Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Nafkah

Menghitung Penghasilan Annisa Bahar, Si Ratu Goyang Patah-Patah

Redaksi oleh Redaksi
21 Februari 2018
A A
Annisa-Bahar-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Membicarakan dunia perdangdutan Nusantara, tentu akan sangat durhaka jika tak menyebut nama Annisa bahar. Ia adalah salah satu biduan senior yang sangat disegani. Dengan goyang patah-patahnya, Annisa Bahar mampu mengggebrak dunia perdangdutan dan menempatkan dirinya sebagai salah satu senior yang layak diperhitungkan.

Annisa Bahar sudah menjalani karir dangdutnya sejak awal tahun 90an dan masih tetap eksis sampai saat ini. Sebuah prestasi tersendiri yang hanya segelintir penyanyi yang mampu melakukannya.

Kisruh konflik dengan anak kandungnya, Juwita bahar beberapa waktu yang lalu sempat membuat penyanyi kelahiran 25 November 1974 ini semakin banyak diperbincangkan orang.

Di rubrik Nafkah kali ini, Mojok Institute akan mencoba menghitung penghasilan Annisa Bahar dari honor manggung yang diperolehnya.

Seperti diketahui, Annisa Bahar adalah salah satu biduan senior yang sampai sekarang masih terus mendapatkan job nyanyi. Nostalgia goyang patah-patahnya ternyata masih ampuh untuk menarik banyak orang untuk mendengarnya berdendang.

Nah, lalu, berapakah honor manggung Anisa Bahar?

Setidaknya ada dua pengakuan yang bisa digunakan sebagai bahan untuk mengetahui berapa tarif manggung Annisa Bahar.

Pernyataan pertama adalah saat Ia menerima tawaran manggung di malam pergantian tahun akhir 2017 lalu. Kala itu, ia mengungkapkan bahwa tarif manggungnya untuk acara perayaan tahun baru adalah Rp60 juta – Rp80 juta.

“Aku enggak terlalu mahal. Ada tawaran sekitar Rp 60 juta-Rp 80 juta di setiap daerah,” ungkapnya.

Konon, menurut beberapa EO, tarif manggung artis di perayaan tahun baru biasanya tiga kali lipat dari tarif reguler. Dengan menggunakan parameter ini, itu artinya, honor manggung reguler Annisa Bahar adalah antara Rp20 juta – Rp27 juta.

Besaran honor Annisa Bahar juga bisa diketahui melalui pernyataannya saat ia mendapatkan job manggung untuk kampanye Partai Hanura tahun 2014 lalu. Kala itu, ia mengaku mendapatkan kontrak senilai Rp300 juta untuk 10 titik lokasi. Itu artinya, untuk satu kali manggung, ia dibayar sebesar Rp30 juta.

Nah, dari dua data ini, bisa diambil perkiraan honor Annisa bahar untuk satu kali tampil, yaitu antara Rp20 juta sampai Rp30 juta. Katakanlah kita ambil angka tengah, maka didapat angka Rp25 juta.

Dalam satu bulan, Annisa diperkirakan bisa manggung sebanyak 5-10 kali.

Jika kita kalikan dengan nilai honor manggungnya, maka jumlah perkiraan penghasilan Annisa Bahar saat ini dalam satu bulan berkisar antara Rp125 juta – Rp250 juta.

Iklan

Sungguh, sebuah nilai yang lumayan besar, utamanya di tengah persaingan biduan dangdut yang semakin kejam dan keras seperti sekarang ini.

Goyang boleh patah-patah, tapi penghasilan harus tetap tegak lurus. Bukan begitu, Mbak Annisa?

Infografik-Nafkah-Annisa-Bahar-MOJOK.CO

Terakhir diperbarui pada 21 Februari 2018 oleh

Tags: annisa bahardangdutjuwita bahar
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Dangdut Lawas OM Lorenza Melawan Hegemoni Dangdut Koplo MOJOK.CO
Esai

Dangdut Lawas OM Lorenza Obat Kejenuhan Dangdut Koplo: Wayahe Wong Lawas Tampil

11 Februari 2025
Penonton Dangdut Koplo, Fans NDX & Guyon Waton SDM Rendah MOJOK.CO
Esai

Penonton Dangdut Koplo dan Fans Guyon Waton & NDX Dianggap SDM Rendah, Tukang Kisruh, dan Tukang Rusak Festival

2 Juli 2024
Omong Kosong Dangdut Miskin Tema dan Kamu Perlu Tahu Karya Monumental Dangdut Ngapak MOJOK.CO
Esai

Omong Kosong Dangdut Miskin Tema dan Kamu Perlu Tahu Karya Monumental Dangdut Ngapak

25 April 2023
Warisan Penting Didi Kempot untuk Musisi Indonesia Zaman Kiwari MOJOK.CO
Esai

Warisan Penting Didi Kempot untuk Musisi Indonesia Zaman Kiwari

26 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gagal kuliah di PTN karena tidak lolos SNBP, padahal masih ada jalur SNBT dan UM UGM

Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan

1 April 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) diajar dosen absurd. Mata kuliah (matkul) apa yang diajar apa. Fokus mengharamkan dan mengkafirkan pihak lain MOJOK.CO

Diajar Dosen “Absurd” saat Kuliah UIN: Isi Matkul Paksa Sesatkan dan Mengafirkan, Ujian Akhirnya Praktik Wudu yang Berakhir Nilai C

29 Maret 2026
Naik pesawat Super Air Jet untuk mudik Lebaran ke Jogja

Terpaksa Naik Super Air Jet karena Tiket Murah, tapi Malah Dibikin “Plonga-plongo” karena Kelakuan Sok Asik Awak Kabin

1 April 2026
Lewat Setu Sinau, Jalan Malioboro Kota Yogyakarta tidak hanya jadi tempat wisata. Tapi juga ruang edukasi untuk belajar budaya Jawa, termasuk aksara Jawa MOJOK.CO

“Setu Sinau” bikin Jalan Malioboro Tak Hanya Jadi Tempat Wisata, Tapi Juga Ruang Edukasi Aksara Jawa

29 Maret 2026
Menjadi Dosen itu Ibarat Aktor Drakor: Dari Tri Dharma jadi Triduka, Saking Diminta Bisa Segalanya MOJOK.CO

Menjadi Dosen itu Ibarat Aktor Drakor: Dari Tri Dharma jadi Triduka, Saking Diminta Bisa Segalanya

27 Maret 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.