Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

10 Keunggulan Telegram Dibandingkan WhatsApp

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
11 Januari 2023
A A
10 Keunggulan Telegram yang Nggak Bisa Kita Temukan di WhatsApp Terminal Mojok

10 Keunggulan Telegram Dibandingkan WhatsApp (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kamu lebih suka chat pakai Telegram atau WhatsApp, Gaes?

Di mana ada smartphone atau HP, di situ pasti ada WhatsApp. Kalangan bapak-bapak, ibu-ibu, mahasiswa, pegawai kantoran, hingga bocah pun pasti punya paling nggak satu akun WhatsApp. Menurut laporan tahun 2022 dari Hootsuite (We Are Social), media sosial yang paling banyak digunakan adalah WhatsApp, kok. Pengguna WhatsApp di Indonesia totalnya mencapai 88,7 persen dari jumlah keseluruhan populasi pengguna medsos usia 16 sampai 64 tahun.

Tapi agaknya ada aplikasi lain yang bisa menjadi ancaman bagi WhatsApp. Dia adalah Telegram. Popularitas Telegram memang nggak sekondang WhatsApp. Hanya 62,8 persen pengguna medsos berumur 16 sampai 64 tahun yang menginstall aplikasi berlogo pesawat kertas ini. Walaupun begitu, Telegram sebenarnya menyimpan lebih banyak kelebihan daripada WhatsApp, lho. Berikut sepuluh kelebihan Telegram dibandingkan WhatsApp.

#1 Kapasitas grup lebih besar

Saya yakin kalian pasti pernah merasa kecewa dan sebal karena nggak bisa join grup WhatsApp karena kapasitasnya sudah penuh. Grup WhatsApp hanya bisa dihuni oleh 512 orang setelah sebelumnya hanya memperbolehkan 256 orang. Kendala ini juga mungkin dialami oleh panitia event. Untuk koordinasi peserta, panitia sampai harus bikin grup dalam jumlah banyak karena keterbatasan kapasitas memaksa mereka begitu.

Panitia event mungkin bisa mulai mempertimbangkan Telegram sebagai platform tempat koordinasi acara. Di Telegram, setiap grup punya kapasitas hingga 5000 orang! Peserta segedung pun cukup.

#2 Kirim file tidak terbatas size

Di WhatsApp, mengirim file berukuran besar cukup menjadi PR. File, khususnya video, hanya dibatasi sebesar 16 MB. Jadi, ketika ingin mengirim tugas kuliah maupun film, kita harus mengakalinya dengan mengunggahnya terlebih dulu di Google Drive atau menurunkan kualitas videonya.

Tenang saja, kendala itu nggak akan terjadi di Telegram. File besar bisa dikirim tanpa harus mengompres ukurannya terlebih dahulu. Telegram juga mendukung format file apa pun. Untungnya ada fitur ini, ya. Kita jadi bisa nonton drama Korea secara ilegal di Telegram. Eh.

#3 Kirim media tanpa khawatir buram

Sudah banyak keluhan dari teman-teman mengenai kiriman status maupun media di WhatsApp yang saya dengar. Mereka sambat karena media yang dikirim melalui WhatsApp menjadi buram atau kualitasnya menurun.

Baca Juga:

5 Alasan Tablet Mahalmu Tidak Bakal Bisa Menggantikan Fungsi Laptop 4 Jutaan

4 Siasat Bertahan di Grup WhatsApp Keluarga Besar 

Sementara itu, ketika kita mengirim media melalui Telegram, kita akan terlebih dulu diminta menentukan kualitas medianya. Jika kita memilih kualitas atau resolusi original, media yang kita kirim tidak akan berubah menjadi buram atau menurun ketajamannya.

#4 Fitur edit pesan

Salah ketik atau salah kirim pesan memang cukup wajar ketika kita berkomunikasi secara online. Namun, ada saat-saat ketika saltik dan salkir membuat kita jadi malu. Kalau di WhatsApp, kita pasti akan buru-buru menghapusnya agar si penerima pesan nggak sempat baca.

Tanpa perlu hapus pesan, kita bisa menyunting pesan yang sudah kita kirim. Fitur ini ada di Telegram. Jika ada salah informasi dalam pesan yang sudah terkirim, kita bisa langsung klik opsi dengan icon pensil lalu edit deh pesan sesuai dengan kemauan kita.

#5 “Colong” stiker satu pack

Semenjak adanya stiker, kita jadi agak obsesif untuk mengoleksinya. Sebab, penggunaan stiker sangat membantu kita untuk mengungkapkan perasaan yang kadang nggak terwakili oleh emoticon. Nah, jika di WhatsApp kita hanya bisa “mencuri” stiker sesuai dengan yang dikirimkan oleh lawan bicara, berbeda dengan Telegram.

Di Telegram, jika lawan bicara mengirim satu buah stiker, kita bisa langsung menjarah koleksi stikernya secara lengkap, asal berada dalam satu pack yang sama. Tapi lawan bicara kita nggak akan kehilangan koleksi stikernya, kok. Dengan begitu, proses pengoleksian stiker kita jadi lebih cepat dan komplet.

#6 Banyak bot

Kalau kamu sedang mencari kemudahan dalam bekerja, maka datanglah ke Telegram. Di Telegram, ada banyak sekali bot yang akan secara otomatis membantumu asal diberi command atau perintah. Bot mengunduh video YouTube, mencari jurnal ilmiah, mengubah tulisan tangan menjadi ketikan, hingga menemani chat untuk kamu yang jomblo, semuanya ada. Sejauh ini belum ada bot yang useful di WhatsApp selain bot stiker, yang ternyata juga dioperasikan manual oleh manusia.

#7 Channel yang sangat berfaedah

Bergabung di grup WhatsApp mengharuskan kita untuk diundang maupun memperoleh link grupnya terlebih dulu. Tanpa dua syarat tadi, mustahil kita bisa join ke grup manapun.

Namun, di Telegram, berbekal kata kunci yang kita ketikkan di search bar di sudut kanan aplikasi, kita bisa bergabung di channel apa saja. Enaknya lagi, pesan yang dikirim di channel biasanya nggak akan hilang jika nggak dihapus oleh adminnya. Jadilah channel ini menjadi kotak harta karun, terutama bagi seller dan jobseeker.

Seller biasanya memanfaatkan channel sebagai tempat mem-posting sekaligus mengamankan katalog barang dan testimoni, sementara jobseeker menggunakannya sebagai tempat menyimpan portofolio. Pesan apa pun bisa tersimpan permanen dan bisa diakses oleh siapa pun jadi keunggulan Telegram.

#8 Tambah teman tanpa simpan nomor HP

Dahulu kita direpotkan dengan Blackberry Messenger atau BBM yang mewajibkan kita tukeran PIN. Menggunakan WhatsApp juga sedikit repot karena harus menyimpan nomor HP yang nggak semua orang hafal. Nah, Telegram hadir memudahkan kita untuk menambahkan teman tanpa harus tukeran PIN BB atau nomor HP. Semuanya cukup dengan username. Bahkan kita juga bisa berteman dengan orang asing maupun join channel dan grup hanya berbekal username. Enak, kan?

#9 Bisa pasang banyak foto profil

Telegram sangat memfasilitasi penggunanya yang fotogenic maupun nggak bisa menentukan mau pakai gambar yang mana untuk dijadikan foto profil. Di Telegram, kita bisa pasang banyak foto profil sekaligus. Kalau kamu K-Popers, wibu, wota, badminton lovers, pencinta kucing, atau apa pun itu, pasang saja semua gambar favoritmu di foto profil.

#10 Rapikan chat dengan folder

Untuk kamu yang paling benci lihat sesuatu yang berantakan, Telegram pasti cocok untukmu. Di WhatsApp semua chat, baik itu personal chat maupun grup, digabungkan menjadi satu dan tampak berantakan. Telegram beda, dong. Pengguna Telegram bisa berbenah dengan membuat folder dan memasukkan room chat yang sesuai dengan folder yang dibuatnya.

Itulah sepuluh keunggulan Telegram dibandingkan WhatsApp. Siap pindah total dari WhatsApp?

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Alasan Paling Masuk Akal Telegram Disukai Banyak Teroris.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Januari 2023 oleh

Tags: aplikasi chatchatsmartphonetelegramWhatsapp
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Polemik WhatsApp GB dari Mereka yang Pro dan Kontra terminal mojok.co

Polemik WhatsApp GB dari Mereka yang Pro dan Kontra

19 Mei 2021
Trik Sukses Berjualan di WhatsApp agar Story-mu Nggak Di-skip Orang

Trik Sukses Berjualan di WhatsApp agar Story-mu Nggak Di-skip Orang

28 Mei 2020
Surat Cinta buat Realme Indonesia: Jangan Kebanyakan Gimik, Kembalilah ke Jati Dirimu yang Sebenarnya

Surat Cinta buat Realme Indonesia: Jangan Kebanyakan Gimik, Kembalilah ke Jati Dirimu yang Sebenarnya

7 Agustus 2024
redmi 10

Redmi 10: Jagoan Kamera 50MP yang Masih Kalah Kece dengan Redmi 9T

26 September 2021
Fitur Reaction WhatsApp Nggak Ada Gunanya, Bukannya Mempermudah Komunikasi cuma Bikin Sakit Hati

Fitur Reaction WhatsApp Nggak Ada Gunanya, Bukannya Mempermudah Komunikasi Cuma Bikin Sakit Hati

30 Juni 2024
Menelusuri Aktivitas Muda-Mudi Pelaku Chat Anon lewat Chatbot Telegram terminal mojok.co

Menelusuri Aktivitas Muda-Mudi Pelaku Chat Anon lewat Chatbot Telegram

15 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan Mojok.co

Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan

1 Mei 2026
Klaten Tulang Punggung dan Masa Depan Dapur Indonesia

Klaten: Bukan Sekadar Kota untuk Mampir Menikmati Sop Ayam, tapi Tulang Punggung dan “Dapur” Masa Depan Indonesia

1 Mei 2026
3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung Mojok.co

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

27 April 2026
Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta (Unsplash)

Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta

30 April 2026
Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

28 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Perburuan Burung Kicau untuk Penuhi Skena Kicau Mania Tinggi: Jawa Jadi Pasar Besar, Bisa Ancam Manusia dan Bumi
  • Ngasih Bintang 5 ke Driver Ojol meski Tidak Puas Tak Rugi-rugi Amat, Tega Hukum Bintang 1 bikin Sengsara Satu Keluarga
  • Bahaya Dolar ke Rupiah Makin Gila dan Tembus 17 Ribu, Lalu Menjadi Gambaran Negara Sakit yang Semakin Kritis, Masyarakat Kecil dan Perintis Perlahan Mati
  • 1.000 Kamera Dipasang untuk Intai Macan Tutul Jawa
  • Cerita Lulusan Termuda S2 UGM, Berhasil Kantongi Gelar Sarjana Kedokteran dan Kesmas sebelum Usia 25 Tahun
  • Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.