Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

Tarif Pulau Komodo Naik Jadi Rp3,75 Juta, Pelaku Wisata Mogok Kerja

Kenia Intan oleh Kenia Intan
1 Agustus 2022
A A
tarif pulau komodo mojok.co

Pelaku wisata melakukan aksi bersih sampah di Labuan Bajo, dalam aksi mogok masal di Labuan Bajo. ANTARA/Fransiska Intan Nuka

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Asosiasi Pelaku Wisata dan Individu Pelaku Wisata Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT sepakat menghentikan semua jenis pelayanan jasa pariwisata di Pulau Komodo. Aksi mogok itu berlangsung di taman nasional dan di seluruh destinasi wisata di Manggarai Barat pada 1-31 Agustus 2022.

Pelaku wisata menghentikan seluruh kegiatan sebagai bentuk protes penerapan tarif baru kunjungan ke Taman Nasional (TN) Komodo yang naik dari Rp 150 ribu menjadi Rp3,7 juta. Berhentinya aktivitas wisata itu mendorong semakin banyak wisatawan membatalkan kunjungannya ke TN Komodo.

Iklan

“Banyak terjadi pembatalan kunjungan wisatawan yang hendak dilayani teman-teman pelaku wisata, termasuk grup saya juga,” jelas Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Nusa Tenggara Timur (NTT) Abed Frans, Senin (1/8/2022).

Abed mengatakan aksi mogok ini mendatangkan kerugian bagi pelaku wisata karena wisatawan yang telah memesan paket wisata ke Taman Nasional Komodo akhirnya harus dibatalkan. Pihaknya memang kurang setuju dengan cepatnya pemberlakuan kenaikan tarif masuk TN Komodo. Akan tetapi, ia juga tidak menyetujui aksi protes para pelaku wisata dengan cara mogok beraktivitas.

Menurutnya, aksi yang dilakukan pelaku wisata itu justru menyusahkan wisatawan dan pelaku bisnis lain seperti hotel, restoran, transportasi, termasuk usaha mikro kecil  dan menengah (UMKM). Kondisi ini memang sulit, akan tetapi butuh kesabaran dari para pelaku wisata dalam menghadapi kebijakan tatif baru ini. Oleh karenanya, Abed mendorong agar pelaku wisata di Labuan Bajo untuk berdialog dengan gubernur.

Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Labuan Bajo Ignasius Suradin menambahkan, lebih dari 10.000 wisatawan domestik dan mancanegara membatalkan kunjungan ke Labuan Bajo.

“Jumlahnya tidak pasti tetapi diperkirakan seperti itu jumlahnya dan itu untuk tiga bulan ke depan, dan paling banyak pada bulan Agustus,” kata Ketua Astindo Labuan Bajo Ignasius seperti yang dikutip dari Antara.

Ia mencontohkan, salah satu hotel bintang lima di Labuan Bajo kehilangan 600 kamar karena wisatawan membatalkan kunjungan kerja. Pembatalan yang serupa juga dialami oleh travel agen, kapal-kapal, dan hotel. Ignasius memperkirakan, kerugian akibat pembatalan kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo mencapai kurang lebih Rp1 triliun secara total.

Akan tetapi menurutnya, pembatalan itu sudah terjadi sejak isu kenaikan harga tiket masuk TN Komodo menyeruak, bukan karena aksi mogok masal.

Tarif Rp3,75 juta berlaku hari ini

Tarif masuk ke Pulau Komodo dan Padar, Kabupaten Manggarai Barat naik hingga Rp3,75 juta mulai hari ini Senin 1 Agustus 2022. Kenaikan harga tiket itu dilakukan untuk menjaga konservasi di dua daerah tujuan wisata itu. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengungkapkan, kegiatan sosialisasi tentang pentingnya konservasi di dua pulau itu akan semakin serius dilakukan.

“Sehingga masyarakat memahami secara utuh terhadap tujuan kenaikan tarif masuk ke Pulau Komodo dan Pulau Padar yang telah ditetapkan pemerintah NTT sebesar Rp3,75 juta termasuk upaya menjaga konservasi dilakukan Pemda NTT di dua daerah itu,” jelasnya.

Menurutnya, sosialisasi tentang pentingnya menjaga konservasi di Pulau Komodo dan Padar, selama ini kurang gencar dilakukan Pemerintah NTT sebelum tarif masuk Pulau Komodo diberlakukan pada 1 Agustus 2022. Adapun kuota konservasi penting dilakukan utnuk menjaga ekosistem yang ada di kawasan Pulau Komodo dan Padar bisa tetap terjaga dengan baik melalui pembatasan kunjungan wisatawan.

Selain itu, upaya konservasi dilakukan untuk melindungi Pulau Komodo dari berbagai tindakan pelanggaran hukum seperti maraknya aksi pemboman ikan yang dapat berdampak pada kerusakan taman laut dan pencurian makanan Komodo.

Menurut dia, apabila tidak ada upaya menjaga konservasi maka keindahan alam laut di sekitar Pulau Komodo dan Pulau Padar, maka suatu ketika keindahan menjadi hilang sehingga perlu konservasi sangat penting dilakukan di dua daerah wisata di ujung barat Pulau Flores itu.

Iklan

“Pemberlakuan tarif masuk Pulau Komodo dan Padar sebesar Rp 3,75 juta tetap dilakukan mulai hari ini. Tarif masuk tetap diberlakukan dan sosialisasi juga tetap dilaksanakan,” kata Viktor Bungtilu Laiskodat.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Gagal Lihat Komodo Akibat Kebijakan Tarif Mahal

Terakhir diperbarui pada 2 Agustus 2022 oleh

Tags: komodopariwisataPulau Komodotn komodo
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO
Esai

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Pengunjung Candi Pramabanan di Jogja selama Lebaran 2026. (sumber: InJourney)
Kilas

InJourney Sukses Dapat Untung selama Arus Mudik dan Lebaran 2026 dengan Tata Kelola yang Optimal

2 April 2026
jurusan pariwisata. mojok.co
Ragam

Kuliah di Jurusan Pariwisata Tak Semenyenangkan Kelihatannya, Niat Santai Malah Terbantai

3 Juli 2025
makanan study tour.MOJOK.CO
Ragam

Alasan Makanan Study Tour Sering Terasa Hambar di Lidah Wisatawan

7 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.