Dosen dengan masa depan suram
Kenapa saya menggunakan kata “terang” di sini? Ya karena kita harus membuka mata dengan sebuah kenyataan pilu. Tahukah kamu, kalau gaji dosen di Indonesia adalah paling rendah di Asia Tenggara? Memalukan sekali.
Saya mengutip data dari GoodStats dan riset Kompas (Desember 2025). Jadi, rasio gaji dosen di Indonesia itu paling rendah kalau kita membandingkannya dengan negara-negara Asia Tenggara.
Perbandingan yang dipakai di sini adalah perbandingan upah minimum atau daya beli (beras). Singapura, rata-rata gaji sebanding dengan 1.769 kg beras, Malaysia 2.075 kg, Vietnam 1.093 kg, dan Indonesia? 143 kg saja.
Ada data yang lebih konyol. Rasio gaji dosen terhadap daya beli di Indonesia cuma 1,32 kali lipat. Sementara itu, di Kamboja, mencapai 6,6 kali lipat. Artinya, Kamboja, negara yang lebih kecil dari Indonesia, lebih menghargai keberadaan para pendidik. Padahal, katanya, KITA NEGARA BESAARRGGHHHH!!! TAEK.
Baca juga Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang
Memaksa dosen tidak fokus mengajar
Terminal Mojok sudah banyak menayangkan derita kehidupan dosen yang tidak mendapatkan gaji layak. Salah satunya, mereka terpaksa menjadi joki tugas sampai joki skripsi. Tidak perlu menjadi ahli untuk kita sama-sama sadar bahwa kondisi ini jelas merusak iklim pendidikan tinggi Indonesia.
Banyak juga tenaga pendidik yang nyambi menjadi driver ojek online. Iya, ini profesi mulia. Namun, maksud saya, mereka jadi tidak fokus mengajar. Kebutuhan terus berlari, tapi ijazah S2, bahkan S3, masa depannya seperti siput sekarat: mati pelan dan perlahan.
Lebih menyedihkan lagi karena tulisan baru membahas soal dosen. Kita belum membuka lapak diskusi untuk memperbincangkan gaji guru, apalagi yang honorer.
Sedih sekali. Masa depan pendidik sesuram senja dikalang mendung. Dan kita, saya yang menulis dan kamu yang membaca, tidak bisa berbuat banyak. Hanya bisa mengabadikan kebusukan ini menjadi prasasti bernama tulisan. Damn!
Penulis: Yamadipati Seno
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Saya Sempat Bercita-cita Jadi Dosen, tapi Setelah Lihat Gajinya, Saya Langsung Ganti Cita-cita dan tulisan menarik lainnya di rubrik POJOKAN.














