Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Tidak Seperti Politisi Lain, Sandiaga Uno Coba Bantu Nilai Rupiah Tidak Anjlok di Hadapan Dolar

Redaksi oleh Redaksi
5 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Di saat banyak politisi dari kubu oposisi memanfaatkan anjloknya nilai rupiah, Sandiaga Uno malah melakukan aksi nyata untuk membantu negara sesuai kapasitasnya.

Sebagai seorang bakal calon wakil presiden dari Prabowo Subianto, latar belakang Sandiaga Uno yang seorang pengusaha membuatnya tidak bisa membiarkan nilai rupiah anjlok mendekati angka Rp15.000 per satu dolar.

Meski merupakan kubu dari pihak oposisi, Sandiaga Uno merasa perlu untuk membantu negara yang sedang mengalami penurunan nilai mata uang. Untuk sementara, Sandiaga tidak ingin hal yang dia lakukan dikait-kaitkan dengan politik dulu. Semua pihak harus ikut bahu-membahu membantu pemerintah dan negara menjaga nilai tukar rupiah.

“Saya sudah mengonversi simpanan saya ke rupiah. Ini waktunya sama-sama membela negara, jangan sampai terpecah-belah. Spekulan banyak, jangan mau kita terkecoh, apalagi mereka banyak akalnya daripada akhlaknya,” ujar Sandiaga.

Tidak seperti politisi lain yang malah berharap ekonomi negara anjlok karena akan jadi citra buruk bagi pemerintahan era Presiden Jokowi, Sandiaga mengaku lebih memilih melakukan apa yang bisa dia lakukan untuk menyelamatkan ekonomi negara. Beberapa waktu lalu, Sandiaga menukar simpanan dolar yang dimilikinya untuk membantu nilai rupiah kembali menguat.

“Jadi kalau politikus beneran, doanya mudah-mudahan Rp15 ribu, mudah-mudahan ekonomi jeblok. Kalau saya nggak, saya tahu begitu krisis 10 tahun ini kita, waktu krisis 1997-1998, berapa tahun kita recovery-nya, 10 atau 12 tahun,” jelas Sandiaga.

Meski tidak menyebut berapa angka secara spesifik, tapi langkah Sandiaga Uno ini patut diapresiasi sebagai aksi nyata agar memicu gerakan para pengusaha-pengusaha lainnya supaya mau menukar mata uang dolar yang dimiliki.

Menurut beberapa pakar ekonomi, langkah yang dilakukan Sandiaga Uno ini bisa dianggap signifikan jika menjadi pemicu bagi elite-elite para pengusaha kaya di Indonesia. Bhima Yudhistira, Eknom INDEF, seperti diberitakan detik.com mengakui bahwa langkah Sandiaga ini sangat mungkin untuk membantu nilai tukar rupiah.

“Ini kan ujung akhirnya adalah sebuah gerakan moral oleh para elite di Indonesia. Bukan hanya oposisi tapi juga harapannya juga pejabat-pejabat pemerintah dan juga para pengusaha dan para investor juga melakukan hal yang sama,” jelas Bhima.

Meski begitu, tidak semua orang sepakat bahwa langkah Sandiaga ini punya pengaruh terhadap anjloknya nilai tukar rupiah. Adhi Lukman, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), menilai hal yang dilakukan Sandiaga tidak akan berdampak banyak karena selama ini mata uang dolar yang dimiliki adalah milik perusahaan bukan pribadi.

“Saya kira itu tidak signifikan. Karena pengusaha kan uangnya untuk usaha, untuk operasional kalau dari hasil ekspor,” kata Adhi.

Menurut Adhi, satu-satunya yang bisa membuat kondisi ini berubah secara signifikan adalah dari pihak penyelenggara negara. Mengharapkan gerakan moral akan sia-sia kalau negara tidak merespons ini dengan regulasi yang mendukung.

“Yang paling penting pembenahan di internal. Kita benerin regulasi yang menghambat supaya ada daya saing, itu kan akhirnya bisa menghasilkan devisa buat negara ujung-ujungnya,” jelas Adhi lagi.

Meski akhirnya langkah Sandiaga Uno tidak berdampak banyak, tapi paling tidak Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini sudah berusaha untuk membela apa yang dia mampu seperti latar belakangnya.

Iklan

Jadi apapun hasilnya, aksi nyata ini patut diapresiasi karena Sandiaga tidak ingin terkungkung hanya pada kepentingan politik sesaat. Tidak seperti politisi lain yang malah “bahagia” karena dapat momentum untuk ditunggangi sebagai alat kampanye Pemilu mendatang. (K/A)

Terakhir diperbarui pada 5 September 2018 oleh

Tags: Bela NegaracawapresDolarEkonomipengusahaPrabowo SubiantoRupiahSandiaga Uno. Wakil Gubernur DKI Jakarta
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Z sarjana ekonomi di Undip. MOJOK.CO
Kampus

Apesnya Punya Nama Aneh “Z”: Takut Ditodong Tiba-tiba Saat Kuliah, Kini Malah Jadi Anak Emas Dosen di Undip

27 November 2025
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Prabowo-Gibran.MOJOK.CO
Aktual

7 Alasan Mengapa Satu Tahun Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran Layak Diberi Nilai 3/10

20 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Aktual

Omon-Omon MBG 99 Persen Berhasil, Padahal Amburadul dari Hulu ke Hilir 

19 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.