Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Fesyen

3 Alasan Nggak Usah Beli Jersey Manchester United di Official App

Tiara Uci oleh Tiara Uci
7 Desember 2021
A A
3 Alasan Sebaiknya Nggak Usah Beli Jersey Manchester United di Official App terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Kata orang, jatuh cinta itu buta. Semua hal nampak indah dan berkilauan saat digunakan oleh orang yang kita cintai, begitu juga dengan jersey bola. Meskipun kadang desainnya norak, kalau pemain kesayangan yang mengenakannya tentu jadi tampak mewah dan indah. Keinginan untuk membeli pun membuncah. Pokoknya saya harus punya jersey itu di lemari. Titik!

Membeli jersey autentik klub bola kesayangan bagi sebagian besar orang juga dianggap sebagai bentuk kontribusi kepada tim. Sebuah bukti nyata kalau kita mencintai tim tersebut tanpa pamrih dengan segenap loyalitas tanpa batas.

Namun, sebagai sesama penggemar bola, saya ingin menyampaikan sebuah nasihat penting kepada United Army di seluruh Indonesia, pencinta klub Setan Merah dari Sabang sampai Merauke, secinta-cintanya kalian sama MU, sebaiknya nggak usah beli jersey The Red Devils melalui official app resmi Manchester United. Bagi yang belum tahu, official app MU adalah aplikasi resmi klub Manchester United yang bisa kalian download di AppStore atau PlayStore secara gratis.

Official App MU ini berisi all about klub Setan Merah, mulai dari berita tentang MU, podcast pemain/pelatih, prediksi pertandingan, hingga kuis tentang MU. Di aplikasi tersebut juga menjual apparel MU termasuk jersey.

Nah, berdasarkan pengalaman pribadi saya yang telah membeli jersey MU di aplikasi tersebut sebanyak tiga kali, setidaknya ada tiga alasan mengapa sebaiknya kalian nggak usah beli jersey melalui official app Manchester United.

#1 Mahal

Jersey pertama yang saya beli adalah jersey third MU musim 2020/2021 yang motifnya putih dengan garis asimetris hitam. Banyak orang bilang jersey tersebut mirip baju penjara. Masalahnya waktu dipromosikan di Instagram MU, jersey tersebut dipakai oleh Marcus Rashford dan dia kelihatan ganteng sekali. Jadilah saya kepincut membelinya.

Saat saya membeli jersey tersebut, di Indonesia belum ada yang jual. Waktu itu harganya 89 poundsterling dengan biaya kirim ke Surabaya 32 poundsterling. Totalnya 121 poundsterling atau setara 2,2 juta rupiah. Mahal sekali, Rek!

Yang lebih membagongkan, tak lama setelah saya membeli jersey tersebut, Adidas Indonesia menjual jersey yang sama persis dengan harga 900 ribu rupiah. Mampus nggak tuh? Selisih harganya tiga kali lipat, Gaes. Pengin nangis saja rasanya, hiks. Tahu gitu beli di Indonesia saja! Ngapain beli di official app? Jadi rugi karena mahal, kan. Hmmm.

Baca Juga:

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

Manchester United Adalah Lelucon Dimulai dari Internal, tapi Selalu Bodoh lalu Menyalahkan Pelatih dan Pemainnya

#2 Kualitasnya B aja

Ketika saya memutuskan membeli jersey di official app MU dengan harga yang cukup pricey, saya berpikiran kalau kualitas bahannya berbeda antara yang dipasarkan di Eropa dan yang dipasarkan di Asia atau Indonesia. Apalagi selama ini banyak media yang mengatakan kalau jersey kualitas terbaik itu yang dijual langsung di Old Trafford dan ada tulisan Made in Indonesia-nya juga.

Berbekal informasi itu, saya berekspektasi tinggi sekali dengan kualitas jersey yang saya beli di Official App Manchester United ini.

Begitu saya buka paketan dari Manchester, kok Made in Cambodia, bukan Indonesia. Lalu saya raba teksturnya, agak licin, sama kayak umumnya jersey yang biasa kita beli di store Adidas Indonesia. Masih penasaran, saya remas-remas jersey-nya, kok bahannya tipis. Naga-naganya bakalan mengecewakan nih jersey. Tapi, saya masih berusaha positive thinking.

Giliran saya coba pakai, kebesaran, Gaes! Ternyata size-nya lebih besar daripada yang biasa dijual di Indonesia. Tapi, masalah terbesarnya bukan itu. Saat saya pakai untuk olahraga, berlari mengelilingi Masjid Agung Al Akbar Surabaya, daya serap jersey-nya biasa saja. Nggak ada istimewanya, nggak lebih cepat nyerap keringat atau lebih sejuk gitu. NGGAK sama sekali. Kualitasnya beneran sama dengan yang dijual di Planet Sports Asia atau Adidas Indonesia. Sumpah kecewa banget.

Statement orang-orang yang mengatakan jersey yang dijual untuk pasar Eropa lebih bagus daripada pasar Asia itu totally wrong. Kenyataannya, kualitasnya sama saja, cuma menang beda di size. Hmmm.

#3 Sampainya lama

Alasan terakhir yang membuat kalian nggak perlu repot-repot membeli jersey dari official app Manchester United adalah soal waktu. Jika kalian membeli barang di Shopee sampainya satu minggu sudah ngeluh ke sana kemari, kalian nggak akan kuat nungguin paketan jersey dari Manchester.

Saya menerima paketan jersey dari Manchester setelah menunggu selama tiga bulan. Sumpah, nggak bohong, nggak lebay! Infonya sih ada keterlambatan karena waktu itu pendemi sedang dalam puncaknya, jadi ekspedisinya terkendala. Tapiii, di lain waktu saya membeli jersey lagi, sampainya tetap lama juga. Nggak sampai tiga bulan memang, tapi satu bulan lebih sepuluh hari. Pokoknya menguji kesabaran lah beli jersey langsung dari Manchester itu.

Mungkin di antara kalian ada yang berpikir, lah sudah tahu mahal dan kualitasnya sama kayak di Indonesia, kok malah beli lagi? Iya, saya memang beli jersey lagi, tapi saya beli yang model retro atau limited edition kayak seri human race yang memang nggak dijual di Indonesia.

Setelah saya ngobrol dengan mas-mas yang kerja di store Adidas Indonesia, jersey klub besar dan populer seperti MU, Real Madrid, Chelsea, Bayern Munchen, dll. yang punya jumlah fans banyak, umumnya memang selalu dijual di pasar Indonesia. Baik itu jersey home, away, maupun third. Tapi untuk edisi khusus, misalnya yang retro dan baju training klub, nggak dijual di Indonesia.

Kesimpulannya sih kalau pengin beli jersey di official app MU sebaiknya beli yang seri retro atau limited edition saja biar nggak rugi. Akhir kata, semoga bermanfaat, dan Glory Glory Manchester United.

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Desember 2021 oleh

Tags: jerseymanchester unitedofficial app
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

manchester united Liverpool MOJOK

Manchester United, eh, Penchester United Pantas Jadi Juara dari Jalur Penalti

11 Agustus 2020
edinson cavani no 7 manchester united mojok

Musuh Cavani di Manchester United Bukanlah Kutukan, melainkan Beban

12 Oktober 2020
manchester united Liverpool MOJOK

Manchester United, VAR, dan Wasit: Ketika Fans Liverpool Dikasih Panggung Buat Ngomong

29 Juli 2020
Tipe-tipe Manusia Ketika Mengerjakan Tugas Kelompok Berdasarkan Pemain MU terminal mojok.co

Tipe-tipe Manusia Ketika Mengerjakan Tugas Kelompok Berdasarkan Pemain MU

29 November 2020
Manchester United dan Final Cap Taek- Awet Jadi Pecundang!

Manchester United dan Final Cap Taek: Sampai Kapan Terpuruk dan Menjadi Pecundang?

22 Mei 2025
mo salah real madrid seto nurdiantoro Liverpool manchester united manchester city mojok.co

Liverpool Konsisten Imbang, Manchester United Meninggi, dan Manchester City yang Perlahan tapi Party

18 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil Mojok.co

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

7 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.