Maaf, Zodiak Gemini, tapi Kamu Kok Nyebelin, Sih?

MOJOK.CO Konon katanya, pembenci zodiak Gemini adalah mereka-mereka yang sedang cemburu atau mereka-mereka yang berzodiak Taurus. Hih, kata siapa?!

Waktu remaja, saya langganan majalah Kawanku. Rubrik yang menjadi idola saya kala itu adalah rubrik zodiak, setidaknya kalau ramalannya terlihat menyenangkan dan membahagiakan. Dari per-zodiak-an pula, saya mulai mencari tahu: kira-kira, zodiak apa yang cocok buat jadi pacar saya, ya?

Ya, maklum, namanya juga lagi pubertas, Kak~

Setelah memahami bahwa urusan jomblo bukan semata-mata karena tidak menemukan orang berzodiak ideal, saya pun pasrah kepada Illahi. Hingga suatu hari, berjumpalah saya dengan seorang berzodiak Gemini. Kami—saya pikir—dimabuk cinta.

Singkat cerita, seorang Gemini ini sekarang sudah resmi menjadi masa lalu. Bukan cuma satu—bahkan ada dua orang Gemini dalam sejarah hidup saya, tentu dalam waktu berbeda, yang memporak-porandakan susunan sel-sel kewarasan di kepala. Agar lebih tahu kenapa, izinkan saya mengutip tulisan Marol di artikel Dendam Nyi Blorong Kaum Gemini berikut:

Bagaimana tabiat Gemini, Saudara-saudara?

Yak, betul, lelaki Gemini adalah makhluk genit yang suka snob. Entah snob kepintaran, kegantengan, daya tarik, atau snob kegenitan itu sendiri. Padahal belum tentu pintar, ganteng, dan menarik. (Ngaca, woy!) Atau suka pamer sepatu dan kisah abadinya sama mantan. (Eh, ini maksudnya siapa ya?) Tapi lelaki Gemini memang punya kemampuan alamiah yang bagus dalam hal bersosial. Pantes, banyak yang jadi social climber.

Sementara, perempuan Gemini terkenal sebagai perempuan yang kepercayaan dirinya bikin sebel cewek-cewek insekyur atau makhluk-makhluk medioker. (Sebelum lanjut, Marol cuma mau mengingatkan: seharusnya perempuan sedunia itu bersatu dan saling mendukung satu sama lain, untuk melawan Baja Hitam RX, eh, melawan sistem dunia yang tidak adil terhadap perempuan. Bukan malah saling insekyur dan mencibir. Amin, amin, amin 33 kali~)

Meski saya nggak tahu sekarang Marol ada di mana, saya ingin sekali memeluknya kencang-kencang saat membaca kutipan berikutnya:

Baik Gemini laki-laki atau perempuan, mereka punya karakter menonjol yang sama: moody dan kurang stabil.

O, tidak, tidak, saya tidak bermaksud mengata-ngatai kamu-kamu yang berzodiak Gemini. Justru saya mengakui betapa kamu memiliki aura itu—aura yang bikin orang-orang tertarik dan menaruh perhatiannya padamu. Pada seorang Gemini, saya pernah menyebutnya kharismatik karena ia memang terasa penuh kharisma. Si Gemini ini, saya akui, memang menyenangkan diajak bersenang-senang dan bersikap cukup setia kawan.

Tapiiiii, ingat, gaes-gaesku: tak ada gading yang tak retak, tak ada utang yang langsung dibayar lunas dalam seminggu (hehe). Setelah membuat orang terdekatnya bahagia, bukan tidak mungkin Gemini akan membenturkan kita semua ke kenyataan yang sebenarnya: sakit hati.

Bukan, bukannya Gemini bersikap sangat sok tahu dan merasa jauh lebih baik dibandingkan orang lain (monmaap nih, Aries) atau menggampangkan sesuatu (halo, Libra). Tapi, kelemahan besar mereka yang sangat menganggu itu masih saja ada: MOODY.

[!!!!!!!!111!!!!!111!!]

Apakah para zodiak Gemini bersikap moody karena mereka bersikap perfeksionis? Tidak juga. Secara sederhana, Gemini adalah orang-orang yang inkonsisten karena mereka cenderung tidak mempercayai diri sendiri untuk membuat keputusan yang benar. Maksud saya—ya ngapain, sih, mutusin mau makan di mana tapi sampai satu jam mikirnya???

Percakapan berikut mungkin terasa familiar untukmu yang pernah menjalin hubungan dengan zodiak Gemini.

Gemini (G): “Sayang, mau makan di mana? Kamu yang tentuin, ya.”

Bukan Gemini (BG): “Nasi goreng aja, yuk.”

G: “Hmm, jangan ah, lagi nggak pengen yang digoreng-goreng.”

BG: “Sate padang?”

G: “Wah, boleh, yuk!”

*Waktu udah mau sampai di warung sate padang*

G: “Eh, nggak jadi, ding, mahal. Yang lain aja, ya.”

BG: “Penyetan?”

G: “Kan itu digoreng juga.”

BG: “Ya kamu maunya apa dong? Rujak cingur?”

G: “Boleh! Ih, tapi aku pengin yang ada nasinya aja, deh.”

BG: “Nasi uduk?”

G: “Eh tapi kalau makan malem makannya nasi uduk, nyambung nggak, ya?”

BG: “Ya daripada mulutmu yang kusambung sama magic jar?!!”

Jangankan urusan makan, urusan cinta juga bakal menjadi sumber masalah yang tak kalah menyebalkan jika ditangani Gemini. Bukan rahasia lagi, Gemini bersikap hampir sama seperti simbol zodiak mereka: anak kembar. Artinya, pemilik zodiak Gemini tampak seperti dua jiwa yang disatukan dalam satu badan. Atau, dengan kata lain, mereka…

…bermuka dua!!!11!!!1!!!!

Tenang dulu, jangan merasa tersinggung. Kabar baiknya, Gemini memiliki sisi setia yang cukup kuat (diwakilkan oleh salah satu dari si kembar), sedangkan kembaran yang satunya bersikap sebaliknya: menginginkan kebebasan yang sebebas-bebasnya.

In other words, banyak orang percaya zodiak Gemini adalah mereka-mereka yang tak bisa berkomitmen dalam suatu hubungan—setidaknya tidak tanpa lika-liku yang melelahkan hati pasangannya.

Waini. Waini. WAINI!!!!

Meski demikian, harus diakui, walau rada slengekan dan sedikit sombong, zodiak Gemini umumnya melambangkan orang-orang yang pandai berkomunikasi. Pokoknya, kamu nggak akan merasa bosan kalau pergi dan ngobrol dengan para Gemini. Malah, mereka bakal mendengarkan ceritamu yang aneh-aneh, bukannya berubah bete menjadi pendengar, seperti—monmaap lagi, nih—zodiak Cancer.

Tapi, ya, tetap saja: Gemini bisa sangat menyebalkan. Mereka pikir mereka siapa, sih: merayu ke mana-mana, inkonsisten, dan bermuka dua??? Hmm???

Apa? Kamu bilang saya cuma cemburu? Posesif? Berpikiran negatif???

Ya terus kenapa??? Gara-gara saya Taurus, gitu??!

Exit mobile version