Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

3 Hal yang Sebaiknya Nggak Dilakukan ketika Berkunjung ke Museum Nasional Jakarta

Jarot Sabarudin oleh Jarot Sabarudin
12 November 2024
A A
3 Hal yang Sebaiknya Nggak Dilakukan ketika Berkunjung ke Museum Nasional Jakarta

3 Hal yang Sebaiknya Nggak Dilakukan ketika Berkunjung ke Museum Nasional Jakarta (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang yang sudah lama tinggal di Jakarta, bisa dibilang saya cukup sering berkunjung ke beberapa tempat wisata yang tersebar di Jakarta. Yah, walaupun nggak setiap minggu. Misalnya saja, saya pernah berkunjung ke Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Museum Nasional, dan masih banyak lagi tempat wisata di Jakarta. Beberapa kali saya merasa puas setelah berwisata, tapi beberapa kali juga saya menyesal.

Hal yang saya sesalkan bukan perihal tempat wisatanya, melainkan orang-orang yang berkunjung ke sana. Kalau tempat wisatanya sih masih bisa dimaklumi walau banyak kekurangan. Masalahnya para pengunjungnya ini, lho, ada saja kelakuan mereka yang bikin pengunjung lain merasa dirugikan.

ADVERTISEMENT

Jadi ceritanya beberapa waktu lalu saya berkunjung ke Museum Nasional yang berlokasi di Jakarta Pusat. Museum yang letaknya nggak jauh dari Monas itu menyajikan beberapa peninggalan sejarah Indonesia seperti beberapa benda Kerajaan Lombok, benda-benda yang pernah dipakai Pangeran Diponegoro, arca, dan banyak lagi.

Nah, tujuan saya ke Museum Nasional salah satunya karena barang-barang itu. Saya pengin bernostalgia dengan pelajaran waktu sekolah dulu. Hitung-hitung belajar lagi. Tapi bukannya jadi pengalaman yang menyenangkan, di museum saya malah terganggu oleh kelakuan beberapa pengunjung yang menyebalkan.

#1 Jangan bikin konten terlalu lama di satu tempat

Sebenarnya bikin konten ini hak masing-masing pengunjung. Tapi, kalau ada pengunjung yang nggak kasih kesempatan kepada pengunjung lain buat tahu tentang sejarah dari suatu benda sih nggak asyik namanya. Saat saya ke Museum Nasional Jakarta, ada beberapa muda-mudi yang asyik berfoto dengan latar belakang Arca Ganesha.

Sebenarnya waktu itu saya nggak masalah, maksudnya, saya memberi kesempatan pada mereka untuk mengabadikan momen tersebut. Satu jepret, dua jepret, ganti gaya satu, ganti gaya dua, lho, tapi kok lama-lama jadi keasyikan. Mau nggak mau saya bilang, “Permisi, Mbak, di belakang masih banyak antrian yang mau foto juga.” Akhirnya mereka menghentikan sesi foto-foto itu.

Sebenarnya kalau mereka mau foto di sana nggak apa-apa, tapi nggak perlu lama-lama juga, kan. Kalau jeprat-jepret berasa fotomodel, mending tunggu agak sepi nggak, sih? Memangnya nggak malu dilihatin banyak orang? Lagian kasihan juga pengunjung lain yang mau lihat-lihat.

#2 Di Museum Nasional Jakarta sudah tersedia tempat duduk, jangan lesehan

Memang sih di dalam Museum Nasional minim tempat duduk, tapi tetap disediakan, kok. Nah, kalau tempat duduknya sudah penuh, sebaiknya cari yang lain. Barangkali masih ada tempat duduk kosong di area lain, jangan malah lesehan seenak bokong.

Baca Juga:

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

Saya masih melihat beberapa pengunjung yang seenaknya lesehan di dalam area museum. Bukannya nggak boleh, tapi yang kalian jadikan tempat lesehan itu kan akses orang lalu lalang. Kebayang nggak sih betapa mengganggunya kalian yang seenaknya selonjoran?

Para pengunjung lain juga pasti nggak enak kalau mau seliweran di depan kalian yang sedang lesehan. Takut kaki kalian keinjek lah, merasa nggak menghormati yang sedang duduk lah, dan lainnya. Sebenarnya bukan hanya di Museum Nasional Jakarta. Di beberapa tempat seperti bioskop juga saya sering lihat orang-orang seenaknya lesehan dan selonjoran. Apa hal itu sudah jadi budaya orang Indonesia, ya?

#3 Jangan melanggar aturan yang berlaku di museum

Jadi sejak awal masuk ke area Museum Nasional Jakarta, sudah terpampang jelas aturan yang berlaku. Seperti dilarang merekam, dilarang mengambil foto menggunakan lampu blitz atau flash, dll. Saya juga nggak tahu kenapa semua itu dilarang. Mungkin saja hal-hal tersebut bisa merusak benda-benda yang ada di dalam museum.

Tapi namanya (kebanyakan) orang Indonesia, ada saja yang bandel. Di beberapa titik di dalam museum memang ada yang gelap. Penerangannya kurang. Saya maklum sih, di tempat yang penerangan kurang itu memang pihak museum ingin memberikan penampakan benda koleksinya secara detail. Toh, sudah ada lampu di titik benda itu. Tapi, ya gitu. Ada saja orang yang tetap menggunakan lampu blitz atau flash kamera untuk mengambil gambar. Kocak.

Di atas beberapa hal yang sebaiknya nggak dilakukan kalau kalian berkunjung ke Museum Nasional Jakarta. Memang hal-hal di atas nggak ada larangan tertulis, tapi sebaiknya sebagai pengunjung kita harus lebih peka terhadap keadaan sekitar. Harapannya biar kita sama-sama nyaman saat berkunjung.

Penulis: Jarot Sabarudin
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Museum yang Sepi Pengunjung dan Terlupakan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 November 2024 oleh

Tags: Jakartamuseummuseum nasional jakarta
Jarot Sabarudin

Jarot Sabarudin

Seorang multitasker yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di hadapan piksel dan cahaya layar. Menekuni berbagai peran dari pagi hingga sore, mengubah tatapan kosong ke monitor menjadi deretan karya dan solusi

ArtikelTerkait

Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong Mojok.co

Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong

30 Maret 2026
Membantah Nasihat Ibu, Rela Hidup Menderita di Jakarta (Shutterstock)

Rela Tetap Bertahan dan Menderita di Jakarta walau Disuruh Ibu Pulang Kampung karena Yakin di Jakarta Semua Mimpi itu Ada

24 Juli 2025
Mengadu Nasib di Jakarta Itu Berat, Lebih Baik Jangan kalau Belum Siap Mojok.co

Mengadu Nasib di Jakarta Itu Berat, Lebih Baik Jangan kalau Belum Siap

12 November 2023
Payung Teduh Masih Tetap Teduh Didengar Meski Ditinggal Mas Is terminal mojok.co

Rekomendasi Musik untuk Menyambut Musim Hujan di Jakarta

16 November 2020
4 Pertanyaan Ini Dibenci Orang Cikarang yang Bekerja di Jakarta Mojok.co 

4 Pertanyaan Ini Dibenci Orang Cikarang yang Bekerja di Jakarta 

30 Januari 2025
Alasan Orang Bekasi Lebih Ngefans Persija Jakarta daripada Persipasi dan Persikasi Mojok.co

Alasan Orang Bekasi Lebih Ngefans Persija Jakarta daripada Persipasi dan Persikasi

5 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads Mojok.co

4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads

3 Agustus 2026
Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026
Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

5 Agustus 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

31 Juli 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.