Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

3 Hal yang Membuat The Sound of Magic Terasa Magis

Nikmatul Qoriah oleh Nikmatul Qoriah
8 Mei 2022
A A
3 Hal yang Membuat The Sound of Magic Terasa Magis Terminal Mojok

3 Hal yang Membuat The Sound of Magic Terasa Magis (Instagram Netflix Korea)

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Netflix merilis drama orisinalnya berjudul The Sound of Magic pada 6 Mei kemarin. Drama ini merupakan adaptasi dari Webtoon Annarasumannara yang sudah memiliki banyak penggemar. Selain itu, para penikmat K-drama tak sabar ingin melihat akting Ji Chang Wook dan Hwang In Yeop yang sudah cukup lama dinantikan comeback-nya.

Seperti judulnya The Sound of Magic, drama ini sudah menunjukkan sisi magisnya bahkan saat trailer pertamanya rilis bulan lalu. Dan setelah merampungkan 6 total episodenya dalam satu hari, saya merasa seperti tersihir. Berikut tiga hal yang membuat drama ini terasa magis dan spesial.

#1 Plot yang sederhana namun penuh pesan moral

The Sound of Magic menceritakan pertemuan anak SMA bernama Yoon Ah Yi (Choi Sung Eun) dan Na Il Deung (Hwang In Yeop) dengan seorang pesulap misterius bernama Ri Eul (Ji Chang Wook) yang tinggal di sebuah taman hiburan terbengkalai. Pertemuan dengan Ri Eul ini ternyata mengubah pandangan Ah Yi dan Il Deung tentang hidup dan mimpi.

Taman hiburan yang terbengkalai tempat tinggal Ri Eul (Instagram Netflix Korea)

Lantaran kondisi keluarganya yang miskin dan banyak utang, Ah Yi ingin cepat menjadi dewasa agar bisa menghasilkan uang dan mengubur mimpinya. Kemudian, pertemuannya dengan Ri Eul membuat Ah Yi menemukan alasan untuk menikmati hidup dan melakukan apa yang ia inginkan. Sementara Il Deung adalah seorang siswa teladan sekaligus anak dari jaksa terpandang yang dituntut untuk mengikuti jejak ayahnya tanpa pernah memiliki mimpinya sendiri. Il Deung jadi sosok yang mempertanyakan tujuan hidupnya.

Konflik dalam drama ini nggak terlalu berbelit dan semua selesai dengan cukup jelas, termasuk alasan Ryu Min Hyuk menjadi pesulap Ri Eul yang ternyata cukup menyedihkan. Ada banyak pesan moral yang disampaikan dalam drama ini di tiap episodenya.

#2 Nama tokohnya unik

Para tokoh dalam drama ini memiliki nama yang cukup unik, dan jika ditelisik lebih dalam, nama tokoh dalam The Sound of Magic menggambarkan kehidupan tokohnya. Misalnya saja Yoon Ah Yi yang jika diartikan berarti “anak”, tapi tidak seperti arti namanya, Yoon Ah Yi justru dipaksa untuk menjadi cepat dewasa oleh keadaan. Nama Ah Yi seolah mengingatkan kita bahwa tokoh tersebut tetaplah anak-anak.

Ri Eul sang pesulap misterius (Instagram Netflix Korea)

Selanjutnya ada Na Il Deung yang namanya memiliki arti “nomor satu”. Dia merupakan siswa nomor satu di sekolahnya dan harus menjadi nomor satu dalam hal apa pun karena tuntutan kedua orang tuanya. Dan yang tentu saja tokoh pesulap dalam drama ini yang menyebut dirinya Ri Eul. Ri Eul adalah pengucapan kata “real” dalam bahasa Korea. Sepertu namanya, Ri Euk selalu menyebut dirinya sebagai pesulap sungguhan.

#3 Sinematografi dan musik yang indah

The Sound of Magic dibuka dengan narasi siswi SMA yang menceritakan rumor pesulap misterius dipadukan dengan animasi dan sinematografi yang terasa banget fantasinya. Adegan itu kemudian dilanjutkan dengan musikal yang membuat penonton bergumam, “Ini Disney banget!” Tak hanya opening-nya yang magis, drama ini menyuguhkan adegan fantasi yang dipadukan dengan musikal secara konsisten setiap kali tokohnya tersihir oleh sulap Ri Eul.

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

Salah satu adegan Yoon Ah Yi dan Na Il Deung (Instagram Netflix Korea)

Selain menunjukkan imajinasi dan sisi magis sulap Ri Eul, musikal dan teatrikal juga digunakan dalam drama ini untuk menggambarkan kondisi tokoh dalam drama. Salah satu yang paling menarik dan nggak terlupakan adalah adegan musikal yang menggambarkan Na Il Deung yang hidupnya sudah ditentukan oleh kedua orang tuanya. Lagu dan sinematografi yang ditampilkan mampu membuat penonton mengerti pesan yang ingin disampaikan.

Meksipun ada cukup banyak adegan musikal dalam drama ini, setiap adegan yang ditampilkan selalu berhasil memanjakan mata dan telinga penonton sehingga sama sekali nggak membosankan.

Jadi, apakah kamu percaya pada sulap?

Penulis: Nikmatul Qoriah
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Drama Korea yang Relatable bagi Orang Introvert.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 Mei 2022 oleh

Tags: drama koreanetflix originalThe Sound of Magic
Nikmatul Qoriah

Nikmatul Qoriah

Suka membaca dan menulis.

ArtikelTerkait

5 Alasan Drakor Business Proposal Sayang untuk Dilewatkan Terminal Mojok.co

5 Alasan Drakor Business Proposal Sayang untuk Dilewatkan

13 Maret 2022
7 Drama Korea dengan Rating Rendah yang Sebenarnya Wajib Ditonton Terminal Mojok

7 Drama Korea dengan Rating Rendah yang Sebenarnya Wajib Ditonton

23 Agustus 2022
'Nevertheless': Cerita Fakboy Gaya Baru, Bukan Lagi Buaya, tapi Kupu-kupu terminal mojok.co

‘Nevertheless’: Cerita Fakboy Gaya Baru, Bukan Lagi Buaya, tapi Kupu-kupu

2 Juli 2021
the world of the married episode 5 mojok

The World of the Married Episode 5: Sinopsis dan Komentar

14 Mei 2020
Bite Sisters, Web Drama Korea yang Klise tapi Melampaui Ekspektasi terminal mojok

Bite Sisters, Web Drama Korea yang Klise tapi Melampaui Ekspektasi

1 November 2021
Ending My Liberation Notes Kebebasan Memang Layak Diperjuangkan Terminal Mojok

Ending My Liberation Notes: Kebebasan Memang Layak Diperjuangkan

30 Mei 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

29 Januari 2026
Stasiun Cawang, Stasiun yang Bikin Saya Nangis Bawang Saking Ramenya yang Nggak Masuk Akal

Stasiun Cawang, Stasiun yang Bikin Saya Nangis Bawang Saking Ramenya yang Nggak Masuk Akal

26 Januari 2026
Cara Pilih Kursi Kereta Api Paling Enak, Jangan Asal supaya Nggak Menyesal Mojok.co

Cara Pilih Kursi Kereta Api Paling Nyaman, Jangan Asal supaya Nggak Menyesal

29 Januari 2026
Dear Aktor Ibu Kota, Tidak Semua Dialog Bahasa Jawa Harus Berakhiran O seperti “Kulo Meminto” Mojok.co

Dear Aktor Ibu Kota, Tidak Semua Dialog Bahasa Jawa Harus Berakhiran O seperti “Kulo Meminto”

25 Januari 2026
Air Terjun Tretes Wonosalam, Bukti Jombang Nggak Miskin Wisata Alam Mojok.co

Jombang Lantai 2: Sebutan Baru Wonosalam buat Menantang Pacet di Wisata Pegunungan

27 Januari 2026
Tiga Tradisi Madura yang Melibakan Sapi Selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, Biar Obrolan Nggak Itu-Itu Aja

4 Pandangan Norak Orang Luar Madura tentang Orang Madura yang Perlu Diluruskan

29 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah
  • Kalau Mau Bersaing di Era AI, Indonesia Butuh Investasi Energi 1 Triliun Dolar AS
  • Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.