu ibu-ibu atau bapak-bapak yang memang sudah lumayan sepuh dan punya keluhan penyakit. Orang desa yang notabene banyak orang polosnya ya bakal percaya-percaya saja kalau ada yang mengadakan cek kesehatan gratis dengan harapan akan diberi pengobatan gratis dan dapat menyembuhkan penyakitnya.

Di balik nama “cek kesehatan gratis” ternyata tujuan utamanya adalah jualan. Ya orang-orang tua pada nggak tahu dong, wong dikasih tahunya cek kesehatan bukan jualan alat kesehatan. Ya kalau alat yang dijualnya memang benar-benar memberi manfaat, lah ini? Hmmm, boro-boro.

Lagi-lagi orang tua saya sendiri pernah termakan omongan si sales alat kesehatan ini. Dapat tiket cek kesehatan gratis dan seneng dong akhirnya datang ke lokasi. Waktu itu di rumah Pak RT dan setelah dicek kesehatan disuruh beli alat pijat gitu. Namanya orang tua polos, diomongin sama sales yang pinter ngomong ya diiyain, disuruh beli ya mau. Harganya 100 ribuan setelah saya cek di Shopee rata-rata dijual dengan harga cuma 30 ribuan. Jauh banget bedanya.

Dear sales alat kesehatan yang biasa promosi ke desa-desa, sah-sah saja jualan tapi mbok ya jangan ngomongnya cek kesehatan gratis dong. Kasihan yang punya harapan tinggi sama cek kesehatan itu tadi. Dan kalau ngasih harga yang sewajarnya, apalagi ini targetnya orang desa yang penghasilannya nggak seberapa akhirnya pada ngutang buat beli alat yang sebenernya nggak perlu-perlu banget. Orang-orang tua yang punya niat ingin mengobati penyakit akhirnya bela-belain buat beli alat yang kalau menurut saya nggak begitu berguna, kasihan tahu.

BACA JUGA Krim Abal-abal: Murah, Beda, dan Berbahaya dan tulisan lainnya dari Durrotul Ainia.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 September 2020 oleh

Durrotul Ainia

Durrotul Ainia

Penikmat dunia kecantikan yang menjalani hari dengan santai. Menyeimbangkan hidup dengan merawat diri, mengamati sisi absurd kehidupan sehari-hari, dan menikmati manis-gurihnya kombinasi matcha serta keju

ArtikelTerkait

Purwokerto Membuat Orang Purbalingga Cemburu dan Iri Hati (Unsplash) kemacetan

3 Pusat Kemacetan di Purwokerto yang Hanya Bisa Diatasi dengan Baling-baling Bambu

22 September 2023
Tidak Ada Hajatan yang Menguntungkan Terminal Mojok

Membuka Rahasia Cara Pedagang Menemukan Tempat Hajatan untuk Berdagang

3 Februari 2023
ananda badudu

Ananda Badudu dan Moralitas Palang Merah Albert Camus

30 September 2019
Seandainya Lagu 'Surti Tejo' Milik Jamrud Tercipta di Masa Kini terminal mojok.co

Seandainya Lagu ‘Surti Tejo’ Milik Jamrud Tercipta di Masa Kini

2 Maret 2021
ucapan idul fitri lebaran MOJOK.CO

Ucapan Idul Fitri Tak Perlu Bertele-tele, Kamu Nggak Lagi Bikin Naskah Pidato MLM

23 Mei 2020
Luckiest Girl Alive, Film Netflix Terbaik Tahun Ini yang Mengangkat Soal Trauma Korban Pemerkosaan Terminal Mojok

Luckiest Girl Alive, Film Netflix Terbaik Tahun Ini yang Mengangkat Soal Trauma Korban Pemerkosaan

12 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli Mojok.co

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

22 Februari 2026
Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

25 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026
Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi Mojok.co

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi

24 Februari 2026
Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin Saya Malas Datang Bukber, Bukan Cuma karena Jadi Ajang Pamer

21 Februari 2026
5 Barang Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek-merek yang Sudah Besar Mojok.co

5 Produk Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek yang Sudah Besar

25 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”
  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya
  • Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.