Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Hal yang Akan Saya Rindukan dari Stasiun Gambir

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
9 Juni 2022
A A
3 Hal yang Akan Saya Rindukan dari Stasiun Gambir

3 Hal yang Akan Saya Rindukan dari Stasiun Gambir (Karuniaagustantini via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari ini, Stasiun Gambir jadi buah bibir di media sosial. Pasalnya, stasiun yang selama ini jadi salah satu pintu masuk dan pintu keluar Jakarta tak lagi menerima layanan kereta jarak jauh, dan dialihkan ke Manggarai.

Sebagai salah satu perantau yang pernah bekerja di Jakarta, pastinya saya akan sangat kangen dengan keberadaan Stasiun Gambir. Gimana nggak kangen, Stasiun Gambir adalah saksi bagaimana susahnya saya saat pertama kali menghadiri wawancara kerja setelah saya baru lulus kuliah. Banyak suka dukanya. Selain itu, ada sejumlah hal yang akan saya rindukan dari Stasiun Gambira.

#1 Monas

Hal utama yang akan saya rindukan adalah Monumen Nasional alias Monas. Monumen yang dibangun untuk mengenang mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda ini telah menjadi icon Ibukota Jakarta selama puluhan tahun.

Bagi orang luar Jakarta seperti saya, bisa menginjakkan kaki di Monas adalah salah satu hal yang harus saya lakukan ketika bekerja atau berlibur di Jakarta karena sejak kecil, saya hanya bisa melihat Monas lewat surat kabar, televisi, maupun internet.

Saat saya bekerja di Jakarta, Monas bukanlah sebuah bangunan tanpa arti bagi saya maupun jutaan perantau lainnya yang mengadu nasib di Jakarta. Monas seolah-olah jadi sosok yang mengucapkan selamat datang pada saya saat baru saja turun dari kereta Argo parahyangan. Monas juga seolah-olah jadi sosok yang mengucapkan selamat tinggal pada saya saat saya pulang ke Bandung.

“Kan tetep bisa liat Monas, Bang. Tinggal ngojek aja ke sono.” Ya iya, tapi kan beda rasanya kalau turun langsung dari Gambir getooo.

#2 Jalan-jalan sekitar Stasiun Gambir

Hal kedua yang akan saya rindukan adalah sejumlah objek wisata Jakarta yang ada di sekitaran Stasiun Gambir seperti Lapangan Banteng, Galeri Nasional Indonesia, Perpustakaan Negara Indonesia, hingga Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta. Sering kali, saya sengaja datang ke Stasiun Gambir beberapa jam lebih awal dari waktu keberangkatan supaya saya bisa mengunjungi tempat-tempat tersebut.

Saya juga pernah memesan tiket menuju Bandung pada pukul 7 petang atau 9 malam biar saya bisa langsung pulang ke Bandung sepulang kerja, nggak tahunya saya bisa pulang dari kantor lebih awal. Jadinya saya bisa jalan-jalan ke tempat-tempat tersebut deh sambil menikmati suasana ibukota dengan segala serba-serbinya. Daripada bengong di stasiun?

Baca Juga:

KA Batavia Rute Jakarta-Solo, Satu-satunya Kereta Ekonomi yang Berangkat dari Stasiun Gambir

Aura Miskin Stasiun Pasar Senen Jakarta Sudah Lenyap dan Nggak Kalah dari Stasiun Gambir

Nah, jika operasional Stasiun Gambir sebagai sentra pelayanan kereta jarak jauh sudah benar-benar dipindahkan ke Stasiun Manggarai, saya jadi tidak bisa mengunjungi tempat-tempat yang saya sebutkan di atas. Jadinya saya bakal kangen banget dengan tempat-tempat tersebut.

“Kan bisa ngojek ke…”

IYA, TAU, TAPI VIBES-NYA BEDA, MALIIIH.

#3 Romantisme Gambir

Hal ketiga sekaligus hal terakhir yang akan saya rindukan tentu saja romantisme Stasiun Gambir itu sendiri. Gambir adalah saksi kekasih yang melepas kepergian yang dicinta, dan orang tua melepas anak merantau. Momen-momen itu, amat berharga. Meski menyakitkan, namun terlalu indah untuk dilupakan. Gambir, adalah tempat merawat kenangan.

Saya juga akan rindu dengan kucing-kucing di Stasiun Gambir yang entah kenapa selalu menyambut saya ketika saya baru saja tiba dari Bandung. Saya memang nggak bisa bahasa kucing, tapi kayaknya mereka memang menyambut saya. Atau memang mereka sengaja minta makanan sama saya karena saya kebetulan bawa makanan di dalam tas? Entahlah. Semoga kucing-kucing di Stasiun Gambir sehat selalu.

Selain itu, nggak akan ada lagi berita tahunan yang isinya selalu sama, yakni, “Keruwetan Stasiun Gambir menjelang Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru”

Itulah tiga hal yang akan saya rindukan dari Stasiun Gambir. Bagi seperti saya, Stasiun Gambir bukanlah stasiun biasa. Stasiun ini bahkan lebih berkesan untuk saya dibandingkan Stasiun Bandung. Gambir, bagi saya, adalah Stasiun King’s Cross. Dan saya adalah Harry Potter dalam karangan saya sendiri.

Mudah-mudahan, nantinya Stasiun Manggarai bisa melayani penumpang kereta dengan lebih baik lagi. Saya pun setuju dengan perpindahan kereta jarak jauh ke Stasiun Manggarai, dengan catatan, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dan pihak yang diamanahi untuk mengurusi hal tersebut bisa memastikan bahwa seluruh fasilitasnya sudah siap. Seperti loket pembelian tiket, peron, toilet, food court, ruang laktasi, masjid, dan terutama, parkiran dan akses jalannya. Sebab akses jalan ke Stasiun Manggarai tidak sebesar akses jalan ke Stasiun Gambir. Jangan sampai malah nambah ruwet ibu kota yang sebentar lagi bakalan pindah.

Akhir kata, goodbye, Gambir!

Penulis: Raden Muhammad Wisnu
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Klaten, Kota Indah yang (Sialnya) Terjepit Jogja dan Solo

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 Juni 2022 oleh

Tags: kenanganmanggaraistasiun gambir
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

Jogja Berhati Mantan

Benarkah Jogja Berhati Mantan?

16 Oktober 2019
emak-emak

Kalimat Keramat Emak-Emak yang Bakal Kita Rindukan Saat Kita Sudah Dewasa

18 Juli 2019
banjir

Banjir dan Kenangan-Kenangan yang Hanyut Bersamanya

20 Juni 2019
surat

Surat

22 Mei 2019
Stasiun Pasar Senen Jakarta Mojok.co

Aura Miskin Stasiun Pasar Senen Jakarta Sudah Lenyap dan Nggak Kalah dari Stasiun Gambir

16 Mei 2025
Bagi “Anker” Lawas, Stasiun KRL Manggarai Bukanlah Stasiun Neraka Mojok.co

Bagi “Anker” Lawas, Stasiun KRL Manggarai Bukanlah Stasiun Neraka 

11 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

15 Januari 2026
Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

12 Januari 2026
Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

15 Januari 2026
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang Mojok.co

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang

12 Januari 2026
Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

13 Januari 2026
Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.