Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

3 Jenis Orang yang Paling Bahagia dengan Adanya Wisuda Online

Boga Metri Zain oleh Boga Metri Zain
22 November 2020
A A
3 Jenis Orang yang Paling Bahagia dengan Adanya Wisuda Online terminal mojok.co

3 Jenis Orang yang Paling Bahagia dengan Adanya Wisuda Online terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi sebagian besar orang, wisuda online merupakan mahakarya paling anjayani dari sebuah pandemi. Kuliah empat tahun bahkan lebih, berakhir nelangsa di depan layar gawai. Pupus sudah harapan untuk membawa satu truk keluarga lengkap sampai tujuh turunan agar bisa turut merasakan euforia kelulusan. Sirna sudah harapan membuat video TikTok lamaran tukar cincin bersama pasangan seusai selebrasi wisuda. Banyak sekali harapan-harapan yang gagal karena wisuda online. 

Wisuda online itu, seperti mau BAB, tapi yang keluar hanya kentut, begitu teman saja berujar.

Momen ini mungkin sangat problematis, tapi mari kita memandang dengan kacamata biner yang bijaksana. Wisuda online tidak hanya membawa kekecewaan, tapi juga kebahagiaan. Sesungguhnya wisuda online amat sangat membahagiakan bagi tiga jenis orang ini. Merekalah orang-orang yang paling bersyukur.

#1 Orang ambisius yang gagal cumlaude

Jangan tanya betapa bahagianya jenis orang ini saat tahu wisuda akan berlangsung secara online. Merekalah orang-orang yang ucapan alhamdulillah-nya lebih gaung dari teriakan ormas. Wisuda online seperti angin segar dari surga, kekecewaan karena gagal mendapat predikat cumlaude tidak akan terlalu terasa bila selebrasi wisuda dilakukan daring.

Orang-orang jenis ini belajar giat untuk mendapat predikat cumlaude, sangat berambisi dan berapi-api. Tapi,mereka gagal karena ya memang sudah begitu jalannya, mau gimana lagi. Teman saya adalah satu dari yang paling kecewa karena gagal cumlaude. Gelar mawapres fakultas, finalis Duta Bahasa, dan sederet prestasi lainnya tidak berarti apa-apa hanya karena pernah sekali mendapat nilai C. Kampus kami punya ketentuan yang agaknya kurang adil menurut kami, biar IPK setinggi monas, bila ada nilai C, barang sebiji saja, mendapat predikat cumlaude hanya akan menjadi sebatas mimpi.

Sebenarnya dengan malu saya akan mengatakan, saya termasuk dalam jenis orang ini. Kasusnya sama karena nilai C. Nilai C memang ! Aaasudahlah. Bagi saya, teman saya, dan orang-orang lain yang berjenis ini, wisuda online adalah penyelamat, menyelamatkan kami dari atmosfer kekecewaan yang sangat beracun dari selebrasi wisuda yang dilakukan secara langsung. Kami bersyukur diselamatkan dari hati yang berkecamuk saat melihat si mbak-mbak dan mas-mas cumlaude dipanggil dengan bangga menggunakan teriakan mayor yang menawan, seperti ini: CUM… LAUDE ! Duh mamae pasti akan terngiang-ngiangie.

#2 Orang yang tidak suka ribet

Biar kata wisuda secara langsung itu berlangsung satu hari, tapi persiapannya tidak bisa sehari. Apalagi kalau membuat baju persatuan keluarga agar necis terlihat di foto saat wisuda, wah itu sih bisa menghabiskan waktu satu bulan lebih, atau bahkan berbulan-bulan. Biasanya yang menginisiasi baju persatuan ini adalah Ibu, Bundahara keluarga. Itu baru menyoal baju, belum soal make up. Nah ribet lagi, mesti mencari MUA yang cocok. Dan masih ada lagi, bagi yang tidak punya kendaraan roda empat, berarti harus menyewa kendaraan, ini agak susah sih kalau di perkampungan. Oh sungguh ribet. Dari semua itu, masih ada yang belum, di tempat saya menghadiri wisuda berarti juga pergi tamasya sekaligus piknik, biasanya para ibu akan memasak banyak makanan untuk dibawa ke kota lalu berpiknik di halaman kampus, makan bersama keluarga atau bahkan tetangga yang ikut menghadiri wisuda. Mungkin ini aneh bagi sebagian orang, tapi di sini lumrah terjadi.

Bagi orang yang tidak suka ribet, serangkaian proses ini menjengkelkan sekali. Sebenarnya bisa saja serangkaian proses ribet bin riweuh ini tidak dilakukan saat wisuda langsung, tapi biasanya para Ibu tidak mau anaknya tampil biasa saja, Ibu pasti adalah orang yang paling antusias saat anaknya wisuda, paling heboh, dan sudah jelas akan mengatur anaknya untuk begini dan begitu walaupun sejatinya anaknya tidak suka keribetan.

Baca Juga:

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya

Jangan Sombong Saat Meraih PhD, di Balik Gelarmu Ada Jasa Banyak Orang

#3 Orang yang tidak punya orang tua lengkap

Belum genap 5 bulan dari sekarang, tepat satu bulan setelah saya yudisium, bapak saya berpulang, jadilah saya wisudawan yang tidak punya orang tua lengkap. Momen wisuda menjadi sebuah ajang bagi orang tua untuk merayakan dengan penuh bangga dan bahagia atas pencapaian yang telah didapatkan anaknya. Bisa sampai pada tahap wisuda sebenarnya bukan hanya pencapaian anak semata, tapi juga orang tua yang sudah berhasil membiayai anaknya hingga sarjana.

Bagi saya dan mungkin juga orang lain yang tidak punya orang tua lengkap, wisuda akan jadi momen yang menyedihkan. Melihat orang lain berpose mesra penuh kasih bersama kedua orang tuanya saat wisuda adalah momen yang mencabik hati bagi saya. Orang lain yang sejenis dengan saya dalam hal tidak punya orang tua lengkap, wisuda online adalah hal yang sangat membuat saya bersyukur.

BACA JUGA ‘Tuselak’, Hantu Asal Lombok yang Hampir Punah dan tulisan Boga Metri Zain lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 November 2020 oleh

Tags: kuliah onlinewisuda
Boga Metri Zain

Boga Metri Zain

Pemilik Aura Biru dan Punya Seribu Niat Baca Buku.

ArtikelTerkait

pengangguran, kuliah online

Surat Permohonan Maaf untuk Bapak/Ibu Dosen dari Mahasiswa Tukang Rebahan pas Kuliah Online

8 Mei 2020
uang jajan

UKT Bayar, Kost Bayar, tapi Uang Jajan Dihentikan, Ah Dasar Pandemi Menyebalkan!

17 Juni 2020
Saya Mahasiswa Ushuluddin yang Masa Depannya Dipertaruhkan oleh Mulut Tetangga terminal mojok.co

Kuliah Online Bikin Jiwa Bandel Mahasiswa Tidak Terfasilitasi dengan Baik

7 Desember 2020
Mbak Nana, Tagar #WisudaLDR2020 Itu Bukannya Nyemangatin Malah Bikin Sedih Rasanya Patah Hati Melihat Teman Sendiri Sudah Wisuda

Rasanya Patah Hati Melihat Teman Sendiri Sudah Wisuda

1 Desember 2019
Empat Nasihat buat Kamu yang Pengin DO

Empat Nasihat untuk Kamu yang Pengin DO

29 Desember 2019
karya fiksi UT kuliah ekonomi kuliah sastra kuliah online mahasiswa s-1 dan s-2 Sebagai Penulis, Saya Sering Disangka Romantis dan Bisa Menjadi Sekretaris kuliah online

Kuliah Online Dikeluhin Anak S-1? Mereka Belum Tahu Aja Jungkir Baliknya Kuliah Online S-2

27 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.