Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

3 Ciri-ciri Caleg Red Flag Dilihat dari Poster Kampanye yang Dipakai

M. Ainul Falah oleh M. Ainul Falah
8 Januari 2024
A A
3 Ciri-ciri Caleg Red Flag Dilihat dari Poster Kampanye yang Dipakai

3 Ciri-ciri Caleg Red Flag Dilihat dari Poster Kampanye yang Dipakai (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tahun 2024 menjadi tahun yang spesial. Tahun ini menjadi tahun politik untuk seluruh masyarakat Indonesia. Selain ada pemilihan presiden, ada juga berbagai pemilihan kepala daerah dan juga calon legislatif (caleg) di tahun ini. Di jalanan pun udah banyak banget alat peraga kampanye seperti poster yang berseliweran. Mau di jalan raya bahkan sampai di jalan tikus, pasti ada aja satu atau dua poster dari berbagai caleg yang sudah berseliweran dengan berbagai ukuran.

Dari banyaknya poster yang saya lihat beredar di jalanan, ada beberapa poster dari beberapa caleg yang menurut saya red flag banget. Walaupun terkesan nggak penting, tapi poster itu jadi salah satu senjata utama bagi caleg untuk menggaet suara masyarakat. Makanya, saya mau ngasih tau tiga ciri-ciri caleg yang red flagnya kebangetan kalau dilihat dari posternya.

Poster yang dipakai caleg bikin mata gatel

Untuk kalian yang sudah mantap untuk milih salah satu caleg, coba deh liat lagi poster yang dipakai sebagai alat kampanye. Jangan sampai poster yang dipake caleg pilihan kalian malah bikin mata sakit dan jadi geregetan sendiri.

Gatel di sini bisa jadi karena nggak tahan lihat mix n match warnanya yang nggak masuk, fotonya nggak HD alias pecah, banyak tulisan di posternya yang typo atau salah ketik, dan berbagai hal lain.

Tolonglah modal sedikit untuk bayar jasa desainer, fotografer, atau copywriter untuk poster kalian. Bukan tanpa alasan, mereka bisa bantu poster yang dipajang untuk kampanye nanti jadi keliatan lebih profesional dan niat. Ingat kata pepatah, cinta itu dari mata turun ke hati. Jadi, bisa dong posternya dibenerin dulu biar rakyat jatuh cinta hehe.

Nempel poster seenaknya

Saya tahu poster itu ditempel biar banyak yang liat dan biar orang banyak yang tahu, tapi tolong jangan nempel poster secara sembarangan dan seenaknya dong. Ada lho aturan-aturan yang mengatur tentang penempatan poster seperti di mana poster itu boleh dan nggak boleh dipasang.

Contoh kecilnya, masih banyak banget poster yang diikat bahkan ditempel dengan paku di pohon. Padahal, ada aturan kalau poster nggak boleh ditempel di pohon karena merusak lingkungan. Haduh, belum jadi caleg aja peraturan sesederhana itu dilanggar, gimana kalau udah jadi anggota legislatif beneran?

Pake gimmick yang nggak relevan

Saya tahu untuk jadi caleg, kalian perlu berbagai macam jargon atau gimmick untuk menarik hati masyarakat lewat poster kalian. Walaupun begitu, ada baiknya diperhatikan dulu sebelum memilih gimmick untuk ditempel di poster kalian. Masa iya saya nemu salah satu caleg yang dengan bangganya mentasbihkan diri sebagai anak kandung dari salah satu pejabat daerah. Belum lagi gelar nggak penting begitu di-highlight dan dijadikan senjata utama dalam kampanyenya. Haduh haduh haduh.

Baca Juga:

3 Tipe Driver Ojol yang Red Flag Banget di Mata Sesama Driver Ojol

4 Karakter “Upin Ipin” yang Terlihat Red Flag, padahal Aslinya Green Forest

Saya nggak heran kok kalau kalian mau pakai gimmick karena memang butuh. Tapi masa iya sih gimmicknya begitu? Apa nggak ada gimmick lain? Yang lebih relevan gitu loh. Tolong dilihat dan dipikir kembali kalo mau pake gimmick. Kalau salah gimmick, bisa jadi masyarakat malah ilfeel dan ogah untuk milih kalian. Cobalah cari gimmick lain yang lebih relevan dan nggak usah bawa-bawa keluarga. Masa iya urusan legislatif nanti jadi tercampur sama urusan keluarga. Kan tambah ribet.

Itu dia 3 ciri-ciri caleg yang red flagnya kebangetan kalau dilihat dari posternya. Walaupun ada banyak faktor untuk menentukan pilihan, nggak ada salahnya untuk melihat kembali poster yang digunakan caleg untuk menarik perhatian kita sebagai masyarakat. Kalo menurut kalian, ada caleg yang lebih red flag lagi nggak? Kasih tau dong di komentar.

Penulis: M. Ainul Falah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Menempel Stiker Caleg di Rumah Warga Itu Cara Kampanye Problematik dan Nggak Kreatif!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2024 oleh

Tags: Calegkampanyeposterred flag
M. Ainul Falah

M. Ainul Falah

Penulis pemula.

ArtikelTerkait

4 Nasihat dalam Upin dan Ipin yang Cocok buat Caleg Pemilu 2024

4 Nasihat dalam “Upin dan Ipin” yang Cocok buat Caleg Pemilu 2024

4 Januari 2024
Kenapa Kita Selalu Lupa Caleg yang Kita Pilih?

Emangnya Kenapa kalau Artis Jadi Caleg?

22 Mei 2023
Bocoran Jenis-jenis Ritual yang Dilakukan oleh Calon Pejabat Saat Musim Pemilu dari Dukun Gunungkidul

Bocoran Jenis-jenis Ritual yang Dilakukan oleh Calon Pejabat Saat Musim Pemilu dari Dukun Gunungkidul

17 November 2023
Tiang listrik

5 Alasan Tiang Listrik Media Kampanye yang Lebih Efektik ketimbang Baliho

29 Oktober 2021
baliho puan maharani branding usang mojok

Baliho Politisi, Obat Mencret, dan Dagangan yang Tidak Bermutu

5 Agustus 2021
editing

The Power of Editing: Seorang Caleg Digugat ke MK Gara-Gara Editan Fotonya yang Melewati Batas Kewajaran

16 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.