Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Hal di Malaysia Ini Membuat Saya Ingin Jadi The Next Susanti!

Anisah Meidayanti oleh Anisah Meidayanti
1 November 2025
A A
3 Hal di Malaysia Ini Membuat Saya Ingin Jadi The Next Susanti! (Unsplash)

3 Hal di Malaysia Ini Membuat Saya Ingin Jadi The Next Susanti! (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Tidak pernah ada dalam wishlist kehidupan saya bahwa Malaysia akan menjadi destinasi luar negeri dan negara pertama yang saya kunjungi dalam hidup. Saya sudah merasa cukup mengetahui bagaimana Malaysia dari menonton kartun “Upin & Ipin” dan “Ejen Ali”. Makanya, saya tidak ada keinginan untuk mengunjungi negara tersebut.

Saya pikir juga, Malaysia dan Indonesia tidak jauh berbeda. Mulai dari bahasa, makanan, dan lainnya. Oleh sebab itu, tidak terlalu menantang bagi saya yang mendamba Thailand sebagai negara pertama yang ingin saya kunjungi ketika mendapat kesempatan ke luar negeri. 

Namun ternyata, saya salah. setelah mengunjungi Malaysia, terutama Kuala Lumpur selama beberapa hari, saya merasa negara ini jauh dari yang saya bayangkan. Bahkan dalam diam dan dari lubuk hati paling dalam, saya ingin menjadi the next Susanti yang hidup menetap di sini hanya karena tiga hal ini

Kota tenang dengan polusi suara yang minim

Bagaimana bisa selama saya di Kuala Lumpur, hampir tidak pernah mendengar suara klakson berbunyi dari kendaraan. Apalagi suara klakson yang bersahut-sahutan. Dalam keadaan macet mengular panjang di jam pulang atau berangkat kerja, baik mobil atau motor, hampir tidak pernah saya mendengar suara klakson. 

Usut punya usut, membunyikan klakson di Malaysia mengandung makna emosi dan moral yang negatif dan buruk. Orang yang membunyikan klakson saat berkendara punya makna mengajak bertengkar orang lain. Selain itu, membunyikan klakson juga dianggap tidak sopan, tidak beradab hingga tidak berpendidikan.

Menurut laman Detik Oto, klakson di Malaysia hanya digunakan untuk dua hal. Pertama untuk mengantar pejabat penting. Kedua, saat terjadi kecelakaan yang membutuhkan pertolongan darurat. Kalau untuk menyalip, cukup nyalakan lampu.

Ada perbedaan budaya dan gaya berkendara antara Malaysia dan Indonesia. Walaupun di kota terpadat di Malaysia yakni Kuala Lumpur sekalipun, suara klakson tak terdengar. Beda dengan banyak kota besar di Indonesia, terutama Jakarta.

Kualitas udara Malaysia masih agak bagusan 

Sebelum berangkat ke Malaysia, saya sedang rajin-rajinnya cek kualitas udara. Hal ini lantaran cuaca yang sangat panas akhir-akhir ini  membuat saya khawatir akan kualitas udara tempat saya tinggal.

Baca Juga:

Cerita Upin dan Ipin “Sahabat Baik Abah” Paling Menyayat Hati Dibanding Semua Episode Sedih yang Pernah Tayang

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita

Di kota tempat saya tinggal, yakni Surabaya, kualitas udara yang sering saya cek melalui aplikasi IQAirVisual. Indikatornya kalau tidak berwarna kuning yang berarti moderate atau sedang, ya berwarna oranye dengan keterangan Unhealthy for Sensitive Groups. Kalau boleh saya simpulkan indikator kualitas udara di Surabaya dominan dari kuning ke oranye.

Berbeda jauh dengan DKI Jakarta yang warna indikatornya dominan berwarna merah atau Unhealthy. Mentok-mentok warna oranye. Kalau boleh saya simpulkan lagi, indikator warna di DKI Jakarta dominan merah menuju oranye. 

Sedangkan saat saya di Malaysia, baik itu di daerah Kuala Lumpur maupun Putrajaya, indikator yang ditunjukkan dominan kuning ke hijau. Hijau menunjukkan keterangan healthy, dengan informasi tambahan untuk melakukan banyak aktivitas secara outdoor.

Perlu diketahui berdasar survei IQAir 2024 lalu, Indonesia menempati peringkat ke-15 sebagai negara paling berpolusi di dunia. Sedangkan Malaysia menempati peringkat 48. 

Walaupun saat saya menulis ini,  data terbaru yang saya akses melalui laman IQAir Kota Kuala Lumpur berada di peringkat 37 sedangkan Jakarta di peringkat 40. Tetap saja, Indonesia masih unggul dalam persoalan kualitas udara buruk. Hal ini karena ada dua kota di Indonesia yang menempati 40 besar, sedangkan Malaysia masih satu. 

Makanya saya betah melakukan aktivitas outdoor. Walaupun cuaca panas, tapi udaranya masih lebih ringan untuk dihirup.

KL Sentral kau ni ape?

Bagaimana bisa pemerintahan Malaysia kepikiran membuat area yang menghubungkan berbagai transportasi umum? Belum lagi, KL Sentral ini satu area dengan pusat mall yakni NU Sentral yang membuat Kuala Lumpur seperti punya titik kumpul untuk seluruh masyarakatnya.

Di KL Sentral, pengunjung bisa memilih dengan bebas moda transportasi umum sesuai tujuan. Ada LRT (Light Rail Transit), ada MRT (Mass Rapid Transit), ada KTM (Keretapi Tanah Melayu), KLIA (Kereta Api Bandara), monorail, bus, hingga taksi. 

Saat pertama melihat KL Sentral, saya kagum dengan nuansa modern. Areanya sama sekali tidak nampak seperti sebuah stasiun ataupun terminal, tapi seperti mall yang lengkap dengan elevator dan beragam tenant penjual makanan berbasis cafe atau resto. 

KL Sentral memudahkan saya untuk menaiki berbagai transportasi yang beragam. Tidak seperti di Jakarta yang harus keluar bangunan atau stasiun MRT terlebih dahulu untuk selanjutnya transit KRL maupun MRT kembali.

Petunjuk atau signage hingga informasi rute perjalanan yang disediakan di KL Sentral pun jelas dan tidak membuat bingung.

Saya menganggap KL Sentral ini sebagai pembangunan infrastruktur yang benar-benar berdampak terutama soal transportasi umum. Ini minim saya rasakan di negara saya sendiri.

Keinginan kabur aja dulu yang lama terpendam, akhirnya menemukan tujuannya. Bisa jadi Malaysia adalah jawabnya. Susanti, tunggu aku jadi tetanggamu, ya.

Penulis: Anisah Meidayanti

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Pengalaman Bekerja di Kuala Lumpur, yang Jauh Lebih Menyenangkan Dibanding Indonesia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 November 2025 oleh

Tags: Kuala LumpurMalaysiaputrajayasusanti upin ipinupin-ipin
Anisah Meidayanti

Anisah Meidayanti

Mbak-Mbak Pekerja WFA yang Suka Menulis Pengalaman Perjalanannya. Tapi juga Menaruh Perhatian Pada Isu Lingkungan, Gender dan Kesehatan Mental

ArtikelTerkait

Uncle Muthu “Upin Ipin” yang Terlihat Red Flag Ternyata Punya Sisi Green Flag yang Nggak Disangka-sangka Mojok.co

Uncle Muthu “Upin Ipin” yang Terlihat Red Flag Ternyata Punya Sisi Green Flag yang Nggak Disangka-sangka

22 Juni 2025
Kekuatan Paspor Malaysia Bikin Iri Pemegang Paspor Indonesia yang “Memble” Mojok.co

Kekuatan Paspor Malaysia Bikin Iri Pemegang Paspor Indonesia yang “Memble”

15 Maret 2025
Sisi Gelap Abang Saleh dalam Serial Upin Ipin yang Nggak Disadari Penonton

Sisi Gelap Abang Saleh dalam Serial Upin Ipin yang Nggak Disadari Penonton

16 September 2024
Membayangkan Tingkah Laku Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra kalau Punya Grup WhatsApp Mojok.co jogja kuliah di jogja

Membayangkan Tingkah Laku Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra kalau Punya Grup WhatsApp

19 Desember 2023
Episode Upin Ipin yang Sebaiknya Tidak Tayang di Indonesia Mojok.co

Episode Upin Ipin yang Sebaiknya Tidak Tayang di Indonesia

2 April 2025
Menu Kedai Uncle Muthu Upin Ipin yang Cocok Disantap Saat Buka Puasa

Menu Terbaik Kedai Uncle Muthu Upin Ipin yang Cocok Disantap Saat Buka Puasa

1 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua Mojok.co

Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua

8 Maret 2026
Motor Honda CB Lawas, Standar Sukses Pemuda Purworejo yang Merantau ke Jakarta Mojok.co

Motor Honda CB Lawas, Standar Sukses Pemuda Purworejo yang Merantau ke Jakarta 

6 Maret 2026
Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

7 Maret 2026
Apa itu Selat Hormuz dan Kenapa Posisinya Strategis?

Apa itu Selat Hormuz dan Kenapa Posisinya Strategis?

9 Maret 2026
9 Jenis Kucing Pemikat Rezeki Menurut Serat Katuranggan Kucing (Unsplash)

9 Jenis Kucing Terbaik yang akan Mendatangkan Rezeki Menurut Serat Katuranggan Kucing

7 Maret 2026
Embek-Embek Makanan Khas Tegal Paling Mencurigakan, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba Mojok.co

Embek-Embek Makanan Khas Tegal yang Nama dan Rasanya Sama-sama Aneh, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba

12 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas
  • Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan
  • Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik
  • Niat Ingin Lebih Cepat Naik Travel Malah Bikin Trauma, Sopir Tak Tahu Aturan dan Penumpang Tidak Tahu Diri
  • Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis
  • Sebagai Orang Jombang Saya Iri sama Kehidupan di Tuban, Padahal Tetangga tapi Terasa Jomplang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.