Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

3 Budaya Korea yang Nggak Dijumpai di Indonesia

Intan Ekapratiwi oleh Intan Ekapratiwi
27 Maret 2021
A A
3 Budaya Orang Korea yang Nggak Relate Sama Orang Indonesia terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga:

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

Pulang dari Jepang Bikin Sadar Betapa Bobrok Daerah Asal Saya

Membicarakan Korea Selatan memang tak ada habisnya. Semua hal berbau Korea biasanya laris manis dikonsumsi masyarakat luas, tak terkecuali di Indonesia. Sebut saja K-drama, K-pop, hingga lifestyle orang Korea kerap jadi perbincangan banyak orang. Budaya Korea pun tak luput dari pengamatan orang Indonesia. Apalagi sejak Hallyu atau Korean Wave menginvasi banyak negara termasuk Indonesia, budaya Korea rasanya jadi akrab di telinga kita.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai budaya orang Korea, ada baiknya kita melihat pengertian budaya itu sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, budaya adalah adat istiadat, bisa juga diartikan sebagai sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sukar diubah. Budaya orang Korea tentu berbeda dengan budaya orang Indonesia. Misal, orang Korea memiliki kebiasaan nggak bertegur sapa dengan orang asing. Padahal kebiasaan tersebut nggak berlaku di Indonesia karena kita cenderung senang berbasa-basi dan ramah terhadap siapa pun termasuk orang yang baru dikenal. Makanya orang Indonesia dikenal dengan keramahannya. Selain itu, ada juga beberapa budaya orang Korea yang nggak dijumpai di Indonesia. Mari kita simak bersama~

#1 Budaya ppali-ppali

Jika diartikan, ppali-ppali berarti cepat-cepat atau buru-buru. Korea dikenal sebagai negara yang serba cepat. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan Korea yang begitu pesat. Bahkan kecepatan internet di Korea Selatan saja termasuk nomor wahid di dunia!

Semua orang Korea berlomba-lomba bekerja lebih rajin, bergegas menyelesaikan tugasnya, sehingga Korea Selatan bisa memimpin dalam berbagai bidang. Menurut salah seorang YouTuber asal Korea Selatan yang pernah tinggal di Indonesia, Jang Hansol, di Korea nggak ada sumber daya alam, oleh karena itu orang Korea berusaha meningkatkan pertumbuhan ekonominya dengan cara bekerja lebih cepat agar dapat bersaing dengan negara lain.

Jadi ingat, dulu saat kuliah saya pernah punya beberapa dosen native orang Korea asli. Para seonsaengnim ini memang beneran menerapkan budaya ppali-ppali. Makan cepat, ngomong cepat, ngajar cepat, bahkan cara jalan mereka pun cepat. Eh. Saya dan teman-teman mahasiswa lainnya ya jelas serba ketinggalan gara-gara seonsaengnim kami buru-buru gitu tiap kali ngomong dan ngajar di kelas.

Nah, budaya ppali-ppali ini nggak kita jumpai di Indonesia. Lah, di Indonesia saja kenalnya alon-alon asal kelakon, kok. Sudah gitu kita senangnya ya ngaret, nggak on time. Tentu saja yang serba cepat dan buru-buru nggak laku. Huhuhu.

#2 Budaya malu

Coba lihat, orang Korea kalau tersangkut suatu kasus atau skandal, cenderung memilih untuk mundur dari jabatan atau posisi yang diemban lantaran malu. Nggak jarang ada juga yang malah memilih bunuh diri saking nggak mau menanggung rasa malu. Tapi, kalau untuk kasus bunuh diri ini, please nggak usah ditiru.

Kasus bullying aktor Kim Ji-soo yang beberapa waktu lalu sempat menghebohkan jagat entertainment Korea misalnya. Ji-soo disebut-sebut melakukan perundungan saat sekolah dulu. Blio pun mengakui dan minta maaf atas kasus perundungan yang ia lakukan. Tahu nggak apa yang terjadi? Ji-soo yang saat itu tengah membintangi drama River Where the Moon Rises langsung memutuskan mundur dari drama tersebut. Kenapa mundur? Ya malu lah. Nggak cuma kasus Ji-soo saja, ada juga kasus pejabat Korea Selatan yang ketahuan korupsi. Blio minta maaf di hadapan publik sambil menundukkan kepala, menyesal, terus memutuskan mundur dari jabatannya.

Budaya malu seperti ini tentu saja nggak kita jumpai di Indonesia. Lihat saja pejabat atau selebritis papan atas Indonesia yang tersandung kasus. Bukannya malu dan mundur, eh malah wira-wiri nongol di berbagai acara televisi. Bahkan pejabat Indonesia yang terciduk kasus korupsi dan sudah pakai rompi oranye saja masih bisa dadah-dadah ke kamera tanpa rasa malu, bilangnya dizalimi, kekeuh pula ngakunya sedang diuji. Yeuuu, saha eta?

#3 Budaya menikah di usia 30++

Banyak yang bilang orang Korea cenderung menikah di usia yang matang, mungkin sekitar 30 tahunan ke atas. Dan ini memang benar adanya. Kebanyakan orang muda Korea enggan menikah cepat karena memikirkan banyak hal. Masalah keuangan; cukup atau nggak penghasilan mereka saat menikah kelak. Masalah tempat tinggal; mengingat harga rumah petak di Korea cukup mahal ya, Mylov. Hingga masalah mengejar karier yang bikin orang Korea enggan menikah di usia muda.

Hal ini tentu juga nggak kita jumpai di Indonesia di mana yang dipikirin cuma “habis lulus kuliah mau kawin”, “mau nikah usia 23 tahun or 25 tahun something”, “nikah itu enak,”, dan bla bla bla alasan lainnya. Yha, nggak salah juga sih pikiran seperti itu. Mungkin sudah jadi budaya orang Indonesia juga yang santai dan nggak mikirin segala sesuatunya abot~

Nah, itulah 3 budaya Korea yang nggak dijumpai di Indonesia. Namanya juga kebiasaan tentu agak sulit diubah. Tapi, seenggaknya kita bisa belajar mana kebiasaan yang baik dan dapat kita tiru, dan mana kebiasaan yang kurang baik dan bisa kita empaskan~

BACA JUGA Dinasti Silla, Dinasti Paling Ramah Wanita di Era Kerajaan Kuno Korea dan tulisan Intan Ekapratiwi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2022 oleh

Tags: BudayaIndonesiaKorea Selatan
Intan Ekapratiwi

Intan Ekapratiwi

Redaktur Terminal Mojok yang suka nonton drama Korea.

ArtikelTerkait

Perlu Ada Balance of Power di Laut Cina Selatan

Perlu Ada Balance of Power di Laut Cina Selatan

8 Januari 2020
Perlahan tapi Pasti, Warmindo Menggeser Angkringan dari List Tempat Makan Murah terminal mojok.co

Mengenal Kata Umpatan Jogja yang Nggak Ada Serem-Seremnya

22 Oktober 2020
macron jokowi komentar motif mojok

Menebak Alasan Jokowi Merasa Perlu Berkomentar Soal Pernyataan Macron

4 November 2020
Warna-warni Hanbok, Pakaian Orang Korea yang Filosofis dan Elok terminal mojok

Warna-warni Hanbok, Pakaian Orang Korea yang Penuh Filosofi dan Elok

26 November 2021
angka kemiskinan, orang miskin temennya orang miskin

Mencari Angka Kemiskinan Tidak Berbanding Lurus dengan Makan Gorengan

20 Agustus 2019
musik wakatobi

Terstruktur Sistematis Dan Masif : Ketika Musik Wakatobi Berjaya di Negerinya Sendiri

28 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi (Unsplash)

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

19 Maret 2026
Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan Mojok.co

Katak dalam Soto, Ternyata Swike: Pengalaman yang Membuat Saya Kini Tak Mudah Percaya dan Meragukan Segalanya

21 Maret 2026
5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Sulit Ditemukan Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota Mojok.co

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Langka, Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota

20 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.