M-Banking BCA Memang Bagus, tapi Pengeluaran Dana dari Satu Pintu yang Terbaik

Sebuah nasihat keuangan dari orang yang uangnya nggak banyak-banyak amat.

ilustrasi M-Banking BCA Memang Bagus, tapi Pengeluaran Dana dari Satu Pintu yang Terbaik mojok.co m-bca

MOJOK.COBetapa bangganya pengguna m-banking BCA atau m-BCA yang konon fiturnya memanjakan. Tapi, kalau bikin kita makin boros gimana?

Agaknya Bank BCA memang menghemat banyak biaya promosi karena citra baik mereka diiklankan secara gratis di media sosial. Mulai dari kesan baik pelanggan akan pelayanan satpam BCA, nasabah prioritas yang penampilannya biasa aja, sampai fitur m-banking BCA atau m-BCA yang katanya paling enak dipakai dibandingkan m-banking bank lain.

Jika menilik fitur-fiturnya, memang sudah nggak heran aplikasi m-banking BCA paling mumpuni. Mereka bahkan menghadirkan fitur yang memudahkan nasabah ambil dana di ATM meskipun tanpa kartu. Berguna banget untuk orang-orang yang suka ceroboh karena dompetnya ketinggalan.

Seorang kawan saya yang terkenal punya hidup awut-awutan pernah bilang, “Gue tau hidup gue kacau, makanya gue pakai BCA.” Terdengar seperti ucapan buzzer memang, tapi ia kemudian menjelaskan soal fitur ambil uang tanpa kartu ATM.

Awalnya saya sering sebal karena keteledoran si kawan saya itu membuatnya suka pinjam uang, terutama saat beli makan. Saya punya piutang tertumpuk padanya dan ia tak membayar bukan karena nggak punya uang, tapi karena lagi-lagi setiap bertemu, dompetnya tertinggal. Sampai suatu saat saya kesal dan menagihnya. Dengan santai dia kemudian pergi ke ATM BCA terdekat dan pakai m-banking BCA untuk menarik dana. Benar-benar tanpa kartu. Uang saya pun kembali dengan utuh ditambah bonus kacang Mayasi. Kenapa nggak dari kemarin sih, Malih?

Sejurus kemudian saya jadi sasaran pamer fitur-fitur m-BCA dari kawan saya itu. Tadi jadi buzzer, sekarang jadi marketing. Saya percaya saja, sih. Memang tidak heran jika BCA punya aplikasi yang bagus dan memanjakan. Sampai orang yang ceroboh minta ampun kayak kawan saya itu juga akhirnya luluh dan bikin rekening BCA.

Sayangnya, untuk hijrah ke m-banking BCA saya perlu memikirkan sejuta hal.

Dulu, saya pernah menggunakan m-banking bank lain. Saya paham betul kok esensi aplikasi ini buat apa, utamanya ya buat fleksibilitas dan kemudahan. Selebihnya tentu menyesuaikan kebutuhan keuangan masing-masing orang.

Berdasarkan pengalaman saya, menggunakan m-banking bikin saya boros minta ampun. Entah mengapa semua uang pendapatan jadi begitu aksesibel. Dana di rekening gajian bisa dipakai, dana di dompet digital juga bisa dipakai. Belum lagi top-up untuk beli hal aneh-aneh, jadi makin gampang.

Untuk orang yang nggak bisa menabung, pakai m-banking BCA mungkin bakal bikin kalap. Kecuali jika kita membatasi pengeluaran dana dari satu pintu.

Begini, ceritanya setelah menghadapi fase boros-minta-ampun karena pakai banyak m-banking, saya berpikir keras bagaimana caranya biar setan-setan di kepala saya ini bisa dibelenggu. Akhirnya saya pun menemukan sebuah cara yang efektif. Cara ini mungkin bisa Anda coba jika dirasa cukup masuk akal. Caranya dengan mengusahakan pengeluaran dana lewat satu pintu.

Saya menutup semua akses m-banking. Lupakan saja semua fitur m-BCA yang menggiurkan. Saya nggak mau semua uang saya bisa diakses dengan mudah. Sebagai gantinya, saya memanfaatkan aplikasi Jenius yang saya punya untuk mengumpulkan dana yang bakal jadi “uang panas”. Semua uang di rekening, baik itu di bank A atau B (iya saya punya lebih dari satu rekening) saya anggap sebagai “uang semi-dingin”. Entahlah ini ide yang cukup bodoh atau cerdas. Yang jelas, untuk menyimpan uang dingin, yang benar-benar sebagai tabungan dan tidak bisa diutak-atik, ya ada tempat lain.

Tidak masalah apakah Anda bakal pakai aplikasi Jenius atau lainnya. Saya paham betul aplikasi ini sering lemot dan agak menyebalkan. Tapi, saya bertahan karena telanjur terbiasa dan ia bisa difungsikan layaknya kartu kredit. Saya bisa bayar tiket pesawat gampang, langganan Netflix juga gampang, bahkan konon Jenius bakal memudahkan kita bayar transportasi di luar negeri.

Intinya, tanpa m-banking BCA atau bank lain, saya bisa mengontrol pengeluaran lewat satu pintu. Saya top-up segala macam uang digital pakai Jenius, saya bayar tagihan pakai Jenius, bayar langganan Spotify, Netflix, dkk. juga lewat aplikasi Jenius. Di akhir bulan, saya bisa tahu berapa uang yang saya keluarkan dalam satu bulan dan untuk apa saja. 

Bisa jadi, m-BCA juga bisa difungsikan demikian. Bisa jadi, ada aplikasi lainnya yang memungkinkan kita mengatur keuangan sedemikian rupa. Nggak masalah deh wong artikel ini bukan iklan aplikasi Jenius, kok.

Bagi saya, yang terpenting, pengeluaran dana harus dari satu pintu karena ini bikin saya mengontrol keuangan. Hasilnya jauh lebih irit, belanja jadi nggak impulsif, dan kalau mau liburan ke tempat yang jauh pun mikir-mikir. Saya menciptakan “kesulitan” untuk diri saya sendiri biar dana gajian nggak datang dan pergi oh begitu saja.

Walaupun agak terdengar konyol karena saya nggak ngerti soal tetek bengek financial planning, saya merasa damai dan sehat sentosa. 

BACA JUGA ATM Setor Tunai dan m-Banking Sialan Adalah Bahaya Laten Keuangan Saya dan artikel lainnya di POJOKAN.

Exit mobile version