Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Jika Benar Gili Lawa Terbakar Karena Foto Prewedding, Bagaimana Perasaan Calon Mempelai?

Redaksi oleh Redaksi
3 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sebagian orang merasa cukup “tersiksa” dengan pertanyaan “Kapan nikah?” yang berulang-ulang. Eh, giliran udah mulai prewedding, kenapa malah Gili Lawa terbakar?!

Kasus terbakarnya Gili Lawa menjadi kabar duka bagi pariwisata Indonesia. Pasalnya, pulau yang terletak di Kawasan Taman Nasional Komodo ini harus rela hutannya diselimuti api. Api yang kian membesar ini mulanya diyakini berasal dari puntung rokok oknum pengunjung yang dibuang sembarangan.

Namun, seiring berjalannya waktu, kemungkinan-kemungkinan lain terbuka. Bukannya puntung rokok, kemungkinan penyebab kebakaran Gili Lawa pun bergeser menjadi…

…foto prewedding pasangan turis!!!

Di media sosial, beredar keterangan beberapa turis asing yang mengaku menjadi saksi mata kejadian naas tersebut. Mereka menyebutkan bahwa kebakaran Gili Lawa bermula dari sebuah set foto prewedding untuk pernikahan adat China oleh sepasang turis. Dalam proses pengambilan gambar, pasangan calon mempelai ini menyalakan tiga hingga empat kali api di puncak, yang sayangnya justru membesar.

Meski cukup unbelievable, pertanyaan besar kini justru dialamatkan pada pasangan turis yang dikabarkan melakukan prewedding dengan kembang api yang menyebabkan Gili Lawa terbakar. Apa, ya, yang sekarang kira-kira ada di pikiran calon mempelai pernikahan tersebut melihat gersangnya hutan di Gili Lawa setelah kebakaran besar?

1. Malu dan Bersalah

Perasaan malu (dan mungkin, bersalah) adalah perasaan yang bisa jadi ada di pikiran pasangan calon mempelai yang disebut tengah melakukan prewedding di Gili Lawa.

Bagaimana tidak? Berkat agenda foto-foto mereka yang dilakukan dengan sedikit lalai soal keamanan properti api, mereka harus menerima fakta bahwa ada 10 hektare lahan hutan di Gili Lawa yang menjadi korban. Sebagian besar lahan yang harus hangus terbakar ini merupakan padang sabana yang dikenal penuh dengan semak dan pohon-pohon yang tumbuh menyebar.

Tentu saja, 10 hektare lahan hutan ini bukanlah 10 hektare lahan hutan biasa. Gili Lawa masuk ke dalam gugusan Kepulauan Komodo dan merupakan salah satu taman nasional yang menjadi aset pariwisata Indonesia.

2. Bingung

Seperti yang telah banyak diberitakan, calon mempelai yang melakukan foto prewedding ini datang ke Gili Lawa dengan dampingan agen wisata bernama Indonesia Juara.

Di akun resmi mereka (@indonesiajuaratrip), pihak Indonesia Juara—melalui Instagram Story—menyebutkan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab dalam pemulihan alam dengan pihak Taman Nasional Komodo jika terbukti bersalah.

Lalu, bagaimana perasaan si calon mempelai terkait hal ini?

Tentu saja, pertama-tama, mereka bakal merasa bingung. Apa yang seharusnya mereka lakukan? Apakah selepas menikah nanti mereka harus pergi bulan madu dulu atau kembali memikirkan tanggung jawab mereka akibat Gili Lawa terbakar—sebagaimana yang akan dilakukan Indonesia Juara?

Jangankan bicara soal dana, perhatian mereka pun bakal terpecah. Bukan hanya memikirkan rencana konsep undangan dan pernikahan, mereka kini harus rela tambah pusing memikirkan 10 hektare lahan hutan yang hangus terbakar.

Iklan

3. Khawatir

Sebagai salah satu bagian dari Taman Nasional Komodo, wajar jika si calon mempelai yang jadi terduga pelaku penyebab kebakaran ini bakal merasa khawatir. Apakah ada korban jiwa yang jatuh akibat perbuatan mereka? Selain itu, bagaimana dengan komodo-komodo yang jadi primadona di sana? Akankah mereka menciptakan masalah yang lebih besar?

Untung saja, 10 hektare lahan hutan di Gili Lawa yang menjadi “korban” mereka ini bukanlah kawasan berpenghuni sehingga tak ada korban jiwa yang timbul. Tapi, bagaimana dengan komodo?

“(Kebakaran) tidak menggangu habitat hidup dari Komodo,” terang Kepala Taman Nasional Komodo, Budi Kurniawan, Menurutnya, Gili Lawa merupakan lokasi wisata wisatawan dan bukan merupakan tempat berkumpulnya komodo.

Namun, meski tidak menganggu komodo, kejadian Gili Lawa terbakar ini jelas menganggu pariwisata Labuan Bajo. Keeksotisan lahan di sana terpaksa hilang, setidaknya hingga musim penghujan tahun depan. Padahal sebelumnya, Gili Lawa selalu menjadi lokasi wisata savana dan laut favorit untuk menikmati sunrise dan sunset.

Hmm, apakah ini berarti wisatawan lain kini hanya bisa mengenang keindahan Gili Lawa dari album foto prewedding calon mempelai? Entahlah, yang jelas ini menyedihkan sekali. (A/K)

Terakhir diperbarui pada 3 Agustus 2018 oleh

Tags: foto preweddingGili Lawa terbakarIndonesia Juara Tripkebakaran hutanLabuan BajoPulau Komodotaman nasional
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Tidak Ada Jalan Lurus di Jalur Bus Flores Mataram MOJOK.CO
Otomojok

Tidak Ada Jalan Lurus di Jalur Bus Flores-Mataram

31 Juli 2023
dharma rucitra viii mojok.co
Ekonomi

Dharma Rucitra VIII, Kapal Mewah yang Melayani Rute ke Labuan Bajo

11 Juli 2023
tarif pulau komodo mojok.co
Ekonomi

Tarif Pulau Komodo Naik Jadi Rp3,75 Juta, Pelaku Wisata Mogok Kerja

1 Agustus 2022
Pastor Berjubah Putih Melawan Kiriman Santet dengan Media Tokek di Labuan Bajo MOJOK.CO
Malam Jumat

Pastor Berjubah Putih Melawan Kiriman Santet dengan Media Tokek di Labuan Bajo

20 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026
DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF MOJOK.CO

DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF

31 Januari 2026
Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026
Umur 23 tahun belum mencapai apa-apa: dicap gagal dan tertinggal, tapi tertinggal ternyata bisa dinikmati dan tak buruk-buruk amat MOJOK.CO

Umur 23 Belum Mencapai Apa-apa: Dicap Gagal dan Tertinggal, Tapi Tertinggal Ternyata Bisa Dinikmati karena Tak Buruk-buruk Amat

2 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.