Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

3 Inovasi Bisnis Kuliner yang Dilakukan Pedagang agar Bisa Bertahan selama Pandemi

Meita Eryanti oleh Meita Eryanti
27 Mei 2020
A A
inovasi bisnis kuliner usaha kuliner selama pandemi corona agar bisa survive bertahan mojok.co

inovasi bisnis kuliner usaha kuliner selama pandemi corona agar bisa survive bertahan mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak hampir dua bulan yang lalu Pemerintah Kota Bekasi menindak tegas orang yang berkumpul terutama di tempat makan. Aku ingat sebuah kafe dekat rumahku memasang status, “Sesuai dengan edaran dari pemerintah, kami meminta untuk pembelian menu kami melalui Grabfood atau take away ya. Ini demi kalian juga agak kalian tidak diciduk polisi dan tidak dapat kembali ke rumah.”

Aku tahu edaran yang dimaksud dari postingan IG Radio Dakta pada 5 April 2020. Di situ dikatakan bahwa jika ada remaja atau dewasa yang berkumpul di luar rumah pada siang atau malam hari, akan diamankan oleh pihak berwajib di rumah singgah (dekat TPU Padurenan) dan akan dikembalikan kepada keluarga bila sudah dinyatakan negatif Covid-19 oleh Pemerintah Kota Bekasi.

Serem ya?

Ketika diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai tanggal 14 April 2020, aturan itu dipertegas lagi. Kini, usaha kuliner seperti restoran hingga warteg dan pecel lele dilarang melayani makan di tempat. Di banyak tempat makan, termasuk penjual pecel lele di depan kompleks tempat tinggalku, tertempel pengumuman bahwa mereka tidak menerima layanan makan di tempat.

Dari situ aku memperhatikan banyak inovasi yang dilakukan oleh tempat-tempat makan supaya bisa bertahan dengan segala pembatasannya. Berikut adalah 3 inovasi dari usaha kuliner yang aku perhatikan.

Inovasi bisnis kuliner selama pandemi #1 Beralih menjual makanan mentah

Ini dilakukan oleh sebuah warung ramen yang cabangnya bukan hanya ada di Bekasi tapi juga di Jakarta. Aku mulai ngeh dengan pergeseran pemain bisnis kuliner di Bekasi karena mereka. Sejak diberlakukannya peraturan yang kusebutkan tadi, warung ramen ini mulai menjual bahan mentah selain melayani pembelian makanan matang melalui pesan antar.

Mereka menjual frozen food, seperti chicken katsu, fish roll, kentang beku, otak-otak, dan ayam bumbu. Selain itu ada juga daging-dagingan, seperti daging ayam, daging ikan, dan daging sapi dengan segala bentuk potongannya. Mereka bahkan menjual buah-buahan dan sayuran. Bahan-bahan mentah yang mereka tawarkan ini biasa mereka gunakan untuk menyajikan makanan matang sehingga mereka menjamin kualitas bahan-bahan mentah yang mereka jual.

Warung ramen ini memang terkenal enak banget, sih. Bukan cuma ramennya, melainkan juga nasi goreng dan banyak makanan yang mereka jual. Sayangnya, sejak beberapa hari yang lalu, mereka menutup seluruh outletnya hingga pada waktu yang tidak ditentukan.

Baca Juga:

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat 

Dosa pengusaha kuliner, pakai foto makanan hasil AI hingga pembeli merasa tertipu

Selain warung ramen, ada juga sebuah kedai burger yang menjual bahan-bahan mentah mereka, seperti roti bun, keju lembaran, burger patty, saos mayo, bahkan sampai bawang bombay di marketplace. Lalu di media sosialnya, mereka memberi tutorial cara membuat burger yang biasa mereka sajikan.

Inovasi bisnis kuliner selama pandemi #2 Menjual makanan dalam kemasan

Ini dilakukan oleh beberapa restoran Jepang. Mereka menjual makanan-makanan yang biasa mereka hidangkan di restorannya, seperti beef yakiniku, chicken teriyaki, ayam kung pao, atau sapi lada hitam dalam kemasan standing pounch dan ready to heat. Makanannya matang, tapi karena dikemas seperti saos spageti, kita bisa menyimpannya di lemari pendingin selama beberapa hari. Bila pembeli ingin mengonsumsinya, mereka tinggal memanaskannya.

Beberapa rumah makan Padang juga ada yang menjual rendang ready to heat seperti ini. Adikku pernah membelikanku di marketplace. Kupikir-pikir, penjualan dalam kemasan seperti itu jadi banyak keuntungannya. Pembeli bisa membeli dalam jumlah yang banyak dalam satu waktu untuk beberapa kali makan. Penjual juga bisa memperluas pemasaran produknya dan mempermudah distribusinya.

Inovasi bisnis kuliner selama pandemi #3 Menjual minuman dalam kemasan botol literan

Aku sempat melihat iklannya, dua buah kedai minuman teh dan kopi yang biasa menjual produknya dalam gelas plastik, kini menjual produknya dalam kemasan botol 1 liter. Minuman tersebut bahkan dijual di marketplace.

Kuingat-ingat, sepertinya sejak sebulan yang lalu aku memang tidak pernah membeli minuman teh dan kopi padahal biasanya paling tidak seminggu sekali aku membeli minuman semacam itu. Kondisi masa pendemi seperti ini membuatku berpikir beberapa kali untuk membeli minuman yang dihidangkan dengan es. Takut batuk, euy. Berhubung ada yang kemasan 1 literannya, aku jadi menimbang untuk membelinya. Kemasan botolan 1 liter ini tidak ada tambahan esnya. Jadi aku tidak perlu khawatir batuk.

Ada yang mau nambahin?

Sumber gambar: Wikimedia Commons

BACA JUGA Memulai Usaha, Mulainya dari Mana? dan tulisan Meita Eryanti lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Mei 2020 oleh

Tags: Kulinerpsbbwabah corona
Meita Eryanti

Meita Eryanti

ArtikelTerkait

Curhatan Orang yang Nggak Suka Daging Sapi, Hidup Jadi Nano-nano terminal mojok.co

Curhatan Orang yang Nggak Suka Daging Sapi, Hidup Jadi Nano-nano

2 Februari 2021
Kuliner untuk Makan Malam Ini Harusnya Jadi Menu Sarapan (Unsplash)

Kuliner untuk Makan Malam Ini Harusnya Jadi Menu Sarapan

12 Desember 2022
ngasak beras nasi liwet tradisi ngaliwet sunda mojok

Apa pun Kegiatannya, Nasi Liwet Selalu Jadi Kudapan Primadona Orang Sunda

10 November 2020
perdunu pesugihan dewandaru dukun pemilu pesugihan tulungagung mojok.co

Di Mana Ada Warung Makan Ramai, di Situ Ada Isu Pesugihan

20 Januari 2021
7 Tipu Daya Penjual Bakso yang Mengaku Asli Malang

7 Tipu Daya Penjual Bakso yang Mengaku Asli Malang

13 Juli 2024
Selain Megono, Berikut Kuliner Khas Pekalongan yang Wajib Kalian Ketahui Terminal Mojok

Selain Megono, Berikut Kuliner Khas Pekalongan yang Wajib Kalian Ketahui

15 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026
Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

5 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

2 Agustus 2026
Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.