Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Lamongan Punya Unisla yang “Keanehannya” Sulit Disaingi Kampus Lain

M. Afiqul Adib oleh M. Afiqul Adib
16 September 2025
A A
Lamongan Punya Unisla yang “Keanehannya” Sulit Disaingi Kampus-kampus Lain Mojok.co

Lamongan Punya Unisla yang “Keanehannya” Sulit Disaingi Kampus-kampus Lain (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Orang-orang lebih familiar dengan Wisata Bahari Lamongan (WBL) atau Soto Lamongan ketika membicarakan Lamongan. Sangat jarang yang tahu kalau Lamongan punya perguruan tinggi bernama Universitas Islam Lamongan (Unisla) kecuali warga lokal. Bagi warga sini, Unisla semacam jadi ikon pendidikan karena jadi andalan orang-orang selepas SMA.

Sebagai salah satu tenaga pengajar di Unisla Lamongan, saya tahu betul seluk-beluk kampus ini. Banyak fenomena yang saya rasa jarang ditemui di kampus-kampus lain atau bahkan dianggap aneh, tapi sangat wajar terjadi di Unisla. Apa sajakah itu?

#1 Di Unisla Lamongan kalian bisa kuliah bareng para guru 

Hal pertama yang unik adalah mahasiswa Unisla Lamongan sering kuliah bareng para guru. Banyak guru yang sudah lama mengajar, entah di sekolah umum maupun diniyah, tapi ternyata belum punya gelar sarjana. Ini hal yang wajar, apalagi bagi mereka yang dulu fokus mondok bertahun-tahun. Ilmunya mumpuni, pengalaman mengajar segudang, tapi ijazah S1 belum ada.

Nah, Unisla ini jadi semacam “pintu masuk” mereka buat melengkapi syarat formal. Jadi jangan heran kalau di kelas ada mahasiswa usia 19 tahun duduk sebangku sama bapak-bapak usia 40-an yang sudah kenyang ngajar anak SMA.

Atmosfernya tentu berbeda. Ada nuansa hormat sekaligus akrab. Kadang mahasiswa muda segan kalau harus diskusi, tapi lama-lama cair juga. Dan lucunya, para guru ini juga sering curhat, “Kalau di sekolah, murid-murid saya begini lho.” Jadi kelas terasa bukan cuma tempat belajar teori, tapi juga ruang berbagi pengalaman nyata.

#2 Kebanyakan dosen adalah kepala sekolah

Hal lain yang menarik di Unisla Lamongan, dosennya banyak yang kepala sekolah. Khususnya di kampus 2, ada cukup banyak dosen terbang yang sehari-hari menjabat sebagai kepala sekolah, pengurus yayasan pendidikan, atau menjabat struktural di lembaga pendidikan.

Kebayang kan, kuliah pendidikan tapi langsung diajar orang yang tiap hari bergelut dengan problem sekolah? Bukan hanya dapat teori, tapi juga kasus-kasus nyata di lapangan. Mereka bisa taktis menjelaskan pentingnya manajemen sekolah. Bagaimana tidak, wong besok paginya mereka rapat dengan para guru, orang tua murid, hingga komite sekolah. Manajemen sekolah sudah seperti makanan sehari-hari bagi mereka. 

Itu mengapa, menurut saya, jurusan pendidikan Unisla cukup solid. Sebab, mahasiswa jadi punya akses langsung ke pengalaman praktis. Mau tanya soal kurikulum, supervisi guru, sampai drama wali murid pun bisa dibahas. Kadang-kadang malah serasa rapat sekolah beneran.

Baca Juga:

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

#3 Rentang usia yang merata

Hal ketiga yang bikin suasana Unisla Lamongan beda adalah rentang usia mahasiswa yang sangat beragam. Nggak melulu lulusan SMA/MA yang masih 18-19 tahun. Ada juga yang baru kuliah setelah beberapa tahun kerja. Bahkan, tidak sedikit yang sudah berkeluarga. 

Ini membuat obrolan di kelas lebih kaya. Mahasiswa muda biasanya ngomong soal anime terbaru atau tren medsos, sementara yang lebih tua bisa menimpali dengan pengalaman hidup. Pernah suatu kali ada diskusi tentang manajemen waktu. Mahasiswa muda sambat betapa susahnya life balance ketika sudah kuliah. Mahasiswa yang lebih tua cuma senyum, lalu nyeletuk, “Coba kuliah sambil gendong anak, baru kerasa susah beneran.” Sontak satu kelas ketawa.

Selain itu, mahasiswa yang usianya lebih tua sering jadi “role model” soal ketekunan. Mereka kuliah bukan untuk main-main, tapi murni menambah ilmu dan memperkuat karier. Semangat seperti ini kadang menular ke yang muda-muda.

Bagi saya pribadi, tiga hal ini membuat Unisla Lamongan punya warna yang khas. Kuliah bareng guru-guru, dosennya kepala sekolah, dan mahasiswa lintas usia semua berpadu dalam satu ruang kelas. Kalau di kampus negeri, hal-hal semacam ini mungkin jarang ditemui.

Yah, Unisla Lamongan mungkin belum sebesar kampus negeri ternama. Tapi, tiap kampus punya ciri khasnya sendiri yang sulit dicari di tempat lain. Pun semua kampus tetap menjadi ruang belajar untuk membuka banyak hal, dalam catatan kita memang mau untuk belajar dan membuka diri.

Penulis : M. Afiqul Adib
Editor : Kenia Intan

BACA JUGA Tidak Ada Skripsi hingga Jarang Ketemu Dosen, Hal-hal yang Lumrah di Universitas Terbuka, tapi Nggak Wajar di Kampus Lain.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 25 November 2025 oleh

Tags: KampusKampus lamonganlamonganMahasiswaUnislaUnisla Lamongan
M. Afiqul Adib

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

ArtikelTerkait

15 Istilah yang Harus Diketahui Mahasiswa Baru Jurusan Sosiologi

15 Istilah yang Harus Diketahui Mahasiswa Baru Jurusan Sosiologi

2 April 2023
5 Hal yang Biasa Dilakukan Mahasiswa Baru UGM dan Mustahil bagi Mahasiswa Tua

5 Hal yang Biasa Dilakukan Mahasiswa Baru UGM dan Mustahil bagi Mahasiswa Tua

7 Maret 2024
Seminar Proposal Itu Menguji Calon Skripsi Mahasiswa, Bukan Dosen Pembimbing. Jangan Terlalu Bergantung! (Mojok.co)

Seminar Proposal Itu Menguji Calon Skripsi Mahasiswa, Bukan Dosen Pembimbing. Jangan Terlalu Bergantung!

1 Desember 2023
persimpangan jalan

Mahasiswa Mahasiswi di Persimpangan Jalan Pasca KKN

14 Juni 2019
Dosen Bukan Lagi Manusia Setengah Dewa, tapi Memang Sudah (Cosplay) Jadi Dewa

Dosen Bukan Lagi Manusia Setengah Dewa, tapi Memang Sudah (Cosplay) Jadi Dewa

12 Januari 2024
3 Jenis Dosen Red Flag yang Sebaiknya Dihindari Mahasiswa kalau Mau Kuliah Lancar Mojok.co

3 Jenis Dosen Red Flag yang Sebaiknya Dihindari Mahasiswa kalau Mau Kuliah Lancar

10 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kotabaru Jogja, Kawasan Pemukiman Belanda yang Punya Fasilitas Lengkap, yang Sekarang Bersolek Jadi Tempat Wisata

Hidup di Kotabaru Jogja Itu Enak, Sampai Kamu Coba Menyeberang Jalan, Ruwet!

28 April 2026
Bantul Nggak Punya Bioskop, tapi Warlok Nggak Kekurangan Tontonan Menghibur karena Ada Jathilan hingga Lomba Voli Mojok.co

Hidup di Bantul Tanpa Bioskop akan Baik-baik Saja Selama Ada Jathilan hingga Tanding Voli

23 April 2026
Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

27 April 2026
Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit Mojok.co

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

27 April 2026
Cepu, Kecamatan di Blora yang Paling Pantas Dikasihani Mojok.co

Satu Dekade Merantau, Transportasi Umum di Blora Masih Gaib dan Jalanannya Bikin Cepat Menghadap Tuhan

24 April 2026
Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan Mojok.co

Kuliah S2 Itu Ternyata Mahal: SPP-nya Bisa Jadi Murah, tapi Akan Ada Biaya Tambahan yang Menghantam!

23 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”
  • Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan
  • Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta
  • Punya Kos Dekat Kampus Menguras Mental dan Finansial, Gara-Gara Teman Kuliah yang Sering Menginap tapi Tak Tahu Diri
  • Usulan Menteri PPPA Pindah Gerbong Perempuan di KRL Solusi Instan: Laki-laki Merasa Jadi Tumbal, Tak Sentuh Akar Persoalan
  • Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.