• 13
    Shares

MOJOK.CO Merujuk pada “karakter asli Prabowo”, Dradjad menyebutkan bahwa istilah yang lebih tepat dipakai adalah The Real Prabowo, bukan The New Prabowo.

Masih ingatkah Anda pada tagline The New Prabowo yang digadang-gadang oleh Sandiaga Uno bulan Agustus lalu? Kala itu, cawapres yang merupakan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menyebutkan alasannya mengapa Prabowo Suabianto layak di-rebranding menjadi The New Prabowo.

“Pak Prabowo itu orangnya asyik, The New Prabowo yang kita selalu bilang sekarang orangnya sangat cair, sangat mendengar, menghormati, Pak Prabowo sudah melewati dinamika politik kita, sangat menghargai bahwa proses demokrasi harus mempersatukan, jangan memecah belah,” kata Sandi.

Sayangnya, survei LSI Denny JA menunjukkan bahwa istilah The New Prabowo sendiri belum populer di kalangan warga. Tercatat, baru 13 persen masyarakat yang mengenal istilah ini.

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, menyebutkan bahwa istilah The New Prabowo sebenarnya bisa menjadi magnet elektoral Prabowo. Sayangnya, ketidakpopuleran istilah ini agaknya menghambat tujuan tersebut.

Pihak PAN, sebagai salah satu partai pendukung Prabowo, juga membenarkan bahwa langkah rebranding ini memang belum memasuki tahap konkret. Wakil Ketua Dewan Kehormatan Dradjad Wibowo menegaskan pernyataan lain yang mengejutkan. Baginya, istilah The New Prabowo tidaklah tepat. Loh, loh, apa pasal?

“Sebenarnya istilah The New Prabowo itu kurang tepat. Yang hendak ditunjukkan sebenarnya karakter asli Prabowo seperti humanis, mudah bercanda, tapi juga serius ketika ada tuntutan tugas, mudah membantu orang lain, ikhlas dalam berjuang, loyal terhadap teman, bisa dipegang ucapannya, dan sebagainya,” jelasnya.

Baca juga:  Relawan Emak-emak Sandiaga dan Masalah Ekonomi Indonesia

Merujuk pada “karakter asli Prabowo”, Dradjad menyebutkan bahwa istilah yang lebih tepat dipakai adalah The Real Prabowo.

Ya, “Prabowo yang sebenarnya” adalah poin yang ingin ditunjukkan oleh Dradjad. Apalagi, menurutnya, Prabowo selama ini selalu menjadi korban pembunuhan karakter. “Jadi bukan The New Prabowo, tapi justru The Real Prabowo yang perlu lebih dipublikasikan,” simpulnya.

Istilah The Real Prabowo sebenarnya sudah terdengar sejak beberapa hari lalu. Kala itu, Prabowo diberitakan telah mencoret lirik lagu buatan Sang Alang, pendukungnya, yang akan digunakan untuk kampanye.

Karena dinilai terlalu tendensius menyerang pasangan calon tetangga, Prabowo pun memilih untuk melakukan revisi cukup banyak pada lirik lagu tersebut.

“Itulah The Real Prabowo,” jelas jubir timses Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade.

Lebih lanjut, Andre menyebutkan bahwa Prabowo adalah pribadi yang baik, tapi selalu kena fitnah. Bahkan, semasa debat Pilpres 2014 lalu, Prabowo menolak saran tim suksesnya untuk menyerang Jokowi yang kala itu maju ke laga pilpres saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI.

Jadi gimana, Pemirsa, sudah siap menyambut The Real Prabowo biar surveinya lebih tinggi dari 13 persen di LSI? (A/K)