• 204
    Shares

MOJOK.COUlama asal Yogyakarta, Gus Miftah berdakwa serta menggelar pengajian plus selawatan di sebuah klub malam di Bali. Aksinya ini mendapatkan apresiasi dari banyak pihak.

Tidak banyak ulama yang berani untuk memberikan ceramah di tempat-tempat yang sering disebut sarangnya maksiat. Kebanyakan memang lebih memilih untuk berceramah di masjid atau di tempat di mana ia dapat lebih mudah diterima.

Namun justru seorang ulama bernama Gus Miftah memilih untuk berdakwah di salah satu klub malam di Bali. Ia berselawat di depan para wanita pemandu karaoke yang bergaun seksi. Aksinya itu terekam dalam sebuah video dan menjadi viral setelah diunggah oleh Gus Miftah di akun Instagram-nya sendiri bernama @gusmiftah.

Dalam video tersebut, nampak ulama asal Yogyakarta ini berdiri di atas panggung dan melatunkan selawat, diikuti oleh para wanita bergaun seksi yang berada di bawah panggung. Gus Miftah menjelaskan bahwa dirinya memang sengaja melakukan hal tersebut untuk mengajak kebaikan kepada semua orang.

Video yang diunggah di Instagram tersebut disertai dengan caption, “Dunia beserta isinya diciptakan Alloh krn Nur Muhammad, kl mau dpt dunia se-isinya banyak lah bersholawat kepada sayyidina Muhammad. Suasana sholawat di #boshebali #boshevvipclubbali #boshekaraoke. Saudaraku org baik dan orang jelek itu beda nya satu, org baik pernah berbuat jelek dan org jelek pasti pernah berbuat baik. Jgn pernah hakimi mereka, tp mhn doakan mereka #dugemparty #dugem #clubbing #clubmalam #ngaji #ngajibareng #ahlussunnahwaljamaah #boshejogja #santrigaul #santrikeren #santrigusmiek #clubbingjogja.”

Ulama pendiri Pondok Pesantren Ora Aji ini menjelaskan bahwa berdakwa dapat dilakukan dengan cara apapun. Termasuk dengan caranya yang mendatangi pemandu karaoke di klub malam. Walau sempat mendapatkan penolakan, ia mengungkapkan ada beberapa yang akhirnya bertobat.

Menurut Gus Miftah, ia berusaha untuk tidak menghakimi mereka. Yang paling berhak menghakimi bukan manusia tetapi Tuhan. Selain di klub malam Bali, Gus Miftah juga beberapa kali berdakwa atau menggelar pengajian di lokasi-lokasi tidak lazim, di antaranya di lokalisasi atau klub-klub malam Yogyakarta. Tempat-tempat yang sering dianggap sebagai sarangnya perbuatan maksiat.

Ceramah dan pengajian di klub malam pada 6 September lalu, digelar dengan meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik klub dan setelah melakukan lobi-lobi akhirnya diizinkan. Menurut Gus Miftah, pemilik klub tersebut mengumpulkan pemandu karaoke dan beberapa tamu untuk mengikuti pengajian. Mereka juga tidak mempersoalkan digelarnya pengajian di klub malam itu.

Menanggapi hal tersebut, Cak Imin mengatakan memang seharusnya tempat-tempat seperti itu perlu sering-sering diajak untuk berselawatan. Supaya selamat dan khusnul khotimah. Cak Imin juga mengungkapkan kekagumannya terhadap kehebatan Gus Miftah.

Wah Cak Imin, apakah ini menjadi ide menarik untuk tempat blusukan selanjutnya? Eh. (A/L)

Baca juga:  Abdul Somad Bukannya Tolak Hasil Ijtima Ulama, Amien Rais Bandingkan dengan Salim Segaf
  • 204
    Shares


Tirto.ID
Loading...

No more articles