MOJOK.COPertemuan di Istana antara Jokowi dengan Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo membahas Pilkada Solo yang melibatkan Gibran dianggap tidak etis.

Majunya Gibran sebagai calon walikota Solo di Pilkada serentak 2020 mendatang ternyata menyisakan banyak polemik. Salah satunya adalah tentang pertemuan antara Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo dan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan pada pertengahan bulan Juli lalu.

Seperti diketahui, Achmad Purnomo adalah sosok yang tadinya akan diusung sebagai calon Walikota oleh DPC PDIP Kota Solo sebelum akhirnya digeser oleh Gibran yang melenggang lewat jalur “khusus”.

Kepada media, Achmad Purnomo mengatakan bahwa di Istana, ia dan Jokowi membahas tentang Pilkada Solo. Dalam pertemuan tersebut pula Achmad Purnomo diberi tahu oleh Jokowi bahwa yang mendapatkan rekomendasi dari partai untuk Pilkada Solo bukanlah dirinya, melainkan Gibran.

Pertemuan tersebut segera menjadi sorotan banyak orang. Pertemuan keduanya dianggap tidak etis karena berlangsung di istana kepresidenan dan membahas tentang politik praktis, terlebih melibatkan Gibran yang merupakan anak Jokowi.

Banyak pengamat politik menyayangkan pertemuan tersebut.

“Pak Jokowi memanggil Pak Achmad Purnomo, bagi saya pribadi itu kurang etis. Beliau memanggil dengan kapasitas kepala pemerintah, yang dipanggil wakil wali kota. Tapi yang dibicarakan berkaitan dengan politik praktis, terkait konteks putra beliau,” terang Analis Politik Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam dalam sebuah diskusi online.

Baca juga:  Orang Baik Pilih Orang Baik, Ah Kata Siapa?

Kejadian tersebut bukanlah yang pertama. Sebelumnya, Jokowi pernah dikritik keras karena pernah terlibat pertemuan di Istana dengan beberapa pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di mana mereka membahas tentang pemenangan Pemilu 2019.

Peristiwa tersebut sempat menjadi sorotan besar dan sampai membuat Sekretaris Kabinet Pramono Anung membuat aturan khusus yang melarang pertemuan antara Presiden Jokowi dengan pihak mana pun di Istana jika pembahasannya adalah tentang politik praktis.

Nah, urusan pertemuan antara Jokowi dan Achmad Purnomo beberapa waktu yang lewat di istana itu kini malah menjadi lebih ruwet lagi, pasalnya setelah dari sepulang dari Istana, Achmad Purnomo kemudian melakukan test covid-19 beberapa kali dan belakangan diketahui hasilnya positif.

Nah lho.

Ah, memang paling bener kalau Presiden pengin ngomong soal politik praktis, jangan di Istana, mending booking Warung Upnormal aja. Dibook satu hari penuh satu kedai. Kan enak, ngomongin soal pilkada sambil makan Indomie telur cabenya 6. Pas. Panas di partai, panas di lidah.

Langsung berasa moncong putihnya.

pertemuan di istana