Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

SBY di Kubu Prabowo JK di Kubu Jokowi Bikin Pilpres 2019 Kayak Reuni Angkatan 2004

Redaksi oleh Redaksi
14 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ada nama SBY di kubu Prabowo Subianto, ada nama JK di kubu Joko Widodo. Masing-masing sama-sama jadi Ketua Tim Penasihat. Pilpres 2019 jadi berasa kayak reuni Pilpres 2004.

Ditunjuknya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Tim Penasihat Pemenangan Pemilu pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menambah daftar keseruan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti. Sebab di sisi seberang, ada nama Jusuf Kalla (JK) yang ditunjuk sebagai Tim Penasihat untuk pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Menurut PDIP, kontestasi Pilpres 2019 akan menampilkan sesuatu yang menarik karena SBY dan JK adalah pasangan presiden dan wakil presiden untuk periode 2004-2009. “Akan kita suguhkan kontestasi yang menarik, seru, tapi penuh persahabatan,” kata Ketua DPP PDIP, Hendrawan seperti diberitakan detik.com.

Bahkan Hendrawan menyebut keduanya bisa jadi contoh pertarungan yang santun karena keduanya bersahabat. “Jadi ini demokrasi silaturahmi,” katanya.

Aroma reuni memang tampak untuk Pilpres 2019. Selama lima tahun SBY dan JK berpasangan jadi pasangan saat memimpin Indonesia. “Pak JK itu solution oriented, sedangkan Pak SBY itu cenderung concept oriented,” kata Hendrawan.

Meski begitu, tak semua orang bisa melihat seimbang potensi pertarungan dua negarawan senior tersebut. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengaku Jokowi lebih diuntungkan punya JK ketimbang Prabowo yang punya sosok SBY.

“Pak JK mirip dengan Pak Jokowi. Doyan kerja. Cepat memutuskan dan mengeksekusi kebijakan. Sedikit bicara banyak kerja. Dulu Pak JK sering disebut orang sebagai ‘the real president’ ketika wapres SBY. Karena dia selalu nge-gas, SBY selalu nge-rem,” kata Raja Juli Antoni, Sekjen PSI.

Menurut Antoni, SBY lebih punya pertimbangan citra popularitas dibandingkan JK. Hal ini dinilai dari tren kenaikan dan penurunan BBM pada era SBY. “Giliran menaikkan harga BBM, diminta menteri yang mengumumkan. Giliran menurunkan harga BBM, beliau umumkan sendiri untuk naikkan popularitas pribadi,” kata Antoni.

Meski begitu Antoni mengaku tetap menaruh hormat kepada keduanya sebagai senior yang pantas jadi penasihat bagi masing-masing capres yang berlaga untuk Pilpres 2019.

Dalam hal membangun citra politik, SBY jelas lebih jago dibandingkan JK. Kenyataan ini dibuktikan ketika Pilpres 2009, keduanya berbalik bertarung sebagai lawan. SBY maju bersama Boediono dari Demokrat, JK maju bersama Wiranto dari Golkar-Hanura, pada akhirnya SBY yang melenggang ke istana. Meski JK dikenal sebagai wakil presiden yang banyak kerjanya di lapangan, hasil akhir membuktikan JK tidak secanggih SBY dalam menaikkan citra politik. Untuk urusan ini, jelas Prabowo lebih diuntungkan daripada Jokowi.

Selain mengenai pertarungan yang penuh dengan aroma reuni, pertemuan kembali dalam ajang pilpres antara SBY dengan JK juga jadi pertarungan antara politisi senior yang dikecewakan oleh kubunya masing-masing.

“Dua-duanya sama-sama dikecewakan. JK kecewa dengan Jokowi karena tidak bisa lanjut. SBY kecewa dengan Prabowo karena AHY gagal menjadi cawapres,” kata Rico Marbun, Direktur Ekskutif Median.

Kekecewaan dari keduanya terhadap tim yang mereka dukung masing-masing jelas akan semakin menegaskan pertarungan Pilpres 2019 ke depan bakal menarik. Bagaimana solution oriented melawan concept oriented mampu membawa jagoannya untuk melenggang ke istana. Tempat di mana keduanya pernah berada di sana sampai salah satunya tidak ajak-ajak lagi untuk periode selanjutnya. (K/A)

Terakhir diperbarui pada 14 Agustus 2018 oleh

Tags: ahybbmBoedionocitrademokratgerindraHanuraJKjokowijusuf kallpdipPrabowo SubiantopsiRaja Juli AntonisbySusilo Bambang Yudhoyono
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

PNS tetap WFO saat WFH
Sehari-hari

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
Perbandingan BBM di SPBU, Pertalite dan Pertamax
Sehari-hari

Anak Muda Isi BBM Tergantung Antrean SPBU: Pertalite-Pertamax Dianggap Sama, padahal Terbiasa Buru-buru dan “Buta” Kualitas

4 Maret 2026
Pertamina MOJOK.CO
Ekonomi

Sambut Libur Nataru di DIY, Pertamina Siagakan Motorist

20 Desember 2025
Nasib motor Yamaha Aerox 2023 usai diisi BBM jenis Pertalite, jadi brebet di Jawa Timur. MOJOK.CO
Liputan

Nasib Sial Motor Yamaha Aerox 2023 yang Tersiksa karena Pertalite, Brebet hingga Tak Cukup ke Bengkel Sekali

29 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

slow living, jawa tengah, perumahan, desa.MOJOK.CO

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung MOJOK.CO

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

6 April 2026
Gen Z mana bisa slow living, harus side hustle

Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

8 April 2026
Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026
buka usaha di desa, pengusaha.MOJOK.CO

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.