Dalam waktu dekat, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bersama Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, dan Ketua Umum PKS Sohibul Iman bakal menjalankan ibadah umrah bareng di Arab Saudi. Hal ini sudah bukan menjadi rahasia lagi. Rencana umrah tiga petinggi “Partai Allah” ini sudah banyak diketahui khalayak dan bahkan dibenarkan oleh pengurus partai masing-masing.

Yang terjadi di lini masa media sosial adalah banyak orang yang kemudian meributkan rencana umrah ketiga tokoh oposisi ini. Tak sedikit yang menganggap umrah yang mereka lakukan adalah salah satu bentuk konsolidasi politik menjelang 2019. Ada juga yang menganggap Prabowo, Amien, dan Sohibul ke Arab Saudi untuk menemui Habib Rizieq. Bahkan, sampai ada politisi yang menuding bahwa rencana umrah bareng tersebut sebagai umrah politik.

Pokoknya semua konspirasi bernada politis bermunculan satu per satu.

Konspirasi-konspirasi murahan ini kemudian memaksa beberapa pihak dari partai yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan.

“Yang di Mekah tujuan utamanya umrah. Jadi ya kita doakan saja supaya ibadahnya mabrur,” ujar Waketum PAN Taufik Kurniawan.

Tak jauh berbeda dengan Taufik, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon juga membantah bila umrah bersama itu merupakan bagian dari konsolidasi Pilpres.

“Tidak, lah, namanya umrah kok konsolidasi,” kata Fadli.

Sementara itu, Ketua DPP partai Gerindra M Nizar Zahro bahkan sampai ketus menanggapi orang-orang yang meributkan rencana umrah Prabowo bersama Amien dan Sohibul.

“Kok kesannya kurang kerjaan mempersoalkan orang ibadah,” kata Nizar. “Kalau beliau-beliau mau bersilaturahmi usai ibadah umrah, apa salahnya? Harusnya diapresiasi karena silaturahmi itu kan ibadah juga. Apalagi dilakukan di bulan Ramadan,” lanjutnya.

Yah, dalam politik, apa saja memang selalu bisa untuk dipersoalkan. Termasuk urusan umrah bersama. Terlebih itu dilakukan oleh para petinggi partai yang kebetulan punya kesamaan preferensi kubu.

Halah, jangankan umrah Prabowo, Amien, dan Sohibul umrah bareng, lha wong Jokowi jadi imam salat saja dipermasalahkan, kok.

prabowo, amien rais, sohibul iman