• 9
    Shares

MOJOK.CO – Pasangan Calon Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah hampir bisa dipastikan memenangi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumut dari hasil quick count dua lembaga survei Saiful Munjani Research and Consulting (SMRC) dan Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Menjadi salah satu dari 171 daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada Serentak 2018, Provinsi Sumatra Utara (Sumut) sudah bisa dipastikan akan dipimpin oleh Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah. Ketua Umum PSSI yang sedang cuti ini hampir bisa dipastikan akan melepaskan jabatannya dari struktur kepengurusan federasi sepak bola Indonesia untuk menjabat sebagai Gubernur Sumatra Utara (Sumut).

Hasil quick count Saiful Munjani Research and Consulting (SMRC) dan Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengeluarkan hasil yang tidak jauh beda untuk hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub), keduanya memperoleh hasil pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajecksah unggul dengan perolehan suara 58,8% sedangkan paslon lawan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus hanya mendapatkan 41,2% versi SMRC. Sedangkan LSI mengeluarkan hasil 57,1% untuk Edy-Musa dan 42,9% untuk Djarot-Sihar.

Meski masih harus menunggu hasil dari perhitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), namun hasil ini sudah menjadi gambaran umum dari perolehan hasil Pilgub Sumut 2018. Hasil ini tidak beda jauh dari hasil suvei dua lembaga sebelum coblosan, di mana pasangan Edy-Musa memang diprediksi akan mengungguli Djarot-Sihar.

Kemenangan Edy-Musa ini juga menjadi kemenangan bagi lima partai yang mengusung paslon cagub ini, yakni Partai Golkar, Gerindra, Hanura, PKS, PAN, dan Nasdem Partai. Sedangkan kekalahan Djarot-Sihar juga jadi catatan buruk bagi dua partai pengusungnya, yakni PDI-P dan PPP.

Kekalahan ini menjadi kekalahan Djarot yang kedua setelah sebelumnya juga kalah ketika berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk Pilgub DKI Jakarta 2017 silam. Semoga kekalahan ini bisa jadi pelajaran untuk Djarot bahwa beliau memang lebih berpengalaman daripada Edy, pengalaman dalam soal menerima kekalahan Pilgub.

Sedangkan bagi Edy, kemenangan ini akan melengserkan kursi kepemimpinan Ketum PSSI sekaligus menjadi capaian yang diharapkan, mengingat Edy sudah kadung melepas jabatan Pangkostrad dengan status pensiun. Benar-benar karier sempurna untuk Pak Edy. Sudah Pangkostrad, sebentar lagi jadi mantan Ketum PSSI, sekarang jadi Gubernur Sumut pula. Hm, benar-benar dwifungsi multifungsi. (K/A)

Baca juga:  Edy Rahmayadi dan Kepentingan Politik di Sepak Bola Indonesia