MOJOK.COSilakan datang ke museum, entah sekadar mampir atau mau museum date kayak orang-orang.

Di sosial media, segala hal yang simpel dan sepele bisa menjadi amat rumit dan membingungkan. Hal yang seharusnya remeh belaka, bisa menjadi perkara yang mendadak butuh kajian yang mendalam dan kemudian layak untuk diperdebatkan.

Itu pula yang terjadi pada tema “museum date” alias kencan di museum yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi amat ramai diperbincangkan.

Pembahasan tentang museum date ini bermula dari cuitan akun @sashymymahal, “Museum date cuman buat konten foto tp ga paham arti lukisannya apa,” ujarnya.

Twit yang singkat dan sepele itu tak dinyana berkembang menjadi perdebatan yang seru, bahkan cenderung panas. Banyak netizen yang menganggap bahwa twit dari akun @sashymymahal tentang museum date tadi mengandung sinisme terhadap para pengunjung museum yang sekadar mengunjungi museum tanpa punya pengetahuan yang cukup tentang karya seni yang dipamerkan.

Netizen-netizen yang sudah tak diragukan lagi kebudimanannya pun langsung menyerbu twit tersebut. Menurut mereka, tak ada yang salah dengan mengunjungi museum tanpa harus tahu arti dan makna karya yang dipamerkan.

“Pendapat pribadi setelah 1,5 tahun belajar kajian museum secara formal: Beneran gapapa kalo lo ke museum cuma buat konten foto. Ga masalah dateng ke museum tapi pas balik ga inget tanggal lahir pelukis/tahun asal artefak. Please tetep dateng ke museum, ga ada ujian akhirnya kok,” tulis akun @yatapikan.

Baca juga:  ArtJog: Jogja, Seniman Muda, Karya, dan Seluk-Beluknya

Menurutnya, dengan datang ke museum pun sebenarnya sudah merupakan bentuk apresiasi kepada seniman yang karyanya dipamerkan di museum, jadi tak masalah jika pengunjung museum datang ke museum dan tidak mengerti apa-apa tentang karya yang dipamerkan. “Museum utamanya bukan buat belajar hard knowledge kok, tapi buat familiarisasi/ngasih perspektif baru sama topik tertentu, dan rekreasi juga.”

Banyak yang mengaggap bahwa minat orang untuk berkunjung ke museum masih sangat rendah, itulah kenapa, orang-orang perlu dan butuh didorong agar mau lebih sering untuk berkunjung ke museum, bukannya malah disinisi.

Netizen pun kemudian menanggapi twit bernada sinisme dari @sashymymahal menggunakan analogi-analogi aktivitas lain yang dianggap tak jauh berbeda dengan mengunjungi museum.

“Kalo ga ngerti cinematography sama perfilman masih bole pacaran sambil nonton netflix ga?” tulis akun @ordainedsins.

“Iya saya juga ke kebun binatang ragunan juga ga tau taxonomy binatangnya apa,” cuit pemilik akun @suluhpandu.

“Apakah jika aku ngedate di dufan harus mengetahui nama setiap patung geyol-geyol di istana boneka?” kata akun @AnnisaPuspita.

Sementara itu, komentar yang cukup unik datang dari dosen komunikasi Fisipol UGM Wisnu Prasetya.

“Museum date kalo di British Museum repot juga ya mesti menguasai dan cerita sejarah kolonialisme. Habis itu kayaknya kapok yang diajak kencan.” Kata Wisnu.

Nah, kan, repot kan? Kalau cuma museum seni sih masih mending, kalau ternyata museumnya agak “unik” kayak Museum Santet di Surabaya itu, masak iya pengunjung jadi harus tahu spesifikasi paku yang sering dijadikan sebagai senjata santet. Ha ra mashooook.

Baca juga:  Kencan Pakai Running Shoes Itu Nggak Masalah, sih, tapi...

BACA JUGA 7 Cara Kencan New Normal untuk Kisah Cinta yang Lebih Mantap dan artikel KILAS lainnya.